Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 25


__ADS_3

Raja berjalan mengarah ke club basket, ia mengeluarkan ponselnya, ada beberapa panggilan dari nomor tak dikenal masuk. Raja hanya mengabaikan, karena berpikir hanya salah nomor.


Karena tidak memerhatikan jalan Raja menabrak seseorang.


Brak!!!


"Aww.... " Wanita yang ditabrak Raja meringis dan terduduk dilantai.


Raja kaget dan langsung menolong wanita itu.


"Astaga, maaf, maafkan aku... Aku tidak sengaja, " Raja membantu nya berdiri, wanita itu menatap Raja lalu hanya tersenyum kaku.


"Tidak apa apa, hanya sakit sedikit, " Balasnya.


"Sekali lagi maafkan aku ya... " Ucap Raja merasa bersalah.


"Iya, hmm siapa namamu? " Tanya wanita itu.


"Aku Raja, "


"Salam kenal, aku Kiara, aku siswi baru disini, " Kiara mengulurkan tangannya, Raja membalas jabat tangan perkenalan itu.


"Salam kenal juga, aku harus pergi, hm sampai jumpa, " Kata Raja dan berjalan.


Kiara memerhatikan punggung Raja yang mulai menjauh.


𝘠𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯.... 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯!! 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢....!


Batin Kiara.


Kiara langsung menyukai Raja sejak pandangan pertama, ia jatuh hati pada Raja.


...Saat istirahat...


Dara berada di lorong kampus, ia hendak berjalan ke kantin, hari ini Naomi tidak masuk kampus karena menjenguk keluarga yang sedang sakit. Biasanya Naomi selalu menemani Dara, tapi hari ini Dara hanya sendiri, bahkan Raja tidak ada karena berada di club basket.


Tut tut tut


Ponsel Dara berbunyi, ia mengangkatnya, ternyata itu Chelsea.


"Halo Chel? "


"𝘏𝘢𝘭𝘰 𝘋𝘢𝘳𝘢, 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯, "


"Baiklah, tapi urusan apa? "


"𝘒𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘶, 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘬𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯... "


"Apa berkencan? Benarkah? Kau akan berkencan?? "


"𝘐𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳, "


"Tapi dengan siapa? Aku tidak tau kau memiliki pacar, "


"𝘏𝘦𝘪 𝘢𝘺𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘋𝘢𝘳𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳𝘬𝘶, 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘴𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪, 𝘵𝘰𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯? 𝘏𝘢𝘩𝘢𝘩𝘢, "


"Iya juga Hahaha, semangat kencannya! "


"𝘒𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘩𝘪𝘩𝘪, "


"Ohiya, dengan siapa kau berkencan? "


𝘩𝘢𝘩𝘩!! 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘚𝘢𝘮𝘶𝘦𝘭


Batin Chelsea.


"𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘰𝘯𝘥𝘰𝘯𝘨! 𝘏𝘈𝘏𝘈𝘏𝘈! "


"Heh! Kau ini ada ada saja! "


"𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘶𝘴 𝘋𝘢𝘳𝘢... 𝘏𝘈𝘏𝘈𝘏𝘈! "


"Baiklah, terserah kau saja, "


"𝘖𝘩𝘪𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘶𝘱𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘯𝘢, 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴𝘮𝘶... "


"Sepupu? Apakah kau punya sepupu? "


"𝘠𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘶𝘱𝘶 𝘫𝘢𝘶𝘩, 𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪𝘬𝘰𝘵𝘢 𝘈𝘋, 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘮𝘶, "


"Benarkah? Dia pasti baik seperti mu..., "


"𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘏𝘦𝘩𝘦, "


"Iya iya, kau baik, aku tau itu, baiklah aku tutup dulu ya, sebentar lagi bel, "


"𝘖𝘬𝘦, 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘮𝘱𝘢, "


"Bye, "


Tut tut tut


Dara menyimpan ponselnya, Dara berbalik dan...


Hup!


Dara sangat terkejut melihat Raja tiba-tiba ada di belakang nya.


"Aaaaaa! " Teriak Dara kaget.


"Hei kenapa kau berteriak?? " Tanya Raja dengan ekspresi aneh.


"Dasar payah! Aku kaget melihatmu! " Bentak Dara kesal.

__ADS_1


"Hahaha!!! Liat ekspresi mu! Sangat lucu! " Ucap Raja malah tertawa.


"Hais! Kau ini menyebalkan sekali! " Dara pergi meninggalkan Raja yang tertawa.


"Baiklah maafkan aku, " Kata Raja seraya melipat kedua tangannya, Dara hanya menoleh dan terdiam.


Dara berjalan kearah kelas, ia jadi malas pergi ke kantin, lagipula sebentar lagi bel akan berbunyi.


"Dara! " Panggil Raja.


"Hm? "


"Bagaimana? " Tanya Raja tiba-tiba.


Dara berkerut heran. "Bagaimana apanya? "


"Kau mau ikut aku ke pesta dansa? " Tanya Raja sambil menaiik naikkan alisnya.


"Aku tidak akan mau! " Ucap Dara.


"Ayolah Dara, ini hanya pesta dansa, kau pasti akan suka! " Ucap Raja.


"Aku tidak akan suka, dan aku tau itu...! " -Dara.


"Kau tidak akan tau sebelum kau datang, " -Raja.


"Diamlah, jangan memaksaku! " Ucap Dara kesal.


Dara terus berjalan meninggalkan Raja. Tiba-tiba...


"Dara awass!!!! "


Dara berbalik dan melihat Raja berlari kearahnya, dan dengan tiba-tiba Raja menarik tubuh Dara hingga tersungkur ke lantai.


Dara kaget sekaligus heran, Dara dan Raja terjatuh ke lantai, Dara memandangi Raja dan sedang memeluknya.


"Kau---"


PRANGGG!!!!


Sebelum Dara mengkomplain sebuah tiang tumbang tepat dibawah kaki mereka, Dara terbelalak, jika saja tiang itu menimpanya pasti tubuhnya akan remuk.


Banyak siswa-siswi yang melihat kejadian itu, mereka berkerumun, sebagian siswa mengangkat tiang itu dan menepikan nya.


Setelah selesai 𝘚𝘩𝘰𝘬 pandangan Dara beralih ke Raja yang berada disamping nya, Raja menatap Dara begitu juga sebaliknya.


Deg!


Deg!


Deg!


Jantung Dara berdebar debar, begitu juga dengan Raja, mereka masih membeku ditempat, saling menatap dan tak bisa berkata-kata.


Raja telah menyelamatkan Dara, jantung Dara malah berdebar debar, perasaan aneh menyelubungi Dara.


Dara dan Raja berdiri dari tempat mereka.


"Kami tidak apa apa, " Jawab Dara. "Terimakasih Raja, " Ucap Dara.


"Sama sama, lain kali hati hati, jangan berbicara tidak jelas saat berjalan! " Raja mengelus puncak rambut Dara.


Dara terpaku dengan tindakan Raja, pipi nya merona, entah perasaan apa yang dia alami, kalut, malu, kesal, semua bercampur aduk. Bel berbunyi, mereka masuk ke dalam kelas.


Sementara ditempat lain, sepasang mata melihat adegan Dara dan Raja dengan perasaan cemburu.


"Sial! Siapa wanita itu? Kenapa sepertinya Raja sangat peduli terhadap nya? " Tanya Kiara pada teman barunya Siska dan Miya.


"Itu Dara, yang beberapa minggu terakhir ini sangat dekat dengan Raja, " Jelas Miya.


"Dara itu itu juga siswi baru seperti mu Kia, " Sambung Siska.


"Aku tidak akan membiarkan si Dara itu merebut Raja dari ku?! " Ucap Kiara kesal.


Siska menyenggol Miya. "Mi, seperti nya Kia menyukai Raja, " Kata Siska.


"Kau benar, tak heran, Raja itu ganteng sekali!! " Puji Miya.


"Bagaimanapun, aku akan tetap memuja Rian!! " Seru Siska mengingat pujaan hatinya Rian anggota basket.


"Aku juga! Akan tetap pada Naren... " Kata Miya tak kalah dari Siska.


"Apa yang kalian bicarakan? " Tanya Kiara melibat Siska dan Miya berbisik bisik.


"Hanya berbicara tentang pemilik hati masing-masing... " Kata Siska sambil tertawa diikuti Miya.


"Hahh!!! Ada ada saja! " Kiara meninggalkan Siska dan Miya.


...Sepulang kampus...


Dara dan Raja bermain basket seperti biasanya, siang ini mereka hanya berdua, karena yang lain memiliki tugas lain. Jadinya mereka berdua hanya melatih kefokusan.


Saat Dara melempar bola ke ring dan...


Brakk!!!!


Bola basket mengenai kepala seseorang, persis seperti sebelumnya Naren yang melempar bola basket ke kepala Dara.


"Aww.... sakit.... " ringis wanita itu.


Dara kaget dan langsung menghampiri nya.


"Maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja... " Ucap Dara merasa bersalah.

__ADS_1


"Kenapa aku sangat sial hari ini... Kau--" Ucapan wanita itu terhenti ketika menatap Dara. Ternyata wanita itu adalah Kiara.


"Maafkan aku... " Lirih Dara.


"Kau ini! Apa kau tidak melihat aku lewat hah? " Bentak Kiara. "Jangan jangan kau sengaja?! "


"Tidak, aku benar benar tidak sengaja maafkan aku... " Kata Dara.


Kiara membersihkan bajunya yang kotor terkena lantai.


"Lihatlah! Bajuku jadi kotor! Apa kau tidak tau bajuku ini sangat mahal? " Kata Kiara meninggi, ia memandang remeh baju Dara yang biasa biasa saja.


"Aku akan mengganti nya, " -Dara.


"Kau mau mengganti nya? HAHA! Uang mu tidak akan cukup! " Bentak Kiara.


Dara mulai jenuh meladeni Kiara yang tidak memiliki attitude berbicara.


"Dengar! Aku sudah meminta maaf padamu, dan soal bajumu aku akan mengganti nya jika kau tidak trima! " Ucap Dara mulai kesal.


Raja melihat Dara yang terlibat cekcok langsung menghampiri nya.


"Dara, ada apa? " Tanya Raja. Kiara hampir terbelalak melihat Raja yang ada di depannya.


"Kiara kau? " Sambung Raja melihat Kiara.


"Kau mengenalnya? " Tanya Dara.


"Tentu saja dia mengenalku, " Sela Kiara.


"Hmm iya, ada apa ini? " -Raja.


"Raja... Dia melempar ku dengan bola basket, lihat sekarang bajuku kotor... " Kata Kiara pada Raja yang terkesan merengek sambil memperlihatkan gaunnya yang terlihat sedikit berdebu.


"Aku kan sudah minta maaf padamu! " Ucap Dara kesal karena Kiara meminta pembelaan dari Raja.


"Kau pikir dengan maafmu bajuku bersih lagi? " Kata Kiara mengkelakar.


"Berapa harga bajumu? Aku akan menggantinya, " Ucap Raja menengahi.


"Kenapa kau yang mengganti nya? Biar aku saja! " Sela Dara.


"Tapi Dara--"


"Sudah diam kau! " Sela Dara lagi. "Berikan nomor rekeningmu! " Pinta Dara pada Kiara.


Kiara melongo, dan sesaat hanya menatap Dara dan Raja bergantian.


"Berikan aku bilang! " Sentak Dara. Lalu Kiara memberikan nomor rekeningnya.


Lalu Dara menekan nekan sesuatu di ponselnya.


"Sudah, aku sudah mentransfer uang ke rekening mu, apa sudah cukup? " Tanya Dara.


Kiara mengeluarkan ponselnya, ia terbelalak melihat nominal yang dikirimkan Dara begitu besar, lalu ia menatap Dara. Dara berbalik menatap Kiara lalu Raja, lalu pandangan Dara tertuju pada tangan Kiara yang menempel pada lengan Raja.


"Jika sudah maka aku akan pulang, " Kata Dara dan hendak pergi.


"Tapi Dara, latihan kita--"


"Kita sambung besok saja, sekarang kau urus saja wanita mu ini! " Kata Dara seraya melirik Kiara lalu pergi.


Dara mengambil tasnya dan pergi, Dara menunggu di gerbang sekolah, ia mencari ojek di depan gerbang.


"Daraa!!!! " Raja berlari kearahnya. Dara hanya menoleh dan buang muka.


Raja berdiri di samping Dara yang menunggu ojek, entah kenapa Dara kesal melihat ulah Kiara yang memegang tangan Raja.


𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭? 𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶? 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯!


Batin Dara.


"Kenapa kau terburu buru? Kita bahkan belum latihan... " Ucap Raja polos.


Tak ada jawaban dari Dara.


"Dara, apa kau cemburu? " Tanya Raja, Dara menoleh, ia melihat Raja tengah melemparkan senyuman menggoda.


"Untuk apa aku cemburu? Dasar payah, " Ketus Dara.


"Baiklahh, jika tidak cemburu kau harus ikut aku ke pesta dansa! " Ucap Raja dengan senyuman khasnya.


"Kenapa aku harus ikut? Dan apa hubungannya? " Dara makin kesal melihat perkataan Raja yang sama sekali tak menyambung.


"Tidak ada hubungannya, tapi kau harus ikut dengan ku! " Raja terkekeh.


Dara hanya buang muka, Dara melihat ojek dan melambai, lalu ojek itu menghampiri nya, Dara menaikinya.


"Dara, jangan lupa ya!! 7 hari lagi!!! " Teriak Raja. Dara hanya menjulurkan lidahnya, lalu ojek itupun pergi.


Raja tertawa melihat Dara.


.


.


.


BERSAMBUNG......


.


.

__ADS_1


.


...𝗛𝗮𝗶 𝗥𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀....! 𝗡𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮.... ! 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗲 + 𝗞𝗼𝗺𝗲𝗻 + 𝗦𝗵𝗮𝗿𝗲 + 𝗥𝗮𝘁𝗲 + 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝘆𝗮....! 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮.... ;🥰...


__ADS_2