
* * * * *
Ditempat lain dikediaman Keluarga Alderick.
Raja pulang dengan lelah dan lesu, di lihatnya rumah kosong, jam sudah menunjukkan pukul 17.00 . Raja sampai dirumah agak lama karena ia mampir kerumah Samuel.
Raja masuk ke kamarnya, melemparkan tas dan sepatu ke sembarangan tempat. Raja masuk kekamar mandi lalu membersihkan dirinya. Setelah itu, Raja keluar dan mengenakan pakaian.
Raja mengambil ponselnya dan mulai memainkan nya sambil duduk di kursi santai nya di balkon kamar. Tiba-tiba, Raja teringat lagi kejadian tadi siang di kampus, kejadian dimana ia bermain basket bersama dengan Dara.
Raja tak menyangka Dara berbakat akan hal seperti itu, sekali lagi Raja akui Dara memang sangat berbeda dari Dira. Dara lebih sportif daripada Dira yang tidak menyukai hal seperti itu.
Tadi adalah pertama kali Raja melihat senyuman Dara, sangat mirip dengan Dira. Seolah Raja baru saja melihat Dira yang dulu menduduki posisi teristimewa di hatinya.
Disaat lamunan Raja, Bini Lena masuk kekamar.
"Den, den Raja, " Bibi Lena mengetuk pintu kamar. Raja tak mendengar nya karena sedang berada di balkon.
"Den... aden! " Panggil Bibi Lena beberapa kali. Karena tak di sahut Bibi Lena masuk saja, ia melihat Raja sedang duduk di kursi.
"Den Raja! Ini makan siang nya, aden udah telat makan lho, " Kata Bibi Lena, Raja menoleh.
"Taruh disitu aja Bi, nanti Raja makan, " Kata Raja sambil fokus kembali ke handphone.
"Den... aden makan dulu ya, nanti sakit, " Bujuk Bibi Lena. Raja menoleh lagi, berpikir sejenak lalu menyimpan handphone nya.
"Baiklah Bi, Raja makan nih! " Raja mulai menyendok makanan nya.
Sebenarnya Raja tak ingin makan, namun karena ia tak tega menolak permintaan Bibi Lena. Baginya hanya Bibi Lena yang tulus padanya, Bibi Lena selalu mencurahkan kasih sayang seorang ibu padanya, ia sangat menyayangi Bibi Lena.
...Keesokan harinya...
Dara memasuki kampus seperti biasa, cuaca hari ini sangat cerah, membuat orang mungkin bersemangat. Kampus terlihat riuh, entah apa yang menyebabkan nya.
Dara melewati keriuhan kampus dengan santai, namun Dara merasa ada keanehan dari keriuhan keriuhan yang terjadi. Saat ia melewati kerumunan kampus itu, ia menjadi bahan perhatian, orang orang memerhatikan nya.
Dara merasa heran dan membuatnya bertanya tanya, apa yang sedang di lihat eh siswa-siswi padanya, tatapan yang aneh dilontarkan pada Dara.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘱𝘢? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘢𝘯𝘦𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘬𝘶?
Batin Dara heran.
"Aduh, Dara itu kegatelan ya"
"Iya, genit banget pake main main basket sama Raja dan yang lain"
"Pasti dia sengaja tuh! "
"Iya, biar di kerumunin cowok cowok ganteng! "
"Gak adek gak kakak sama aja! "
__ADS_1
Semoga ocehan itu didengar langsung oleh Dara, hal ini membuat Dara kesal, emosinya naik kembali. Dara tak terlalu memikirkan jika dirinya di hina, tapi ia tak suka jika Dira dibawa bawa. Dara menghampiri beberapa orang yang tadi mengatai nya.
"Apa kalian tidak mengingat waktu? Ini masih pagi dan kalian sudah mengumpul dosa dengan cara menghina ku dan orang yang sudah tiada? " Kata Dara dengan suara lantang. Semua terdiam.
"Kenapa jika aku bermain basket dengan mereka? Apa hanya karna itu kalian mengatai ku gatel dan genit?? Apa kalian tidak mengoreksi diri sendiri? Kalian sendiri memerhatikan cowok dengan cara mengendap endap layaknya pencuri! " Skak Dara. Dara mengetahui semua ini dari Chelsea.
Chelsea mengatakan banyak yang menyukai Raja dan teman temannya dengan cara diam diam, Chelsea menang informan yang handal. Semua orang yang di bentak Dara terdiam, lalu Naomi datang dan menghampiri Dara.
"Halah! Emang nyatanya kamu yang murahan! " Bentak Lily dengan kasar. Dara mengangkat tangannya dan hendak menampar wanita yang 10 cm lebih tinggi darinya.
Namun, dengan sigap Naomi menangkap tangan Dara yang hampir mendarat di wajah mulus Lily, Lily tak mengira Dara nekad seperti itu.
"Dara, apa yang kau lakukan! " Naomi menurunkan tangan Dara.
"Dan kau Lily! Jaga kata kata mu! Dimana attitude mu sebagai siswa? " Bentak Naomi menengahi.
"Dia yang ngatain kami yang nggak nggak, " Kilah Lily.
"Apa kata mu? Siapa yang tadi mengatai ku wanita gatal dan genit? Apa aku perlu merekam semua kata kata kalian hah?! " Teriak Dara dengan lantang.
"Sudah sudah! Jangan di teruskan! " Ujar Naomi.
Dara yang tak ingin berlama lama disana pun memutuskan pergi. Pagi nya menjadi menyebalkan gara gara kumpulan manusia sok tau. Naomi mengejar Dara yang pergi dengan cepat, ia mensejajarkan langkah nya dan Dara.
"Dara... Sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan! " Bujuk Naomi. Dara tak menjawab.
"Dara maaf tadi sudah membentak mu.. " Naomi merasa bersalah. Dara berhenti berjalan, lalu menatap Naomi.
"Iya aku tau... " Naomi terdiam.
"Sudahlah tidak usah dibahas, ayo masuk ke kelas! " Ajak Dara, Naomi tersenyum lalu mengangguk. Dan mereka ke kelas bersama.
...Saat istirahat...
Dara pergi ke kantin, sejak pertama masuk ia tak pernah menginjak kantin, kali ini ia pergi ke kantin karena ingin melihat lihat kondisi kantin kampus nya. Naomi mengikuti kemana Dara melangkah, Naomi benar benar penasaran dengan adik sahabatnya itu.
Dara duduk di sebuah meja yang agak besar, Dara asal pilih meja saja, Naomi hanya berdiri sambil melihat keramaian dikantin, Dara menatap Naomi yang hanya berdiri.
"Naomi duduklah! " Pinta Dara, Naomi terkejut atas ajakan Dara, pasalnya wanita itu tak pernah basa basi pada sesiapapun.
Naomi tersenyum dan duduk disamping Dara, mereka kemudian memesan makanan, setelah makanannya sampai mereka pun memakan nya.
Tiba-tiba, 6 orang pria tampan datang ke meja makan Dara dan Naomi, semua orang memandangi kedatangan pangeran pangeran tampan itu, jarang sekali keluarga besar anggota basket datang ke kantin secara beriringan.
Dan sekarang? Mereka semua datang ke kantin dengan santai dan menghampiri meja Dara dan Naomi, semua terlihat kesal melihat idola mereka mendekati dua wanita yang sedang makan itu.
Jangankan siswi-siswi kampus, Dara saja lumayan terkejut karena kedatangan mereka, gara-gara bermain basket dengan mereka semua Dara menjadi sorotan kampus yang menganggap nya yang tidak tidak.
Dara menatap kedatangan Raja dan teman temannya.
𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪?
__ADS_1
Batin Dara.
"Dara, kami mencarimu di kelas tapi tidak ada! " Kata Raja sambil duduk di meja.
"Iya Dar, biasanya kamu selalu di kelas, tapi tiba tiba menghilang, " Sambung Samuel.
"Pasti Naomi yang ngajak kamu kesini kan? " Tanya Naren sambil melirik Naomi.
"Ehh nggak! Dara yang kesini, aku cuma ngikut aja, " Naomi mengelak.
"Kenapa kalian mencari ku? " Tanya Dara sambil kembali memakan makanan nya.
"Dara, ayo masuk ke club basket! Kamu akan menjadi wanita pertama yang memasuki club basket! " Tawar Dillon, spontan siswa-siswi yang tak sengaja mendengar kata kata Dillon menatap meja itu.
Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya anak anak basket menawarkan bergabung ke club mereka, padahal ratusan siswa mengantri untuk menjadi anggota dari mereka. Lalu sekarang? Dengan gampangnya tawaran itu jatuh pada gadis yang baru pindah yaitu Dara?
Tentu saja ini mengundang perasaan tak suka dari orang orang yang ingin masuk club basket namun ditolak oleh kapten nya yaitu Raja. Tak cuma siswa-siswi yang dikantin yang tercengang, Naomi juga 𝘴𝘩𝘰𝘬 mendengar tawaran itu.
"Kenapa kalian mengajakku? " Ucap Dara dengan santai.
"Karena kamu jago banget Dar! " Puji Rian.
"Emang sejago itu ya? " Kata Jay yang kemarin tak melihat aksi Dara menjadi penasaran.
"Iya Jay! Seharusnya kemarin kamu liat Dara main, dia jago banget gila! " Seru Rian.
"Raja aja sampe kalah! " Ejek Samuel ngeledek Raja. Raja menatap kesal kearah sahabatnya itu.
"Kemaren itu keberuntungan Dara, " Kilah Raja.
"Alah, emang kamu nya yang ga jago! " Ejek Samuel lagi.
Dara dan Naomi tertawa karena ulah mereka.
"Bagaimana Dara? Mau bergabung? " Naren mengembalikan topik.
"Hmm, oke ! " Ucap Dara setuju, semua langsung tos berame rame.
𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘰𝘴𝘪𝘢𝘭𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢!
Batin Dara.
"Oke Dar, nanti sepulang kampus kita kumpul ditempat kemarin ya! " Ucap Dillon. Dara mengangguk.
"Aku boleh ikut gakk? " Ucap Naomi secara spontan. Kata kata Naomi mengundang semua tatapan seisi meja untuknya.
"Hm... Maksudnya liat aja, aku ga pinter main hehe... " Naomi cengengesan.
BERSAMBUNG.....
𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰
__ADS_1