Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 19


__ADS_3

Dara menatap Raja, ia memandang aneh pria disamping nya itu.


"Apa kau tidak mau berubah pikiran dan pergi denganku? " Tanya Raja. Dara memalingkan wajahnya.


"Tidak, lupakan saja! " Kata Dara.


"Hei Dara ayolah...! Ini hanya pesta dansa, " Desak Raja. "Memangnya di sekolahmu dulu tidak ada pesta dansa? "


"Hm... " Dara terlihat berpikir. "Iya ada, tapi aku tidak suka! "


"Kalau begitu kali ini kau pasti suka! Jadi ayo ikut denganku...! " Ucap Raja dengan nada mendesak.


"Sudah kubilang aku tidak mau, kenapa kau mendesak ku? " Kata Dara kesal.


"Aku hanya mengajak mu dan kau pasti suka. Ayolah...! " Kata Raja lagi.


Kali ini Dara hanya mendegus kesal melihat tingkah Raja seperti anak kecil. Tak lama kemudian bis yang ditunggu Dara datang, Dara bangkit dari duduknya dan memasuki bis itu, sementara Raja hanya menatapnya.


"Aku duluan, kau pulanglah! " Ucap Dara akhirnya.


Raja tersenyum manis. "Iya, kau hati hati! "


Dara hanya diam lalu masuk dan duduk, bis pun berjalan dan meninggalkan halte. Sedangkan Raja masuk ke mobil nya dan pulang.


***********


Jam menunjukkan pukul 15.30 . Sepulang kampus tadi Raja bukannya pulang tapi malah pergi hangout kerumah Samuel bersama Naren juga. Mereka bertiga berkumpul disana.


"Huammmmm, aku sangat bosan bermain game! " Keluh Samuel sambil meletakkan ponselnya.


"Kau benar Sam! Aku juga sangat bosan, " Tambah Naren.


"Bagaimana kalau kita makan diluar? Cafe GreenWhite yang lagi banyak disukai? " Usul Raja.


"Ide bagus! Ayo pergi! " Ajak Samuel semangat. Sedangkan Naren hanya mengikuti ulah temannya.


Mereka bertiga pergi mengendarai mobil milik Raja dan tancap gas ke Cafe GreenWhite. Sesampainya di Cafe...


Mereka mencari kursi yang pas lalu duduk, mereka memanggil pelayan dan memesan.


"Katanya Cafe ini banyak penyuka... " Kata Samuel.


"Aku juga mendengar kabar itu, " Tambah Raja.


"Kita lihat seenak apa makanan nya...! " Kata Naren.


Beberapa saat kemudian makanan mereka sampai, mereka mulai mencicipi nya, dan mereka bertiga sangat puas dengan makanan nya yang sangat enak. Tak heran jika penyuka nya banyak.


"Waw! Makanan ini sangat enak! " Seru Samuel.


"Kau benar Sam! Ini sangat enak... " Tambah Raja. Naren menganggukkan kata kata temannya.


Mereka sangat menikmati makanan di Cafe GreenWhite, setelah makan mereka menyeruput teh yang tersedia di Cafe, makanan Cafe nya tak terlalu mahal namun makanannya enak. Sungguh Cafe yang patut di puji.


Saat mereka tengah meminum teh, pintu Cafe terbuka, menampakkan sosok wanita yang cantik, elegan, dan berpendidikan tengah masuk kesana. Wanita itu menyita perhatian sebagian besar pelanggan, kecuali Raja dan kedua temannya yang sibuk terkantuk-kantuk.


Wanita itu adalah Chelsea, Chelsea keluar markas rahasianya karena lelah bekerja seharian, ia ingin mencari makan dikota lalu singgah ke Cafe GreenWhite.


"Sebentar, aku ingin mengambil teh lagi, " Kata Samuel sambil beranjak dari kursinya.


Saat berjalan perhatian Samuel tak fokus ke jalan, karna lelah dan mengantuk, ia hanya sibuk menguap.


BRAKKK


Samuel bertabrakan dengan wanita cantik yang tak lain adalah Chelsea.


"Astaga? Sialan! Apa yang kau lakukan? Kenapa tidak melihat jalanmu saat berjalan? " Ujar Chelsea marah karena pakaian nya jadi kotor.


Bukannya minta maaf dan membersihkan baju Chelsea, Samuel malah terpaku melihat Chelsea, ia sangat kagum melihat kecantikan dan kemolekan Chelsea.


"Hey? Dasar payah! Kau malah bengong? Menyebalkan sekali! Huh! " Kata Chelsea geram dan hendak pergi.


"Tunggu tunggu! Aku akan membersihkan pakaian mu...! " Akhirnya Samuel mengeluarkan suaranya. Samuel menarik tangan Chelsea.

__ADS_1


"Lepaskan tanganku! " Chelsea menepis tangan Samuel. "Dan tidak perlu menolong ku! Sudah basi! " Cecar Chelsea.


"Ayolah...! Tidak usah marah begini, aku tidak sengaja. Maafkan aku Nona, " Samuel menyunggingkan senyuman manisnya yang membuat banyak orang terhipnotis termasuk Chelsea.


"Berhentilah tersenyum! Kau pikir dengan senyummu pakaian ku kembali kering? " Ucap Chelsea sewot.


"Aku minta maaf, sebagai permintaan maafku, bagaimana jika aku mentraktir mu makan? " Tawar Samuel.


"Tidak tidak perlu! Aku masih mampu membayar makanan ku sendiri! " Kata Chelsea.


"Ayolah Nona? Ini bukan rasa kasihan ku padamu, tapi sebagai permintaan maafku. Bagaimana? " Samuel membujuk Chelsea.


𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘵𝘢𝘸𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘵𝘰𝘩 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘦𝘩𝘦.


Batin Chelsea.


Chelsea menatap Samuel laku tersenyum tipis.


"Baiklah aku mau, Ayo! " Ajak Chelsea.


𝘠𝘦𝘴!


Samuel mengajak Chelsea ke meja ia dan teman temannya tadi, Raja dan Naren heran melihat kehadiran Chelsea. Begitu juga dengan Chelsea yang heran ternyata Samuel membawa teman.


"Sam, siapa dia? " Tanya Raja.


"Ahh ini... Eh aku juga tidak tahu namanya.. " Samuel menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mengingat betapa bodohnya dia karena tidak menanyakan nama wanita itu, padahal biasanya Samuel lah yang paling inisiatif menanyakan hal hal tentang wanita cantik, namun setelah bertemu Chelsea ia malah bolot.


Sedangkan Chelsea tertawa mendengar kata kata Samuel, lucu sekali melihat tingkah Samuel, dengan wajah kebingungan. Haha.


"Namaku Chelsea, dia tadi menabrak ku dan mengotori pakaian ku, dan sekarang dia akan mentraktir ku sebagai permintaan maaf. " Jelas Chelsea. Sedangkan Raja dan Naren hanya menganga melihat wanita di depan mereka.


"Iya, seperti itulah ceritanya! " Kata Samuel. "Ayo duduk Chel! "


Mereka berdua duduk, lalu Naren melambai pada satu pelayan dan mempersilahkan Chelsea memesan makanan. Setelah Chelsea memesan makanan pelayan itu pergi meninggalkan meja mereka.


"Aku Samuel, ini temanku Raja dan Naren, " Samuel mewakili teman temannya.


Chelsea mengangguk. "Seperti nya kalian anak kuliahan, " Chelsea meminum minuman yang dimeja.


"Iya memang benar, memangnya kau tidak kuliah? " Tanya Raja penasaran, melihat dari wajah Chelsea, sepertinya masih sangat muda dan sepertinya usianya tidak jauh beda dengan mereka bertiga.


"Tidak, aku sudah bekerja, " Ucap Chelsea.


𝘈𝘱𝘢? 𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢? 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘸𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘪𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶.


Batin Samuel.


Samuel sedikit kecewa karena berpikir Chelsea seusia dengan mereka, jika sudah bekerja memangnya sudah tua?


"Benarkah? Berapa usia mu? " Tanya Naren.


"22 tahun "


Samuel nyaris tersedak, Chelsea hanya tua 2 tahun darinya? Tapi mengapa Chelsea sudah bekerja? Padahal seharusnya masih menjalani masa perkuliahan.


"Wahh, kau hanya lebih tua 2 tahun dari kami bertiga, " Ujar Samuel.


"Benarkah? Aku pikir kita seumuran, " Kata Chelsea.


"Aku juga, " Tambah Naren.


"Kau kerja apa? Maaf jika kami terlalu kepo, " Kata Samuel tak enak hati.


"It's okay Sam, aku bekerja sebagai detektif swasta, " -Chelsea.


"Apa? "


Ketiga pria itu tercengang, ternyata Chelsea agen khusus.


"Iya, "

__ADS_1


"Wahh, kau pasti sangat berbakat, " Puji Raja disusul anggukan teman temannya.


"Tentu saja, " Chelsea besar kepala karena dipuji ketiganya. "Kalian kuliah dimana? "


"Universitas Valdezh, " Ucap Raja Naren dan Samuel hampir bersamaan.


𝘜𝘯𝘪𝘷𝘦𝘳𝘴𝘪𝘵𝘢𝘴 𝘝𝘢𝘭𝘥𝘦𝘻𝘩? 𝘐𝘵𝘶 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘳𝘢, 𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢, 𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴? 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢!


Batin Chelsea.


"Waw! Itu kampus yang terkenal benarkan? " Ujar Chelsea.


"Kau benar sekali! " Seru Samuel.


Beberapa saat kemudian, makanan yang dipesan Chelsea datang, Chelsea langsung memakannya, smentara itu mereka menlanjutkan obrolan.


Tut tut tut


Tiba-tiba ponsel Chelsea berbunyi, Chelsea melihat Dara menelponnya.


"Permisi sebentar! " Chelsea bangkit dari kursinya.


"Halo"


"𝘊𝘩𝘦𝘭? 𝘒𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢? 𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴! "


"Astaga benarkah? Tunggu aku! Aku tadi keluar untuk makan, aku akan kesana dalam waktu 5 menit! "


"𝘉𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘮𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘶𝘨𝘢𝘴 𝘊𝘩𝘦𝘭"


"Oke oke, jangan khawatir, aku tidak akan lama! "


"𝘉𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩, 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪! "


"Iya...! "


Tut tut tut


Chelsea mengambil tas yang berada di meja dan hendak pergi dari Cafe GreenWhite dan pergi ke markas karena Dara sudah menunggunya.


"Aku ada urusan, aku akan kembali bekerja, terimakasih atas traktiran nya Sam, senang bertemu dengan kalian! " Ucap Chelsea lalu tersenyum.


"Tunggu dulu! " Ucap Samuel.


"Ada apa? " -Chelsea.


"Bisa aku meminta nomor mu? Hehe. " Dengan tidak tahu malunya Samuel langsung mengatakannya, Raja dan Naren hanya menggelengkan kepala mereka.


𝘗𝘳𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘶!


Batin Chelsea kesal.


Dibalik kekesalan Chelsea ia masih menyinggingkan senyuman manisnya yang membuat Samuel semakin berdebar debar.


𝘛𝘦𝘳𝘴𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘩, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘰𝘮𝘰𝘳 𝘩𝘱 𝘯𝘺𝘢!


Batin Samuel dengan muka tembok.


"Ini kartu nama ku, " Chelsea memberikan secarik kertas kecil.


Lalu Chelsea keluar Cafe sambil mengenakan kacamata hitamnya, lalu melambai kecil pada Samuel dan teman temannya, dan masuk ke mobil lalu pergi.


𝘞𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬... !!! -


Batin Samuel.


Samuel melihat kartu nama Chelsea yang tertera nomor hp nya, dikertas itu tertulis nama Chelsea dan nama perusahaan nya yang terletak di luar negeri.


"Chelsea Aghata... "


BERSAMBUNG......


...𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗲 + 𝗞𝗼𝗺𝗲𝗻 + 𝗦𝗵𝗮𝗿𝗲 𝘆𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗸𝘂𝗻 𝗢𝘁𝗵𝗼𝗿 ! 𝗗𝗮𝗻 𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮 ! 🥰...

__ADS_1


__ADS_2