
Brakkk!!!
Dara melempar tasnya ke sembarang tempat dengan kasar.
𝘏𝘶𝘩! 𝘔𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪, 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶? 𝘤𝘪𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯.
Batin Dara
"Dara, Mama tadi... Hei! " Nyonya Rosa kaget melihat kamar Dara seperti kandang sapi.
"Kenapa kamar mu berserakan? " Sambung Nyonya Rosa.
"Maaf Ma, nanti Dara bersihkan... " Dara menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Apa kau sedang kesal? " Nyonya Rosa mengetahui mood Dara yang turun.
"Tidak Ma, Dara gapapa, "
"Ya sudah, Mama mau bilang hari ni Mama ada rapat penting, jadi nanti jangan tungguin Mama ya, makan aja dengan ibumu, mengerti? " Jelas Nyonya Rosa.
"Baik Ma, "
"Anak pintar, " Nyonya Rosa mengecup dahi putrinya itu. "Dan jangan lupa bersihkan kamarmu, sampai jumpa sayang... " Nyonya Rosa pergi keluar kamar Dara.
Lalu Dara pun masuk kekamar mandi dan membersihkan diri.
...Di tempat lainn.......
"Chelsea! "
Chelsea berbalik dan tersenyum tipis melihat orang yang memanggilnya itu.
"Hai Sam, " Sapa Chelsea seraya duduk di meja yang tadi Samuel duduki. "Sudah lama menunggu? "
"Tidak terlalu, mau pesan apa? Aku yang bayar, " Ucap Samuel.
"Emm steak aja, "
"Minum? "
"Cola, "
"Mas, streak sama cola ya, dua porsi, " Teriak Samuel.
"Oiya, kamu kerja dimana Chel? " Samuel membuka pembicaraan.
"Aku ada di DetekSwas LN, pindah kerja ke sini7, " -Chelsea.
"Wah, keren ya, kamu pasti hebat, " -Samuel.
"Hanya menjalankan tugas, " -Chelsea
"Apa kamu sudah punya pacar? " -Samuel.
Chelsea nyaris tersedak mendengar pertanyaan yang terlalu to the point itu. Namun ia berusaha santai.
"Tidak bagaimana denganmu? " Chelsea berbasa-basi dengan berondong dihadapannya itu.
"Belum, mungkin takdir memintaku untuk menunggumu, " Samuel menyunggingkan senyuman manis nya yang membuat Chelsea terhipnotis.
𝘚𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘤𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪!
Batin Chelsea.
...Di rumah Dara......
"Ibuuu... " Dara berlari kecil kekamar ibunya. Ia melihat ibunya yang sedang tertidur dikamar.
"Ibu, ayo kita makan! " Ajak Dara dengan lembut pada ibunya.
"Emmm Dara, ibu tidak lapar, kamu saja yang makan ya, " Ucap Nyonya Nia.
"Tidak bu, Dara tidak akan makan sebelum ibu makan, " Dara mengancam Nyonya Nia.
__ADS_1
"Dara jangan seperti ini... " -Nyonya Nia.
"Ibu yang jangan seperti ini, ibu harus makan, " Ucap Dara dengan perasaan sedih dan menunduk.
"Baiklah ibu akan makan, kau jangan sedih oke? " Nyonya Nia bangkit dari tidur nya.
"Iya ibu, ayo! " Dara menuntun Nyonya Nia ke meja makan dan mereka makan bersama.
...Di suatu tempat.......
"Aaaaaaa!! Sakit lepaskan!!! " Seorang wanita tengah menangis dan memohon ampun.
Rambutnya tengah ditarik seorang pria dengan kasar.
"Kau mencoba kabur? Hm? Jika sekali lagi kau mencoba kabur maka aku tidak akan segan segan untuk membunuhmu?! " Ancam pria itu.
"Tolong lepaskan aku! Apa salahku padamu, hiks hiks, " Wanita itu terus memohon, dia sudah sangat mengurus karna terlalu lama di kurung.
"Kau pikirkan saja apa kesalahan mu dasar wanita tidak tahu diri! " Pria itu membentur kan kepala wanita itu kelantai hingga berdarah.
"Hiks hiks, lepaskan aku tuan, tolong lepaskan aku... " Wanita itu menyatukan tangan dan mengiba.
Namun pria yang mengurung nya itu telah di kuasai iblis hingga hatinya beku dan rasa kemanusiaan nya telah lenyap.
"Jika dia berusaha kabur lagi, kau, tembak saja kepalanya, " Ucap pria itu pada anak buah nya.
"Ba-baik tuan.. " Anak buah nya terlihat gemetaran.
...Keesokan harinya...
Dara berjalan menyusuri lorong-lorong kampus dengan pelan dan menikmati suasana pagi yang sangat ia sukai.
"Daraaa!! " Dara berhenti dan berbalik. Dara melihat Naren menuju kearah nya sambil berlari lari kecil.
"Ada apa? " Tanya Dara dingin.
"Tidak ada, ayo ke kelas bersama," Ajak Naren, Dara mengangguk.
Saat mereka berjalan mereka melihat suatu kejadian.
"Ambil aja nih! " Mereka berlima tengah mempermainkan mahasiswi itu.
"Siapa itu? " Tanya Dara pada Naren.
"Itu Vion, mahasiswa yang suka mengganggu orang, " Ucap Naren. "Dan wanita itu, aku tidak kenal" Sambung Naren, jujur ia tak terlalu mengenal setiap mahasiswa/i yang berada di kampusnya.
Tiba-tiba Dara berjalan menghampiri kegaduhan itu.
"Dara tunggu! " Naren mengikuti Dara.
Vion hendak melempar kacamata mahasiswi itu, dan seketika...
Hup!
Dara menangkap nya, ia menunjukkan tatapan mautnya pada Vion dan 4 orang lainnya, Dara menarik tangan Mahasiswi itu ke sisinya dan memberikan kacamata itu.
"Pergilah, dan jangan pernah temui iblis seperti dia lagi, " Dara berbicara pada mahasiswi itu sambil menunjuk Vion. "Mengerti? " Tanya Dara.
Mahasiswi polos itu mengangguk dan pergi, Dara hendak pergi juga.
"Heh! Berhenti! " Vion memegang bahu Dara. Dara menatap tajam lalu menepis tangan Vion.
"Jangan pernah menyentuhku dengan tangan menjijikkan mu itu! " Bentak Dara.
"Ouh berani sekali kau, kau tidak tau sedang berbicara dengan siapa? " Ucap Vion.
"Tentu saja aku tau, kau adalah pria yang tidak berperasaan tidak memiliki hati nurani dan suka mengacaukan orang lain! " Kata Dara.
"Berani sekali kau! " Vion hendak maju.
"Hentikan langkahmu! " Bentak Naren. "Jangan pernah menyentuh Dara atau kau akan merasakan akibatnya! " Ucap Naren.
"Ouh jadi kau pacarnya? " Vion terlihat mengejek.
__ADS_1
Dara yang malas langsung pergi begitu saja meninggalkan Naren dan Vion. Naren seketika mengikuti langkah Dara.
𝘔𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘢𝘸𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪𝘢!
Batin Vion.
...Dikelas...
Kelas hendak di mulai, tapi ada yang aneh, Dara tidak melihat Raja. Dara merasa bingung, biasanya anak itu datang lebih awal dan suka menjahili Dara, tapi hari ini ia tidak masuk.
Jujur Dara merasa kehilangan, ia terus berpikir kemana Raja pergi. Samuel dan Naren masuk, disusul dengan Naomi yang juga sudah masuk kelas. Tapi Raja tak kunjung datang.
𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘚𝘢𝘮𝘶𝘦𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘕𝘢𝘳𝘦𝘯?
𝘈𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘢𝘯𝘦𝘩 𝘢𝘯𝘦𝘩
𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯...
𝘌𝘮𝘮𝘮 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢...
𝘈𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯.
Dara bergulat dengan batinnya.
Saat hendak bertanya...
Tut tut tut
Ponsel Dara berbunyi, Dara membaca nama yang tertulis di ponselnya, Chelsea yang menelponnya. Kadang Dara heran kenapa disaat kelas Chelsea selalu menelpon.
Naren, Samuel dan Naomi bersamaan menatap Dara.
"Emm permisi... " Dara bangkit dari kursinya dan agak menjauh.
Ia takut nantinya Chelsea akan membahas penyelidikan dan teman temannya mendengarnya. Makanya ia sedikit menjauh.
"Halo Chel ada apa? "
"𝘋𝘢𝘳, 𝘧𝘪𝘭𝘦 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘬𝘶𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘴𝘰𝘳𝘦 𝘺𝘢, 𝘮𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘷𝘦"
"Oh iya, nanti aku kesana"
"𝘔𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘺𝘢 𝘋𝘢𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘪𝘯, "
"It's okay, nanti lagi ya, kelas akan segera di mulai, "
"𝘖𝘬𝘦"
Tut tut tut
𝘏𝘶𝘩! 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯.
Batin Dara.
Dara duduk di kursinya.
"Eh kalian tau tidak? Kau dengar Raja di jodokan, makanya dia tidak datang! " Ucap Samuel.
"Apa?! " Dara terkejut.
.
.
.
BERSAMBUNG....
.
.
.
__ADS_1
...𝗛𝗮𝗶 𝗥𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀....! 𝗠𝗮𝗮𝗳 𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘂𝗽, 𝗦𝗶𝗯𝘂𝗸 𝗯𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁 𝘀𝗼𝗮𝗹𝗻𝘆𝗮. 𝗦𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗥𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗴𝗲𝗹𝗮𝗽 𝗟𝗼𝘃𝗲𝗿𝘀 𝗻𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵 𝘆𝗮. 𝗜𝗻𝘀𝘆𝗮𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗼𝗮𝗶𝗻 𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻 𝘂𝗽. 𝗡𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮.... ! 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗲 + 𝗞𝗼𝗺𝗲𝗻 + 𝗦𝗵𝗮𝗿𝗲 + 𝗥𝗮𝘁𝗲 + 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝘆𝗮....! 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮.... ;🥰...