Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 10


__ADS_3

...Hari ini...


Dara pergi ke kampus dengan di antar Mama nya. Sesampainya....


"Dar, kalo sudah pulang telpon Mama saja ya, " Kata Nyonya Rosa sebelum pergi.


"Baik Ma, " Dara mengangguk paham.


Dara memasuki kampus, ia fokus berjalan. Tiba-tiba Raja menghentikan langkah nya.


"Selamat pagi Dara, " Raja menyunggingkan senyuman manis nya.


"Pagi, " Sahut Dara dingin.


"Dara, kamu sudah sarapan belum? " Tanya Raja.


"Sudah, menyingkirlah, aku mau lewat, " Kata Dara.


"Baiklah, " Raja mempersilakan Dara lewat, tapi ia mengikuti langkah Dara.


"Kenapa kau mengikuti ku? " Ucap Dara kesal.


"Siapa yang mengikuti mu? Aku berniat menuju kelas, " Kilah Raja.


"Terserah padamu, " Ucap Dara lalu melanjutkan langkahnya.


Mereka sampai di kelas....


Dikelas sudah mulai ramai dengan siswa-siswi, Dara berjalan kearah kursinya dengan diikuti oleh Raja. Naomi datang menghampiri meja Dara.


"Hai Dara, " Sapa Naomi.


"Hm, " -Dara.


"Dara, apa kau tak ingin mengikuti eskul kampus? Ada banyak yang membutuhkan anggota lho, " Kata Naomi, dan sepertinya Dara lumayan tertarik.


"Benarkah? Apa saja? " Tanya Dara dengan antusias yang tak terlalu di perlihatkan.


"Ini selembaran nya, limit bisa masuk dua bidang Dar, " Ujar Naomi sambil menyodorkan selembar kertas.


"Hm oke, nanti aku daftar, " Kata Dara.


"Baiklah." -Naomi.


...Jam istirahat...


Dara pergi mengelilingi setiap sudut kampus, ia berniat mencari sesuatu yang mencurigakan yang bisa dijadikan bukti untuk kasus Dira. Disaat memeriksa setiap sudut kampus, Dara bertabrakan dengan seseorang.

__ADS_1


"Aduhh jalan itu pake mata! " Bentak wanita yang bernama Erina.


"Dimana mana jalan itu pake kaki bukan mata! " Balas Dara dengan wajah bengis nya.


"Jangan sok hebat ya! " Bentak Erina lagi.


"Siapa yang sok hebat? Apa kata kata ku salah? " Ucap Dara dengan santai.


"Siapa kau? Kenapa wajahmu mirip si Tupai jelek itu? " Tanya Erina. Dara langsung tahu yang disebut tupai jelek adalah kakaknya Dira.


"Jaga bicara mu! Jangan sesekali kau mengejek kakak ku Dira! " Tegas Dara mulai serius, orang orang disekitar menghentikan aktivitas nya dan melihat kegaduhan yang terjadi.


"Ohh jadi kau adiknya si Tupai jelek tidak tahu diri itu ? " Ejek Erina dengan angkuh, sementara temannya Amel dan Reni tertawa terbahak-bahak.


Dara menjadi sangat marah, emosi nya sudah memuncak. Dara mencekram rahang Erina dengan tangan mungil nya yang kuat, Erina langsung terkaget dan berusaha melepaskan nya. Namun usahanya sia sia karena tenaga Dara yang sangat kuat, Amel dan Reni berhenti tertawa dan mulai menghentikan aksi Dara.


"Sekali lagi kau bicara maka aku akan mengirim mu keneraka! " Ancam Dara dengan wajah yang menakutkan, gigi Dara menggeletuk dengan kencang.


"A-apa yang kau lakukan.... ahk! le-lepaskan aku! " Ucap Erina terbata bata.


"Lepaskan Erina! Atau kami akan melaporkan mu kepada kepala sekolah! " Kata Amel mengancam. Dara masih belum melepaskan Erina.


Tiba-tiba Raja datang dan melihat Dara terlibat cekcok antara geng Erina, Raja berlari dan menghentikan kegaduhan yang terjadi.


"Dara, Dara lepaskan dia Dara! " Raja berusaha melerai.


"Dara aku mohon lepaskan dia, atau kau akan di hukum! " Kata Raja lagi. Dara belum berkutik.


"Dara lepaskan dia! Demi Dira! " Teriak Raja. Kata kata Raja barusan membuat Dara berhenti dan melepaskan Erina.


"Hahh.... trimakasih Raja, " Kata Erina.


"Aku tidak menolong mu, aku hanya tak ingin Dara terkena masalah karena mu, " Kata Raja yang menghancurkan hati Erina yang sedang mekar. Raja melihat Dara yang masih meredam emosi nya.


"Dara tenagkan dirimu.... Ayo ikut aku! " Raja menarik tangan Dara menjauhi kerumunan. Raja membawa Dara ke taman dekat lapangan olahraga.


"Lepaskan tangan ku! " Dara menepis tangan Raja lalu duduk di kursi taman. Raja duduk di samping Dara.


"Kenapa kau melakukan itu padanya? " Tanya Raja.


"Kenapa katamu? Dia sudah berani menghina kakakku di depan wajah ku sendiri, jika kau tidak datang maka akan ku hajar dia! " Ucap Dara kesal.


Raja melihat wajah Dara yang mirip dengan Dira, namun sifat nya yang begitu berbeda. Dara adalah orang yang sangat keras namun hatinya sangat lembut, Dara bisa berbuat nekad jika dia sedang kesal. Sedangkan Dira adalah orang yang lembut, namun jika Dira sedang kesal Dira hanya memendam nya, tidak seperti Dara. Itulah perbedaan Dira dan Dara yang ada di pikiran Raja.


"Erina memang seperti itu Dara, " Ucap Raja. Dara hanya diam.


"Dia tidak menyukai Dira, dia selalu mengganggu Dira, " Sambung Raja. Dara menoleh.

__ADS_1


"Apa dia selalu membully Dira? " Tanya Dara heran.


"Tidak juga, karena aku selalu bersama Dira, hanya saja Erina selalu menghina Dira... " Raja menggantungkan kata kata nya, Dara masih menatap Raja.


"Aku bisa menghentikan tindakan, tapi aku tak bisa menghentikan kata kata, iyakan? " Raja berbalik menatap Dara.


"Apa kau selalu melindungi Dira? " Pertanyaan Dara membuat Raja terdiam sejenak.


"Aku ingin menjadi pelindung Dira, tapi....aku sudah gagal... " Raja sedikit menunduk, seperti banyak beban yang di pikul pria itu. Dara memandangi Raja.


𝘈𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘪? 𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘙𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘋𝘪𝘳𝘢, 𝘢𝘱𝘢 𝘙𝘢𝘫𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘵𝘶𝘭𝘶𝘴? 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢? 𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨...


Batin Dara.


Bel kelas berbunyi, menandakan berakhir nya pembicaraan mereka, mereka berdua masuk ke kelas beriringan. Tak ada obrolan sejak dari taman tadi, pelajaran dilalui dengan hening antara Dara dan Raja.


Sepulang kampus....


Seperti biasa, Raja tidak langsung pulang melainkan ia menghabiskan waktu di kampus bermain basket dengan teman temannya. Disana ada Naren, Samuel, Dillon, dan Rian bersama Raja. Mereka ingin latihan basket lagi.


"Eh kita kekurangan orang, " Kata Rian setelah menyadari jumlah mereka ganjil.


"Oiya, Jay kemana? " Tanya Samuel.


"Jay tidak hadir hari ini, " Jawab Rian.


"Lalu bagaimana? " Tanya Dillon.


"Kita akan mencari pengganti untuk hari ini saja, " Jawab Raja.


"Siapa kira kira? " -Naren.


"Mungkin Abi, " -Rian.


"Tapi Abi lagi ada rapat mading, " -Dillon


"Itu pasti makan waktu lama, " Keluh Samuel.


"Terus bagaimana? " Tanya Rian lagi.


"Aku akan mencari orang dulu, " Kata Naren sambil melambungkan bola basket dengan cara sembarangan.


Tanpa di sadari Naren bola yang ia lempar mengenai seseorang yang sedang melewati lapangan.


"Aduhh.... " Dara memegangi kepalanya.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝘁𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰


__ADS_2