Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 14


__ADS_3

...Keesokan harinya...


Dara kembali memasuki kampus dengan perasaan jengkel karena kemarin Chelsea memarahinya, dan rasa kesal nya tak kunjung hilang sampai saat ini. Dara teringat kejadian kemarin.


Flashback on.


"𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘋𝘢𝘳𝘢? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪? 𝘉𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘮𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘭𝘦-𝘵𝘦𝘭𝘦 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯? " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘊𝘩𝘦𝘭𝘴𝘦𝘢 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘋𝘢𝘳𝘢.


"𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯? 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘱𝘦𝘭𝘦𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘴 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯, 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘨𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘴 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬𝘬𝘶! 𝘋𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯? " 𝘜𝘫𝘢𝘳 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭.


"𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬? 𝘐𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 5 𝘩𝘢𝘳𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘶𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘱𝘰𝘵𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘬𝘶 𝘋𝘢𝘳𝘢! " 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘊𝘩𝘦𝘭𝘴𝘦𝘢.


"𝘊𝘩𝘦𝘭! 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶, 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘴 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘴𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳! " 𝘛𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘋𝘢𝘳𝘢.


"𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢! " 𝘛𝘶𝘬𝘢𝘴 𝘊𝘩𝘦𝘭𝘴𝘦𝘢.


"𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯, " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.


Flashback off.


𝘚𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯! 𝘋𝘪𝘢 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘪𝘯?


Batin Dara kesal.


Ia memasuki kampus dengan batin yang tak baik, ia terus marah marah pada dirinya sendiri. Saat melewati kerumunan kerumunan ocehan warga kampus, Dara langsung asadar bahwa ia menjadi ocehan lagi karena telah menjatuhkan Raja sampai terluka kemarin.


Tapi Dara tidak merespon, ia langsung masuk menuju kelas, toh ia sudah minta maaf pada Raja, namun tak bisa dipungkiri ia tetap kesal. Kekesalannya bertumpuk hari ini, Tiba-tiba Naomi datang dan duduk disamping nya.


"Dara, kau kenapa? Sepertinya kau sedang kesal? " Ucap Naomi.


"Aku tidak apa apa, " Kata Dara ketus.


𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘪𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘩𝘮𝘮 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴 𝘯𝘺𝘢!

__ADS_1


Batin Naomi.


"Hmm Dara! Apakah kau benar-benar memasukinya dua bidang ekskul? " Naomi mengalihkan topik.


"Iya, " -Dara.


"Benarkah?? Jadi kau benar-benar memasuki Taekwondo?? " Naomi terlihat berbinar.


"Iya benar, " Kata Dara sambil duduk menghadap Naomi.


"Wahh, apa kau bisa bela diri? " Tanya Naomi.


"Tentu saja aku bisa, " Dara tersenyum bangga.


"Benarkah? Kau benar-benar bisa bela diri? " Raja tiba-tiba memasuki pembicaraan mereka.


"Iya aku bisa, " -Dara.


"Apa kau tidak bisa bela diri? " Tanya Dara pada Raja.


"Tentu saja Raja tidak tahu HAHAHA!!! " Naomi menertawakan Raja.


"Diamlah! " Ucap Raja kesal. Dara tersenyum kecut melihat mimik wajah Raja yang begitu lucu.


...2 Minggu kemudian...


Sudah 2 minggu lebih Dara bersekolah di kampus Universitas Valdezh, Dara masih belum menemukan bukti apapun. Chelsea masih saja mengerah Dara untuk menemukan bukti, namun jika Tuhan belum menghendaki, maka setitik bukti tak akan di temukan.


Sementara Raja, yang mulai memiliki perasaan terhadap Dara pun merasa bingung dengan dirinya sendiri, ia masih bingung dengan perasaannya yang mulai berpindah untuk Dara.


Raja akui Dara memiliki daya tarik tersendiri untuknya, Dara mampu meluluhkan hati Raja dalam waktu singkat, padahal ia butuh waktu lama untuk menyukai Dira dulu, dan sekarang dalam waktu 2 minggu ia bisa langsung jatuh cinta pada Dara.


Hal ini membuat Raja bingung, akankah ia bisa melupakan perasaan nya pada Dira? Lalu mulai mencintai Dara sepenuh hati? Lalu bagimana dengan cintanya pada Dira? Dan pendapat orang? Hal ini membuat Raja semakin bingung.

__ADS_1


Hari ini Raja terbaring dikamarnya, menatap langit langit kamarnya, melamun, pikirannya terbang tinggi, menuju nostalgia. Ia kembali teringat akan kebersamaannya dengan Dira.


Ia teringat dimana Dira tertawa, marah, senyum, dan merajuk. Raja juga teringat saat Dira minta dibelikan eskrim dengan wajah lugunya. Dara teringat dimana Raja tak datang diacara ulang tahunnya dan Dira merasa terlupakan padahal itu kejutan dari Raja. Sungguh kenangan yang manis.


Tapi tak bisa dilupakan juga ketika Dira dihajar oleh sekumpulan orang tak dikenal tepat didepan mata Raja, Raja sama sekali tak mahir bela diri. Ia selalu mencoba membantu Dira saat dikeroyok, tapi malah Raja yang aksi korbannya. Namun, hal itu tak membuat Raja putus asa untuk menjaga Dira.


Setiap saat ingin rasanya Raja menjaga Dira, namun hasil menghianati usaha, ia benar-benar tak bisa menjaga Dira dan terlepas dari tangannya begitu saja. Bukan cuma satu dua kali Dira di keroyok, tapi berkali-kali, tak jarang Dira selalu pulang dengan wajah babak belur.


Bahkan Dira pernah di score dari kampus karena dosen dosen mengira Dira terlibat aksi tawuran, Raja selalu kasian melihat kondisi Dira yang begitu terpuruk. Bahkan ibunya hampir setiap hari menangis.


Mengingat hal ini kian membuat dada Raja nyeri, tetapi saat ia mengingat Dira, terlintas pula wajah Dara di pikiran nya, ntah karena wajah mereka sama atau karena Raja memang sudah mencintai Dara.


𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘶𝘭𝘶! 𝘈𝘱𝘢 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘪𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭?


Batin Raja.


Raja duduk di kasurnya, ia mulai terpikir akan hal itu.


𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘶, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪?


𝘈𝘵𝘢𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶?


𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢? 𝘋𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘋𝘪𝘳𝘢! 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘵𝘦 𝘕𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘋𝘢𝘳𝘢.


𝘈𝘵𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘯𝘺𝘢?


𝘈𝘨𝘩 𝘺𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯, 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪?


Mendadak Raja menjadi gelisah.


BERSAMBUNG.....


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰

__ADS_1


__ADS_2