Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 9


__ADS_3

"Mama, ibu, aku pulang... " Dara masuk ke rumah nya.


"Dara ayo sini!! " Teriak Nyonya Rosa dari ruang makan. Dara berlari kecil.


"Wahh Mama masak ya? " Tanya Dara.


"Tidak sayang, ibu mu lah yang memasaknya, " Nyonya Rosa tersenyum.


"Benarkah? Dara liat dulu ya, oiya Chelsea masih di luar Ma, suruh masuk aja dulu ya, " Kata Dara seraya kedapur. Nyonya Rosa tersenyum lagi, lalu ia keluar melihat Chelsea.


"Chel, ayo masuk dulu nak, kita makan yok! " Ajak Nyonya Rosa.


"Ehm tidak perlu tante, tidak usah repot, " Chelsea tidak enak hati.


"Siapa yang repot? Ayolah, kamu ini ada ada aja, sini masuk! " Desak Nyonya Rosa.


"Baiklah tante, " Chelsea masuk.


Di dapur Dara melihat ibunya sedang menyiapkan makanan untuk nya. Dara terharu melihat ibunya sudah kembali tersenyum dengan cantik, sudah beberapa hari ibunya hanya menangisi Dira. Dara mendekati ibunya dan memeluknya.


"Ibu... ibu sedang memasak apa? " Tanya Dara sambil memeluk ibunya.


"Ehh Dara, ini ibu sedang memasak makanan untukmu, kau akan memakannya kan? " Tanya Nyonya Nia.


"Tentu saja, sini Dara yang bawa, " Dara membawa makanan nya kemeja makan. Dimeja makan ada Nyonya Rosa dan Chelsea.


Setelah menyiapkan meja makan dan membawa makanan kemeja, mereka makan bersama. Bahkan Bi ijah juga ikut makan, mereka berlima makan bersama.


"Bagaimana hari pertama sekolah mu Dara? " Nyonya Nia memulai pembicaraan.


"Ehmm baik bu, semua berjalan lancar, " Jawab Dara.


"Apa kau mendapat teman? Apa mereka menjahili mu? " -Nyonya Nia.


"Tidak ibu, mereka baik semua, " -Dara.


"Tidak mungkin mereka menjahili Dara mbak, Dara akan memgamuk seperti singa, " Nyonya Rosa terkekeh.


"Siapa bilang Dara kayak singa, " Sangkal Dara.

__ADS_1


"Yee kamu emang kayak singa Dar, " Tambah Chelsea sambil tertawa.


"Nggak ya, " Kilah Dara.


"Ah sudah sudah, iya Dara ngga seperti singa, tapi manis seperti kucing iya kan? " Nyonya Nia mengelus rambut panjang Dara.


"Tidak juga bu, Dara hanya manusia biasa, " Ucap Dara dengan nada pelan. Nyonya Nia memandangi putrinya itu, sedangkan Nyonya Rosa hanya tersenyum. Ia sudah terbiasa mendengar kata kata Dara yang begitu dalam.


𝘛𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘸𝘢𝘴𝘢.


Batin Nyonya Nia.


Mereka melanjutkan makan siang.


* * * * *


Ditempat lain. Dirumah Raja, sedang ada tamu, yaitu klien kerja Mama nya Nyonya Diana Alderick. Nyonya Diana berkerja sebagai disainer yang cukup terkenal dikalangan perindustrian pakaian. Setiap hari Nyonya Diana pasti menerima pesanan pakaian yang banyak.


Usaha Nyonya Diana sudah sangat berkembang, selain Nyonya Diana yang bekerja, Papa Raja yang bernama Harry Alderick juga memiliki bisnis yang sangat berkembang. Kedua orang tua Raja sangat sibuk setiap harinya sampai sampai jarang memiliki waktu dirumah.


Jam sudah menunjukkan pukul 16.00, Raja baru saja pulang dari kampus, ia sengaja berlama lama di kampus karena merasa tak betah di rumah. Di rumahnya selalu kosong, hanya ada Bi Lena asisten rumah tangga mereka yang selalu menghuni rumah.


"Hey, apa dia putra mu? " Kata Klien Nyonya Diana.


"Iya, ini putra ku nama nya Raja, " Kata Nyonya Diana sambil mengelus tangan anaknya itu.


"Putra mu sangat tampan, bagaimana jika kita jodohkan anak anak kita? " Ucap nya sambil tertawa. Terlihat seperti sebuah lelucon, tapi Raja benar benar tak suka hal seperti ini.


"Ma, Raja masuk dulu, " Ucap Raja spontan. Nyonya Diana tersenyum kikuk.


"Maafkan anak saya ya Pak, " Kata Nyonya Diana dengan malu.


"Tidak apa apa, maklum lah anak anak, ayo kita berangkat! " Ajak nya.


𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘰𝘥𝘰𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘰𝘥𝘰𝘩𝘢𝘯, 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘪𝘯!


Batin Raja kesal.


"Sebentar ya... Ehmm Raja! " Panggil Nyonya Diana. Raja yang berada di tangga langsung berhenti melangkah.

__ADS_1


"Iya Ma? " Sahut Raja.


"Tolong beritahu Bibi Lena, kalau ruang kerja Mama harus di vakum lagi " Kata Nyonya Diana.


"Oke Ma, " Raja kembali naik keatas. Sedangkan Nyonya Diana pergi.


Dikamar Raja terbaring di kasurnya, Raja memejamkan matanya. Tiba-tiba wajah Dara telintas di pikiran nya, Raja langsung membuka matanya. Ia langsung teringat akan hadir nya Dara dalam kehidupannya.


𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨? 𝘈𝘱𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬𝘬𝘶? 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘋𝘪𝘳𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘋𝘪𝘳𝘢? 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯... 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪...


Batin Raja.


Raja selalu berharap sekali saja Dira datang dan melihat kondisinya tanpa kehadiran Dira. Hidup Raja dulunya hanya kehidupan anak anak yang tanpa kasih sayang kedua orang tua dikarenakan orang tua Raja yang sibuk setiap harinya.


Namun, setelah kehadiran Dira, hidup Raja jadi lebih bermakna, hari hari Raja dipenuhi dengan warna berkat Dira, namun sayang nya, orang tua Raja seringkali tak suka melihat kebersamaan nya dengan Dira. Itu selalu membuat Raja prustasi, tetapi sekarang Dira bahkan menghilang untuk selamanya.


Raja juga teringat tentang kematian sabahat masa kecilnya beberapa tahun lalu sebelum ia mengenal Dira. Seringkali saat ia mengingat teman masa kecilnya, ia selalu mengusir kenangan itu dari pikirannya. Raja berpikir, setiap orang yang masuk dalam kehidupannya selalu pergi meninggalkan nya, terkadang Raja selalu putus asa.


Tiba-tiba saja perut Raja berbunyi, ia langsung teringat jika dia belum makan, segera ia mengganti baju nya dan turun kebawah. Dibawah sudah ada Bi Lena yang sedang membereskan meja makan.


"Bi, bibi masak apa? " Tanya Raja seraya duduk.


"Ini den, bibi masak ikan pepes , " Jawab Bi Lena.


"Wahh keliatan nya enak bi, Raja makan dulu ya, " Raja terlihat berselera.


"Iya den, aden makan aja, habiskan ya den, " Ucap Bi Lena sambil tersenyum. Bibi Lena sudah bertahun-tahun bekerja dirumah keluarga Alderick, bahkan bibi Lena lah yang menyaksikan pertumbuhan Raja.


"Oiya bi, tadi Mama bilang ruang kerja nya di vakum ya, " Kata Raja dengan mulut penuh nasi.


"Baik den, " Bibi Lena pergi.


𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢....


Batin Raja.


BERSAMBUNG.......


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰

__ADS_1


__ADS_2