Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 8


__ADS_3

"Ada di belakang sekolah, " Ucap Raja.


"Hm baiklah terimakasih, " Kata Dara.


"Kenapa Dara? " Tanya Raja heran.


"Tidak, tidak apa apa, " Jawab Dara singkat.


Raja tak ingin bertanya lebih dalam pada Dara, karna ia tahu, Dara hanya akan memberikan respon yang begitu kecil. Raja lebih memilih untuk diam dan melanjutkan makannya.


Setelah istirahat kelas kembali dimulai, pelajaran demi pelajaran dilalui, istirahat kedua pun tiba lagi. Kali ini Dara ingin beraksi, dia ingin mengecek gudang yang diberitahu Chelsea.


Dara pergi dengan alasan ingin ke toilet, Dara lumayan kebingungan mencari letak gudang. Dikarenakan gudang nya terletak dibelakang dan sedikit terpuruk, Dara berpikir wajar saja tempat itu rawan terjadi peristiwa kekerasan.


Dara diam diam masuk ke area belakang kampus, ia menemukan gudang itu. Namun Dara heran melihat pintu gudang tertutup dan terkunci, ia mendegus kesal.


Dara ingin menyadap kuncinya menggunakan jepit rambutnya, namun tiba tiba seseorang memergokinya.


"Apa yang kau lakukan? " Ucap seseorang dibelakang Dara. Dara mulai takut ketahuan akan aksinya, Dara sedikit berkeringat.


Dengan perlahan ia berbalik. Pria itu terlihat kaget melihat Dara.


"Kau? Dira? " Ucap pria itu.


"Tidak pak, aku bukan Dira, aku Dara adiknya, " Jelas Dara. Wajah pria itu berubah simpati.


"Ohh iya, aku sudah mendengar kabarmu, beberapa siswa sudah membicarakan mu Dara, " Kata pria itu.


"Bapak turut berdukacita ya, " Ucap pria itu yang ternyata penjaga sekolah. Dara langsung menanggapi nya, Dara berpikir bapak itu baik.


"Iya Pak, terimakasih, " Jawab Dara sopan.


"Ngomong ngomong, apa yang kau lakukan disini? " Tanya Bapak itu.


"Hmm itu, Dara tadi..., " Dara berpikir keras alasan apa yang akan ia pergunakan.


"Dara kesini... karena... tadi Dara mencari ruang bekas buku pak, di suruh Bu Sarah, iya seperti itu, " Ucap Dara. Bapak penjaga terlihat percaya.


"Ohh kalo seperti itu kamu salah ruangan Dara, ruang itu ada di sebelah kanan arah sana, " Pak Penjaga menunjukkan nya. Dara tak menyangka benar benar ada ruangan itu, padahal dia hanya asal jawab.


"Berarti saya salah ya pak, " -Dara.


"Iya Dara, kamu salah, " -Pak penjaga.


"Hm baiklah pak, oiya pak, ini ruangan apa? " Tanya Dara menyelidiki.


"Ini gudang kampus, " -Pak penjaga.

__ADS_1


"Kenapa di kunci pak? " -Dara.


"Di gudang ini banyak terjadi kasus perkelahian siswa hingga menimbulkan konflik yang lumayan besar, melibatkan orang tua siswa-siswi, jadi pihak sekolah mengambil tindakan bahwa ruangan ini harus ditutup, " Jelas Pak penjaga.


"Ohh begitu ya pak, baiklah, Dara pergi dulu ya, " -Dara.


"Iya, hati hati, " -Pak penjaga.


Dara pergi meninggalkan gudang kampus, Dara sedikit menyesal gudang itu sudah di tutup. Rencana nya untuk menemukan bukti pun gagal. Dara hendak menelpon Chelsea, tapi tiba-tiba bel kelas berbunyi, Dara mengurungkan niatnya dan masuk ke kelas. Di kelas ia tak melihat Raja. Dara sedikti heran kemana pria itu.


"Baiklah, mari kita mulai pelajaran, " Ucal dosen lain yang masuk.


Mereka memulai pelajaran tanpa kehadiran Raja Naren Dan Samuel. Mereka bertiga hilang sejak istirahat tadi, dan anehnya dosen tidak mencari nya. Dara sama sekali tak peduli dengan hilangnya tiga pria itu, ia diam saja.


Pulang kampus....


Dara menunggu Chelsea atau mamanya menjemput di depan kampus. Saat melewati lapangan, Dara melihat Raja Naren dan Samuel sedang bermain basket.


𝘖𝘩𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘴𝘬𝘦𝘵...


Batin Dara.


Hanya itulah respon Dara, setelah itu dia mengeluarkan ponsel nya. Dara mencari cari nomor Mamanya untuk menyuruh menjemput nya. Sebenarnya Dara bisa saja naik mobil sendiri atau memesan taxi, tapi karena ingin menghindari kejadian kejadian yang tak diinginkan jadinya Dara lebih memilih di jemput oleh keluarga nya.


Sebelum menelpon Mamanya, sebuah mobil berhenti di depan nya. Dara terlihat keheranan, saat pintu kaca mobil nya terbuka, ternyata itu Chelsea.


"Oke, " Dara masuk ke dalam mobil. Chelsea langsung tancap gas mobilnya.


"Bagaimana Dara? Apa kau menemukan bukti? " Chelsea bertanya pada Dara.


"Tidak Chel, aku tidak menemukan apa apa, gudang itu di kunci atas perintah pihak kampus karena ingin menghindari masalah masalah seperti sebelumnya, " Kata Dara.


"Hm kemungkinan ada bukti di sana, tapi apa yang bisa kita lakukan, keputusan kampus memang sudah tepat, " Komen Chelsea.


"Kau tenang saja, aku akan mencari bukti yang kuat, " Tegas Dara.


"Itu harus, oiya aku ada update baru, Dira memiliki teman dekat bernama Raja Ananda Alderick, " Kata Chelsea, Dara langsung menoleh, berarti memang benar. Raja adalah teman dekat Dira.


Disaat seperti ini Dara kagum dengan aksi Chelsea yang bisa mendapatkan info dalam hitungan jam, wanita itu punya narasumber dimana mana bahkan di tempat asing yang bukan tempat tinggalnya.


"Iya, aku tadi sudah bertemu Raja, bahkan kami 1 kelas, " Ucap Dara.


"Benarkah? Itu kabar bagus, kau bisa mencari informasi besar dari Raja, " Kata Chelsea antusias.


"Tapi aku takut Chel, aku takut jika Raja sebenarnya tak tahu apa apa dan aku sudah terlanjur memberitahu rahasia ku, " Ucap Dara cemas.


"Kata kata mu benar Dar, lalu bagaimana? " Tanya Chelsea sambil fokus menyetir.

__ADS_1


"Aku harus menguras informasi tanpa harus memberitahu rahasia ku, " Kata Dara dengan yakin.


"Baiklah, lakukan dengan cara mu, dan satu lagi teman dekat Dira yang bernama Naomi Syafitri, " Ucap Chelsea.


𝘈𝘱𝘢? 𝘕𝘢𝘰𝘮𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘋𝘪𝘳𝘢? 𝘗𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘵𝘶𝘴𝘪𝘢𝘴 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘬𝘶.


Batin Dara.


"Iya aku juga mengenalnya, " Ucap Dara.


"Waw Dar, dalam sehari kamu bisa kenal orang sebanyak ini, keren! " Puji Chelsea.


Dara hanya diam tak merespon. Chelsea yang sudah terbiasa di cuekin seperti ini hanya anggap enteng.


\* \* \* \* \*


Ditempat lain Nyonya Nia sedang menyiapkan makanan untuk Dara dan Nyonya Rosa. Sejak insiden seminggu yang lalu mereka jadi tinggal bersama, Dara tinggal bersama kedua ibunya.


Hari ini Nyonya Nia ingin memasak Ayam goreng untuk Dara putrinya. Nyonya Nia masuk kedapur, di dapur ada asisten rumah tangga.


"Eh Nyonya, kenapa kedapur? " Tanya Bi ijah asisten rumah tangga mereka.


"Bi, saya mau masak untuk anak saya, " Kata Nyonya Nia dengan senyuman yang sudah beberapa hari ini tak di nampakkannya.


"Nyonya, biar saya saja yang masak, Nyonya istirahat saja dikamar, " Ucap Bi ijah merasa tak enak.


"Bi, kalo saya tiduran terus bisa bisa tulang saya gak bisa digerakin dan kaku kan, lagipula saya mau memasak untuk putri ku Dara apa tidak boleh? " Kata Nyonya Nia lalu mulai mengambil bahan bahan memasak.


"Yasudah Nyonya, saya keluar dulu untuk menyetrika ya, " Kata Bi ijah mengalah.


Nyonya Nia mulai memasak dan makanan, ia terlihat sangat bahagia, mengingat ini pertama kali ia memasak untuk putrinya itu. Sudah berhari-hari ia menghabiskan waktunya untuk menangisi Dira bukannya memerhatikan Dara.


Bertahun-tahun Dara dirawat oleh ibu asuhnya bukan ibu kandung nya, Nyonya Nia merasa bersalah, ia ingin memerhatikan Dara lebih banyak. Disaat ia memasak Nyonya Rosa pulang.


"Hmm harum sekali mbak, mbak lagi masak apa? " Tanya Nyonya Rosa antusias.


"Ayam goreng untuk Dara, " Kata Nyonya Nia sambil tersenyum. Nyonya Rosa merasa senang melihat kakak iparnya sudah tersenyum lagi seperti dulu kala, masih tetap cantik.


"Sini mbak, Rosa bantu, " Tawar Nyonya Rosa.


"Tidak usah Rosa, ini sudah hampir selesai kok, kamu bereskan saja meja makan, " Kata Nyonya Nia.


"Oke baiklah mbak, " Nyonya Rosa pun mulai menyiapkan meja makan.


"Mama, ibu, aku pulang... " Dara masuk kerumah nya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝘁𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰


__ADS_2