Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 6


__ADS_3

"Dira? " Ucap pria itu.


Dara langsung melepas pelukan pria itu, itu membenarkan posisinya. Pria itu masih memandangi Dara.


"Kau? Dira? " Ucapnya lagi. Dara menggeleng.


"Tidak, aku bukan Dira aku Dara, " Ucap Dara lalu hendak pergi.


"Tunggu, kenapa wajahmu mirip Dira? " Tanya pria itu. Dara tak menghiraukan dan pergi saja.


Pria itu memandangi kepergian Dara, ia masih heran.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜‹๐˜ช๐˜ณ๐˜ข? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜‹๐˜ช๐˜ณ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ ๐˜‹๐˜ช๐˜ณ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


Batin pria itu.


Ia langsung berlari kearah jalan Dara tadi, namun Dara menghilang. Pria itu masih mencari cari nya di sekitar ruangan ruangan kelas.


Sementara di tempat Dara, Dara masuk ke ruang kepala sekolah tak jauh dari ia bertemu pria tadi. Dara berniat meminta bantuan kepada kepala sekolah agar merahasiakan indentitas sebagai anggota penyidik walau masih magang.


"Baik Dara, kami akan merahasiakan indentitas mu itu, " Ucap kepala sekolah.


"Terimakasih atas kerja sama nya Bu, " Kata Dara.


"Tapi kenapa kau ingin menyembunyikannya? Bukankah itu suatu kebanggaan? " Tanya kepala sekolah.


"Bukan seperti itu Bu, saya hanya tak ingin menjadi bahan perhatian, saya tak ingin menimbulkan pertanyaanยฒ , dan juga tak ingin dianggap hebat, " Ucap Dara, walau tujuannya supaya pelaku pembunuhan itu tidak berwaspada atas dirinya.


"Wah, kamu sangat murah hati Dara, baiklah, Ibu bangga mendapat murid seperti dirimu, " Puji kepala sekolah. Dara hanya tersenyum tipis.


"Jangan seperti itu Bu, " Ucap Dara canggung.


"Oh iya, ibu tidak pernah tau Dira punya saudara kembar, " Ucap kepala sekolah.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ.


Batin Dara.


Disaat Dara dan kepala sekolah tengah berbicara, lewat lah pria yang tadi di temui Dara. Ia melihat Dara diruang kepala sekolah, ia berhenti dan melihat dengan seksama.


Ia melihat Dara sedang berbicara kepada kepala sekolah Bu Hani sekaligus adik ayahnya yaitu tantenya.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข?


Batin pria itu.


Pria itu langsung menerobos masuk kedalam ruangan tanpa takut sedikit pun. Dara heran melihat nya, terlihat sedikit kesal di wajah Dara, karena ia yakin pria itu mengikutinya.


"Ada apa Bu? Kenapa dengan dia? " Tanya Pria itu dengan santainya.


"Eh Raja, dia siswi baru disini, " Ucap Bu Hani kepada Raja.

__ADS_1


"Ohh, kenapa wajahnya mirip sekali dengan Almarhum Dira Bu? " Tanya Raja lagi. Karena walau ia bertanya langsung pada Dara, Dara tak akan menjawab nya


"Karena dia saudara kembar nya Dira, " Jelas Bu Hani, Raja menunjukkan raut wajah terkejut.


"Apa? Dira punya saudara kembar? " Tanya Raja kaget.


"Iya, ini namanya Dara, " Bu Hani terseyum kearah Dara.


"Permisi Bu, saya ke kelas dulu, " Dara langsung keluar. Raja melihat Dara, lagi lagi ia mengikuti Dara.


"Tunggu! " Raja mengejar Dara. Dara tak mendengarkan nya, ia terus berjalan.


"Dara tunggu! " Raja memegang pergelangan tangan Dara. Dara menatap tangan Raja yang sedang memegang tangannya.


Raja langsung mengerti dan melepaskan nya. "Maaf Dara, " Ucap Raja. Dara terdiam.


"Kenapa kau mengejarku? " Tanya Dara dingin.


"Aku ingin tahu, apakah kau benar benar adik Dira? " -Raja.


"Apa pernyataan Bu Hani kurang jelas untukmu? " -Dara.


"Bukan seperti itu... " -Raja.


"Lalu? " -Dira.


Raja terdiam, ia tak menyangka Dara sedingin ini, ia sangat tegas. Sangat berbeda dengan Dira. Dira cenderung lebih ramah dan perhatian, sementara Dara, sangat cuek dengan sekitarnya dan terbilang sangat dingin.


Dara hendak pergi lagi.


"Aku ingin masuk ke kelas" Kata Dara.


"Bisa aku mengantar mu? " Tawar Raja.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri, " Kata Dara ketus.


"Tapi kau... " Belum sempat Raja menghabiskan kata katanya Dara menyela.


"Sudah cukup! Jangan ganggu aku, aku tak ingin bertemu dengan mu lagi, " Ucap Dara seraya meninggalkan Raja.


"Tapi Dara...! " Saat Raja berusaha mengejar Dara lagi salah satu teman Raja mencegat nya.


"Raja, kau mau kemana? " Tanya Naren. Raja terdiam sejenak.


"Tidak, tidak ingin kemana mana, " Ucap Raja.


"Ke lapangan yok, Samuel sudah menunggu, " Kata Naren. Raja hanya mengangguk dan mengikuti Naren.


Raja Ananda Alderick, adalah keponakan dari kepala sekolah kampus Universitas Valdezh. Raja adalah seorang yang murah hati dan sangat baik, Raja banyak diminati kaum wanita di kampus.


Namun Raja tak pernah menanggapi nya, di hati nya hanya ada satu wanita yang telah kini di ambil Tuhan, yaitu Dira. Sejak kematian Dira, Raja seperti putus harapan.

__ADS_1


Raja selalu termenung ntah memikirkan apa. Raja menyukai Dira sejak ia dan Dira menjadi teman saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus. Raja menyukai Dira apa adanya, Dira seorang wanita yang lembut dan perhatian, walau penampilan Dira biasa biasa saja.


Otak Dira juga tak pintar pintar amat, namun kesederhanaan itulah yang disuka seorang Raja. Sebelumnya Raja ingin mengungkapkan perasaan nya pada Dira, namun kejadian kejadian yang menimpa Dira membuat Raja mengurungkan niatnya.


Seringkali Raja selalu melihat Dira dipukuli oleh beberapa orang misterius, Raja selalu khawatir akan keselamatan Dira karena Dira selalu di aniaya oleh orang tak di kenal.


Hari hari sebelumnya Raja lah yang selalu melindungi Dira, walau dirinya tak sehebat pria pria tangguh diluar sana, tapi Raja tetap menguatkan tekadnya untuk melindungi Dira.


Namun, sejak kematian Dira membuat nya putus harapan, Raja merasa bodoh karena tak bisa menjaga gadis pujaan hatinya itu. Seminggu terakhir Raja kebanyakan termenung akan Dira.


Raja selalu terbayang akan kehadiran Dira, ia selalu teringat saat wajah cantik Dira sedang tertawa, saat Dira sedang cemberut, saat Dira sedang menangis, dan saat Dira sedang bersenda gurau.


Raja merindukan hari hari itu, hari hari kebersamaan nya dan Dira, Raja selalu berharap bahwa Dira akan kembali padanya. Kehadiran Dara membuat harapan nya kembali hidup, walau Dara bukannya Dira, namun setidaknya Dara bisa mencerminkan Dira.


Walau terlihat dari Dara sangat berbeda dari sosok Dira yang ceria, Dara cenderung lebih pendiam dan dingin, sangat berbeda dari Dira.


Kembali ke masa kini. Raja masih memandangi Samuel dan Naren bermain basket, sudah seminggu ini ia tak ikut serta dalam permainan basket bersama teman-teman nya. Teman temannya juga sudah muak mengajak Raja untuk ikut serta.


Beberapa saat kemudian bel berbunyi dan menghentikan permainan mereka.


"Ayo kita masuk! " Ajak Samuel sambil mengacak-acak rambutnya.


Setelah itu Raja Naren dan Samuel masuk ke kelas bersama sama. Di kelas mereka sedang berbicara satu sama lain, kelas Raja riuh dengan suara suara yang sedang bercerita.


Di kelas belum ada guru, itu sebabnya mereka bisa leluasa bercerita sana sini.


"Eh tau gak? Ada murid baru di kelas kita, " Ucap Ana pada Dina.


"Benarkah? Siapa? " Tanya Dina kepo.


"Belum tau juga, tapi katanya pindahan dari luar negeri, " Kata Ana.


"Wahh pasti pintar, " Ucap Jia mengikuti pembicaraan ini. Samuel yang telinganya lebar pun langsung mendengar ocehan Ana tentang murid baru.


"Apa bener ada murid baru? " Tanya Samuel pada Naren.


"Mana aku tau, " Sahut Naren cuek.


Naren memang pria yang cuek dan tak banyak berbicara. Sangat berbeda dengan Samuel yang cenderung lebih cempreng dan banyak omong. Raja juga mendengar beberapa siswa-siswi membicarakan tentang murid baru.


๐˜”๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ? ๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ...


Batin Raja.


Tiba tiba Bu Lilis dosen mereka memasuki ruangan, semua siswa-siswi lansung duduk di kursi mereka masing-masing. Bukannya melihat Bu Lilis, mereka malah fokus memerhatikan siswi yang mengikuti nya dari belakang.


Benar saja rumor yang beredar, ada murid baru di kelas mereka, semua memandangi siswi itu dengan tatapan heran, termasuk Raja.


"Perkenalkan anak anak, dia murid baru di kelas kita.. " Ucap Bu Lilis.


"Dara? " Lirih Raja.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


๐— ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ, ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—น๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ ๐—ท๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ธ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐Ÿฅฐ


__ADS_2