Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 11


__ADS_3

"Aduhh... " Dara memegangi kepalanya.


Naren menoleh dan langsung menghampiri Dara, begitu juga dengan Raja dan yang lainnya.


"Astaga Dara, maaf ya, aku tidak sengaja, " Ucap Naren merasa bersalah.


"Dara, kau tidak apa apa? " Raja memerhatikan Dara. Dara menggeleng pelan.


"Tidak, aku baik baik saja, " Lirih Dara.


"Sekali lagi maaf kan aku... " Kata Naren.


"Tidak apa apa, lain kali hati hati, " Nasehat Dara. Naren mengangguk.


"Apa yang kau lakukan disini? Kau belum pulang? " Tanya Raja pada Dara.


"Belum, aku belum di jemput, " Ucap Dara. "Kalian? Apa yang kalian lakukan? " Dara balik bertanya.


"Kami ingin bermain basket, tapi kekurangan orang, " Jawab Rian.


"Benarkah? " Dara memandangi bola basket itu. "Apakah aku bisa bermain bersama kalian? " Tanya Dara.


Sontak mereka berlima tercengang, Dara akan bermain basket bersama mereka berlima? Bagaimana mungkin mereka mengizinkan wanita melawan mereka? Apalagi Raja yang langsung menolak.


"Tidak Dara, tidak mungkin kami membiarkan mu bermain, " Tolak Raja.


"Kenapa tidak? Apa aku tidak boleh? " Tanya Dara.


"Bukannya tidak boleh, tapi kau ini wanita --"


"Lalu kenapa jika aku wanita? " Potong Dara.


"Kami tak ingin kau cedera saat bermain Dara, " Kata Samuel.


"Aku tidak akan kenapa kenapa, kalian tenang saja, " Dara meyakinkan mereka. Sudah lama Dara tidak bermain basket, ia rindu memainkan permainan ini. Dara sangat mahir memainkan nya.


"Baiklah, terserah kau saja, " Ucap Raja akhirnya.


"Yasudah ayo kita main! " Ajak Dillon.


Sebelum mereka bermain, mereka membagi tim menjadi dua, satu tim tiga orang. Dara setim dengan Dillon dan Rian, dan sayangnya Raja bersama dengan Naren dan Samuel.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘮 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘳𝘢!


Batin Raja secara spontan.


Entah kenapa tiba-tiba Raja kesal karena tak setim dengan Dara, tapi Raja tidak akan bermain serius karena lawannya adalah seorang perempuan dan menurutnya tidak baik bermain serius.


Permainan dimulai!


Bola dimulai dari tim Dara, Dillon Rian dan Dara mulai beraksi, begitu juga dengan Raja Naren dan Samuel mulai berjaga jaga. Dara mulai mengoper ke Dillon, lalu mengoper ke Rian, setelah beberapa taktik, Dara mengambil bola dan memasukkan nya ke ring basket.


"Yes! " Dara tersenyum.


Untuk pertama kalinya Raja melihat wanita itu mengeluarkan senyuman manisnya. Rian dan Dillon saling tos.

__ADS_1


"Hebat Dar! " Puji Rian.


Babak pertama tim Raja masih menunjukkan wajah biasa biasa saja pada awal kemenangan Dara.


Permainan dimulai lagi!


Kali ini bola dimulai dari tim Raja, mereka bertiga mulai saling oper mengoper. Bola di oper mulai dari Raja ke Naren lalu ke Samuel. Saat Raja hendak mencetak angka... Perhatikan Raja teralihkan oleh Dara, bola terlepas dari tangan nya karena Dara.


Dara mulai menggiring bola ke ring tim Raja, dan.... Yes! Masuk lagi. Dara tersenyum dan menampakkan gigi putih nya.


"Yes yes! Hahaha! Dara jago banget, " Dillon tertawa.


"Sial! Raja kenapa sih! " Kata Samuel kecewa, padahal hampir saja masuk ke ring.


"Kenapa kalian kesal? Hanya karna Dara? " Kata Raja mengoceh.


"Justru itu, Dara itu cewek, masa kita kalah dari cewe! " Protes Samuel.


𝘉𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘺𝘢....


Batin Raja.


Permainan dimulai kembali!


Dara memulai trik baru, tim Raja mulai serius. Dillon dan Rian juga sangat fokus, begitu juga dengan Naren dan Samuel. Dara mulai melakukan aksinya kembali, dan lagi lagi Daraa mencetak angka. Begitu juga dengan babak selanjutnya, 4 babak sudah dilalui dan Dara memenangkan keempatnya. Raja menjadi sangat kesal.


𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢? 𝘉𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘶𝘴!


Batin Raja.


Dillon dan Rian tak mau kalah, mereka menyudutkan Raja, tetapi Raja di bantu Naren dan Samuel, babak kelima menjadi babak yang sangat rumit. Pertandingan begitu ketat. Ada beberapa siswa-siswi mengabadikan momen ini dengan cara merekam nya.


Saat Raja hendak mencetak angka dengan melambungkan bola ke ring... Satu! Dua! Tiga!


Dara mengacaukan aksi Raja lagi. Dara meloncat dan mengambil bola itu, lalu secepat kilat menggiring bola nya ke ring dan.... Hup! Masuk. Dan tim Dara lah pemenangnya.


Dara tertawa lepas, ia bangga akan kemenangan nya ini, Dara Dillon dan Rian tos bertiga, sedangkan tim Raja menekuk wajah kesal karena kalah dari seorang wanita. Raja awalnya hendak kesal, tapi tiba-tiba pandangan Raja tertuju pada seorang wanita yang sedang tertawa atas kemenangan nya.


Raja memandangi wajah Dara yang begitu cantik saat tersenyum, tanpa Raja sadari ia ikut tersenyum melihat Dara. Dara tak pernah bertingkah berlebihan seperti ini, hari ini ia tertawa lepas, sangat lucu. Itulah yang dipikiran Raja.


"Kita kok bisa kalah sih! " Ucap Samuel kesal.


"Aelah, kalah sekali ngga masalah, " Kata Naren.


"Naren benar! " Raja merangkul Naren.


Dillon Rian dan Dara menghampiri Raja Naren dan Samuel.


"Seru banget permainan nya! " Seru Dillon.


"Benar, " Tambah Rian.


"Kamu hebat banget Dara, " Puji Naren.


"Iya Dar, besok main lagi ya, dan besok giliran aku yang se tim sama Dara, " Kata Samuel cepat. Semua tertawa mendengar kata kata Samuel, begitu juga Dara.

__ADS_1


"Iya, terimakasih udah ngizinin aku ikut, kapan kapan main lagi, " Kata Dara senang.


"Jangan kapan kapan, besok ya! " Desak Raja.


"Baiklah baiklah, "


Tiba-tiba ada seseorang yang melambai-lambai dari gerbang kampus kearah Dara. Dara membalas nya.


"Aku duluan ya! Mama ku udah datang, bye... " Dara berlari kecil.


"Hati hati Dara! " Pesan Raja.


"Iya!!! "


Dara pulang dari kampus, begitu juga dengan Raja dan teman temannya pun pulang dari kampus tepat pukul 15.00.


* * * * *


Di mobil.


"Dara, maaf ya Mama lama jemput kamu, " Ucap Nyonya Rosa merasa bersalah.


"Ngga apa apa Mama, tadi Dara ngga terlalu nungguin kok, " Kata Dara.


"Baiklah, omong omong, siapa mereka tadi? Apa teman temanmu? " Tanya Nyonya Rosa.


"Tiga diantaranya teman sekelas Dara Ma, dua lagi dari kelas lain, tadi Dara ikut mereka main basket Ma, mereka kalah, dan Dara menang Ma! " Cerita Dara dengan semangat.


"Wahh, bagus sekali Dara, Mama tau kamu sangat berbakat! " Puji Nyonya Rosa.


"Iya dong! Makasi Mama, " Dara tersenyum manis sekali. Nyonya Rosa gemas melihat tingkah putri asuh nya itu.


Sesampainya dirumah.


Nyonya Rosa dan Dara masuk kerumah, mereka berdua heran melihat dirumah hanya ada Bibi ijah.


"Bi, Mbak Nia mana? " Tanya Nyonya Rosa pada Bibi ijah.


"Nyonya Nia pergi ke supermarket Nyonya, " Kata Bibi ijah.


"Ohh yasudah, lanjutkan pekerjaan Bibi ya, " Ucap Nyonya Rosa.


"Mama, Dara mau mandi dulu ya, " Kata Dara.


"Iya sayang, Mama ada pekerjaan, sehabis mandi kamu makan ya, jangan lupa! " Pesan Nyonya Rosa.


"Baik Ma, " Dara masuk ke kamar.


"Bibi, tolong ingatkan Dara untuk makan ya, nanti dia lupa, " Kata Nyonya Rosa lagi.


"Baik Nyonya, nanti saya ingatkan, " Ujar Bibi ijah. Nyonya Rosa pun pergi.


BERSAMBUNG.......


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰

__ADS_1


__ADS_2