Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 24


__ADS_3

Ditempat lain,


Raja kembali kerumah nya,ia tidak jadi pergi kekantor ayahnya karena merasa lelah, ia masuk kedalam. Didalam ia melihat kakak nya Gavin tengah duduk di sofa, ternyata Gavin sudah berada di rumah. Namun, Raja hanya menatapnya dan naik saja ke tangga.


"Raja! " Panggil Gavin. Raja berhenti menaiki tangga dan menoleh.


"Ada apa? " Tanya Raja.


"Kau tanya ada apa? " Ujar Gavin terlihat kesal dan menghampiri Raja. "Kenapa kau meninggalkan Lapas dan pekerjaan pekerjaan ini?? " Gavin melemparkan berlembar lembar kertas.


Raja menatap Gavin. "Maaf, tadi aku ada urusan... " Kilah Raja.


"Urusan?? Apa urusanmu bermain main dengan wanita tadi?? " Tanya Gavin geram.


Tanpa sebut nama Raja tau siapa yang dimaksud Gavin. "Kak Gavin! Jangan sesekali kau merendahkan Dara!! " Balas Raja sengit.


"Mengapa? Mengapa kau marah? " Ujar Gavin terkekeh. "Apa dia simpanan mu setelah kakaknya meninggal? "


"GAVINN!! " Raja mencekram kerah baju Gavin. "Sekali lagi kau bicara, maka aku akan... "


Raja tak meneruskan kata kata nya, rahangnya mengeras, tubuhnya memanas, matanya melebar, Gavin sungguh membuatnya marah. Raja sungguh marah dengan perkataan Gavin.


"Kau ingin memukul ku? Hm? Ayo kita lihat seberapa kuat dirimu! " Gavin ikut mencekram kerah baju Raja.


Bibi Lena asisten rumah mereka datang tergopoh gopoh melihat kedua majikan muda nya ingin berkelahi.


"Ya ampun, den Gavin, den Raja, jangan berantem terusss!!! " Ujar Bibi Lena khawatirdan berusaha melerai.


Raja masih menatap Gavin dengan sorot mata yang menyeramkan, Gavin terkekeh melihat Raja.


"Dua kali, Dua kali kau melakukan hal seperti ini, " Gavin menghentikan kata katanya.


"Karna Dira... Karna Dira nyawa Nadiya melayang!!! Dan saat ini kau membela adik wanita itu???? " Bentak Gavin.


Gavin seperti predator yang menangkap mangsanya, ekspresi Gavin berubah seketika setelah dirinya sendiri menyebut nama Nadiya.


"Itu bukan salah Dira!! Kau salah Gavin, salah besar!! " Balas Raja.


"Bukan aku tapi kau yang salah!! " Ucap Gavin yang hendak melayangkan pukulan.


"Den!!! Ya ampun!!! Berhenti Bibi mohon...! " Teriak Bibi Lena sambil berkaca kaca.


Gavin menghentikan tindakannya, sama seperti Raja, Gavin juga menganggap Bibi Lena seperti ibu mereka sendiri. Gavin menatap Bibi Lena lalu melepaskan Raja dan pergi ke kamarnya.


Bibi Lena menatap Gavin yang naik keatas, lalu melihat Raja yang terdiam ditempat. Sejenak Raja terdiam, lalu pergi dari tempatnya.


Raja tidak jadi masuk ke kamar nya, ia kembali keluar rumah.


"Den Raja, aden mau kemana?? " Tanya Bibi Lena sambil mengikuti langkah Raja.


"Raja nginap dirumah teman saja Bi, tolong kasi tau Mama jangan nunggu Raja ya, " Kata Raja seraya masuk ke mobil nya.


"Tapi den--"


Brom!!!! Brom!!!! Brom!!!!


Raja pergi tanpa mendengarkan kata kata Bibi Lena, ia sungguh kesal kepada Gavin, hatinya memanas.Ditengah perjalanan ia mengeluarkan ponselnya, lalu mengirim pesan di grup whatsapp yang ada Naren dan Samuel.


...𝘊𝘩𝘢𝘵 𝘞𝘩𝘢𝘵𝘴𝘢𝘱𝘱...


...𝗥𝗮𝗷𝗮 :...


...Kalian dimana? Apa bisa segera datang ke Cafe FreeT? ...


.... . . ...


...𝗦𝗮𝗺𝘂𝗲𝗹 :...


...Aku bisa, kebetulan sedang bosan dirumah...


...𝗡𝗮𝗿𝗲𝗻 :...


...Bisa, jam berapa? ...


...𝗥𝗮𝗷𝗮 :...


...Sekarang...


...𝗦𝗮𝗺𝘂𝗲𝗹 :...


...Oke, aku segera kesana...


...𝗡𝗮𝗿𝗲𝗻 :...


...Oke...


Raja menyimpan ponselnya dan pergi ke Cafe FreeT tempat mereka selalu hangout. Raja ingin menghilangkan kesalnya bersama teman temannya.


Sesampainya disana,

__ADS_1


Raja masuk dan langsung duduk dimeja paling sudut, ia memesan kopi dan meminumnya.


Beberapa saat kemudian Naren dan Samuel datang bersamaan, mereka langsung melihat Raja dan bergabung duduk.


"Hei Ja? Ada apa kau meminta kami kesini? " Tanya Samuel sambil melambai pada pelayan.


"Tidak ada, aku hanya bosan dirumah, " Ujar Raja berbohong, padahal ia kesal pada kakaknya yang sedang berada dirumah. Ia meminum kopinya dan menghempaskan gelas nya dengan kasar.


Samuel dan Naren saling memandang, mereka langsung paham apa yang membuat sahabat mereka itu kesal.


"Apa kau berkelahi lagi dengan kak Gavin? " Tanya Naren. Tak ada jawaban dari Raja, ia terdiam.


"Berarti dugaan kita benar Ren, " Ucap Samuel sumringah.


"Diamlah! " Bentak Raja kesal.


"Hei ayolah Raja, kenapa kau malah memarahi kami, " Ucap Samuel.


Pelayan itu datang membawakan pesanan Samuel dan Naren, mereka pun meminum minuman yang dibawakan pelayan itu, setelah itu mereka melanjutkan obrolan.


𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢? 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘪𝘮𝘱𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭?


𝘒𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘕𝘢𝘥𝘪𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨


𝘒𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘕𝘢𝘥𝘪𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨


𝘒𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘕𝘢𝘥𝘪𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨


𝘒𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘕𝘢𝘥𝘪𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨


𝘒𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘕𝘢𝘥𝘪𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨


PRANG!!!!!


Pengunjung Cafe merasa terkejut mendengar suara gelas pecah yang datang dari Raja, Raja melemparkan gelas yang ada di tangannya.


Naren dan Samuel tak kalah kaget, mereka terkejut dengan aksi Raja. Kata kata Gavin masih terngiang-ngiang dipikirannya, ia benar benar marah saat Gavin merendahkan Dara dan menuduh Dira yang tidak tidak.


"Raja ada apa dengan mu??? " Kata Samuel sedikit berteriak.


Salah satu pelayan langsung menghampiri Raja. "Maaf Tuan, anda tidak boleh menghancurkan properti pribadi disini... " Ucap pelayan itu.


"Maaf, aku akan menggantinya.. " Raja menyodorkan beberapa lembar uang. Pelayan itu heran dan mengambil saja uang itu lalu kembali bekerja.


"Ada apa denganmu? Bisa kau cerita kan pada kami? " Ucap Naren to the point.


Raja terdiam lagi.


Raja masih diam.


"Raja, tolong jangan pendam, kau akan terus merasa sesak jika memendamnya, " Nasehat Naren.


Beberapa saat kemudian...


"Sebenarnya... " Raja membuka suara. Ia lalu menceritakan kejadian yang terjadi dirumah nya, tentang perdebatan nya dengan Gavin.


"Gavin memang tidak pernah bisa mengalah padamu, " Komentar Gavin.


"Gavin salah, kenapa dia malah menyalahkan Dara... " Ketus Naren.


"Kau benar, sebelumnya maaf ya Raja mengatakan ini padamu, tapi seperti nya kau harus menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Nadiya supaya kakakmu tidak salah paham selama ini! " Usul Samuel.


"Aku... Belum bisa Sam.. " Lirih Raja.


Menyinggung kematian Nadiya, ia menjadi bingung.


"Yasudah, semua butuh waktu, jika kau masih kesal pada kakakmu, kau menginap saja dirumahku malam ini... " Kata Naren.


"Thanks ya Ren, Sam, kalian memang sahabat yang selalu ada... " Ucap Raja dengan tulus.


"Iya sama sama, " -Naren.


"Aku juga akan menginap dirumah mu Ren, aku bosan dirumah tidak ada orang, " Sahut Samuel jengkel.


"Baiklah jika itu mau mu, " Kata Naren sambil meminum minumannya.


Raja sangat senang teman yang selalu ada seperti Naren dan Samuel.


"Kalian tahu, aku bingung bagaimana mendapat hati Chelsea, " Ucap Samuel tiba-tiba curhat.


"Kau menyukainya? " Tanya Naren.


"Sepertinya begitu, " Jawab Samuel sambil memerhatikan Chat singkatnya dengan Chelsea.


"Hmm, bagaimana jika kau ajak dia berkencan? Itu pasti akan berhasil! " Usul Raja mendadak melupakan sejenak masalahnya.


"Tapi aku takut dia tidak mau dan memandangku aneh.. " Ucap Samuel cemas.


"Coba saja dulu, jika tidak dicoba, maka kau tidak akan tahu.. " Kata Naren.

__ADS_1


"Hmm baiklah, trimakasih sarannya, " Ucap Samuel.


Mereka melanjutkan obrolan mereka.


...Keesokan harinya...


Dara datang ke kampus dengan perasaan senang, ia terus menatap tangannya, sebuah gelang berwarna hitam bermanik manik putih menempel ditangannya.


Gelang yang manis itu pemberian dari Mama nya tadi malam.


Flashback on.


Setelah pulang dari pertemuan nya dengan Rayden Xavier, dan setelah ia melihat ibunya, Dara mandi dan turun kebawah.


Mamanya masih belum pulang, ia menunggu mamanya pulang kerja, jam menunjukkan pukul 22.30. Mamanya masih belum pulang juga. Dara sedang menunggu mamanya makan malam.


"Non Dara, Non makan saja duluan, mungkin Nyonya masih lama pulangnya... " Usul Bibi ijah.


"Tidak apa apa Bi, akan Dara tunggu, Bibi tidur saja duluan.. " Ucap Dara sambil tersenyum.


"Tapi Non--"


"Tidak apa apa Bi, Bibi tidur saja duluan, Dara masih mau nunggu Mama, " Ucap Dara.


"Baiklah Non, tapi jika Nyonya belum pulang juga sebentar lagi Non janji ya buat makan? " -Bibi ijah.


"Iya iya Bi, nanti Dara makan... " -Dara.


Bibi ijah memandangi Dara lalu masuk kekamar nya, Bibi ijah seorang janda dan tidak memiliki anak, jadinya ia tinggal dirumah Dara supaya tidak bolak balik bekerja.


Tepat jam 23.00, Nyonya Rosa pulang, ia melihat Dara tertidur di meja makan. Ia langsung menghampiri Dara dan membangunkan nya.


"Dara, Dara sayang, kenapa kau tidur disini?? " Tanya Nyonya Rosa.


Dara terbangun. "Mama? Mama baru pulang? " Tanya Dara sambil mengucek ucek matanya.


"Iya Dara, kenapa kau tidur disini? " Tanya Nyonya Rosa.


"Dara nungguin Mama buat makan malam... " Kata Dara sambil tersenyum manis.


"Ya ampun Dara, kau tidak perlu menunggu Mama sayang, " Ucap Nyonya Rosa sambil mengelus rambut Dara.


"Dara kan pengen makan malam sama Mama, " Ucap Dara lagi.


"Baiklah sayang, ayo kita makan, " Ajak Nyonya Rosa, Dara mengangguk.


Lalu mereka makan bersama.


"Oh iya Dara, Mama punya sesuatu buat Dara, " Ucap Nyonya Rosa.


"Benarkah? Apa itu?? " Tanya Dara inisiatif.


"Lihat ini, tadi Mama membeli nya, " Nyonya Rosa mengeluarkan sebuah gelang hitam bermanik menik putih, sangat cantik.


"Bagus sekali Ma! Terimakasih ya!! " Dara memeluk mamanya dengan penuh kasih sayang.


"Sama sama sayang, " Nyonya Rosa membalas pelukan Dara.


Flashback off.


Dara mengecup gelang pemberian Mamanya itu, ia sangat senang, gelang yang biasa itu sangat berharga baginya.


"Dara!!! " Seseorang memanggil Dara, Dara menoleh kearah suara itu. Ternyata itu Raja, Dara tersenyum pada Raja.


"Hai Dara, selamat pagi, " Sapa Raja.


"Pagi juga, " Balas Dara seraya berjalan diikuti Raja.


"Dara, apa hari ini kau kekantor Ayahku? " Tanya Raja.


"Sepertinya tidak, untuk berkas kemarin Sekretaris Mamaku yang akan mengantarkan nya pada kakakmu, " Jelas Dara. Raja lega karena Dara tidak kekantor Ayahnya yang berarti akan bertemu dengan Gavin. Ia bisa melihat bahwa Gavin tidak menyukai Dara.


"Dara, kau duluan saja ke kelas, " Ucap Raja.


"Kenapa? Kau mau kemana? " Tanya Dara.


"Aku akan menyiapkan sesuatu untuk rapat basket, " -Raja.


"Oh baiklah, " -Dara.


"Jangan lupa latihan nanti siang ya! " Kata Raja. Dara hanya tersenyum dan mengangguk.


.


.


BERSAMBUNG.......


.

__ADS_1


.


...𝗛𝗮𝗶 𝗥𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀...! 𝗡𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮...! 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗲 + 𝗞𝗼𝗺𝗲𝗻 + 𝗦𝗵𝗮𝗿𝗲 + 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 + 𝗥𝗮𝘁𝗲 𝘆𝗮...! 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮...! 🥰...


__ADS_2