
Sementara ditempat Dara,
Dara menutup berkas berkas di tangannya, ia menatap jam di ponselnya lalu beranjak dan hendak pergi.
"Chel! Aku akan pergi kekantor Mama ku, kau bisa teruskan sendiri kan? " Kata Dara pada Chelsea.
"Tentu saja, lagipula ini sudah hampir selesai! " Chelsea meregangkan badannya yang pegal.
"Baiklah."
Dara membereskan tasnya.
"Tadi Tante Rosa meminta bantuan ku, tapi aku sangat sibuk Dar, katakan pada Tante Rosa permintaan maaf ku ya...! " Ucap Chelsea.
Dara tersenyum tipis. "Santai saja Chel, Mama pasti tidak akan marah, "
"Humm oke...! "
Dara pergi dari tempat itu dan datang ke perusahaan TVN L. Sesampainya disana, Dara masuk lalu melihat Sekretaris Zoy.
"Sekretaris Zoy! Dimana Mama? " Tanya Dara.
Sekretaris Zoy menatap wanita yang 7 tahun lebih muda darinya lalu tersenyum.
"Hey Dara, Nyonya Rosa ada ruangannya, " Kata Sekretaris Zoy.
"Baiklah terimakasih, "
Dara pergi keruangan Mama nya.
Tok tok tok
Ceklek!
"Mama! " Panggil Dara.
"Dara bagus kau sudah datang, ayo kita pergi! " Ucap Nyonya Rosa seraya membereskan pekerjaan nya.
"Kita mau kemana Ma? " Tanya Dara.
"Mama ada Meeting dengan GaRa Group, untuk penyiaran produk baru mereka, akan lounching bulan depan, dan tentu saja memakai jasa kita, " Jelas Nyonya Rosa sambil tersenyum pada putrinya.
"Oke Ma, ayo! "
Lalu mereka pergi ketempat yang dijanjikan. Ada tempat bernama Lapas 98, tempat pertemuan mereka, sekaligus GaRa Group menyiapkan produk produk mereka.
"Dara, perusahaan ini lumayan terkenal di kota AD, kita harus bersikap profesional Oke? " Ucap Nyonya Rosa pada Dara di perjalanan.
"Oke Ma, Dara mengerti, " Kata Dara.
"Perusahaan ini diurus oleh Tuan Harry Alderick dan putranya. " Sambung Nyonya Rosa. Dara hanya mengangguk.
**********
Sementara di tempat Raja,
Raja mempersiapkan segala kebutuhan GaRa Group, disamping itu banyak karyawan yang membantunya, mereka sedang menunggu perusahaan penyiar yang mereka pakai jasanya yaitu penyiar yang terkenal dalam dan luar negeri TVN L.
Raja berjalan dan tiba-tiba bertabrakan dengan Gavin.
"Hey! Berjalan dengan benar! " Ucap Gavin kesal.
"Ayolah kak, kau yang menelpon saat berjalan! " Balas Raja.
"Kak kak kak, panggil aku pak! Kita sedang diperusahaan, bersikaplah profesional! " Ucap Gavin.
𝘏𝘢𝘩? 𝘗𝘢𝘬? 𝘔𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘒𝘢𝘬!
Batin Raja kesal.
Raja dan Gavin tidak pernah akur beberapa tahun terakhir, disebabkan karena kesalahpahaman besar terjadi diantara mereka. Hingga mereka mengalami keretakan hubungan yang besar antara Raja dan Gavin.
"Aku tidak mau memanggilmu pak! Terserah ku lah! " Seru Raja tak mau kalah.
"Sialan kau! "
"Heii Tuan Gavin Anandra Alderick! Jaga bahasa mu! Kau lupa bahwa kau CEO disini? " Kata Raja dan menekankan kata katanya.
"Aku tidak akan pernah lupa itu, dan aku harap kau juga tidak lupa posisimu, Adik! " Ucap Gavin dengan nada berat.
"Heii!!! Gavin! Raja! Berhenti bertengkar! Kenapa kalian selalu bertengkar? " Bentak Monica sekretaris Gavin.
Gavin buang muka, sementara Raja menatap Gavin dengan kesal. Gavin meninggalkan Raja dan Monica berdua.
"Gavin menyebalkan!! " Teriak Raja.
__ADS_1
"Sudah sudah! Jangan diperpanjang! " Kata Monica dengan kesal, sudah muak melihat perkelahian adik dan kakak itu.
"Kenapa kau bisa tahan dengan pria menyebalkan seperti dia?? " Tanya Raja pada Monica.
"Raja ayolah...! Aku tidak pernah merasa tidak suka, aku bekerja pada kalian bertahun-tahun, tentu saja aku sudah paham semua sifat Gavin dan juga kau, " Kata Monica lalu tersenyum.
"Hahh!! Terserah kau saja! " Raja nenggaruk kepalanya.
"Sudahlah! Ayo bahas pekerjaan saja! " Monica membuka map biru yang ada ditangan nya. "Ini adalah permintaan dari ayahmu untuk penyiaran lounching bulan depan, dan ini dari Gavin, mungkin akan disampaikan nanti oleh Gavin pada TVN L secara langsung, Gavin ingin artis Rayden Xavier untuk iklannya, " Jelas Monica panjang lebar.
"Rayden Xavier? Hmm, dia artis terkenal, " Raja menganggukkan kepalanya.
𝘛𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘎𝘢𝘷𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘴
Batin Raja.
"Tentu saja! " Seru Monica.
"Hei tunggu dulu! Kenapa kau memberitahu ini padaku? Ini bukan urusanku! " Kata Raja kesal karena mencium bau pekerjaan baru.
"Kau ini! " Monica menepuk bahu Raja. "Bukannya kau janji pada ayahmu akan membantu? "
"Membantu sih membantu, tapi aku juga butuh istirahat Nona Monica...! " Raja menyatukan tangannya gaya meminta.
"Hah!! Kau ini...! " Monica meninggalkan Raja yang bertingkah konyol.
Raja tertawa kecil lalu pergi melanjutkan pekerjaan.
Dara sampai di Lapas 98, ia dan Nyonya Rosa keluar dari mobil. Beberapa karyawan dari GaRa Group langsung menghampiri mereka berdua.
"Permisi Nyonya, Nona, kalian dari TVN L kan? Ayo ikut saya, " Ucap Wanita yang bernama Lina dengan sopan.
Nyonya Rosa dan Dara mengangguk lalu mengikuti Lina, mereka bertemu dengan pria pemilik GaRa Group yaitu Tuan Harry dan istrinya Nyonya Diana.
"Selamat datang Nyonya Rosa, " Tuan Harry menjabat tangan Nyonya Rosa, begitu juga dengan Nyonya Diana.
"Terimakasih Tuan dan Nyonya Alderick, " Balas Nyonya Rosa dengan sopan.
Pandangan mereka berdua lalu beralih ke Dara, mereka terkejut melihat Dara, seolah olah mereka mengenal gadis berusia 20 tahun itu.
"Kau...? Dira...! " Ucap Tuan Harry pada Dara. Dara juga tak kalah terkejut mendengar mereka mengenal saudara kembarnya Dira.
"Mas, Dira sudah meninggal...! " Ucap Nyonya Diana dengan pelan, sambil memegang lengan suaminya. Tuan Harry mengangguk kecil.
"Hmm maaf, ini Dara bukan Dira, ini saudara kembarnya Dira, " Jelas Nyonya Rosa.
"Iya, aku lah yang merawat Dara dari kecil, itu sebabnya tak ada yang mengenalnya disini, " Kata Nyonya Rosa lagi.
"Ohh seperti itu ya... " Ucap Nyonya Diana.
"Bagaimana Tante dan Om tau tentang Dira? " Tanya Dara mulai menyelidiki.
"Hummm, Dira dulu teman putra ku, dan aku sangat terkejut melihat dirimu, karena putra ku bilang Dira sudah meninggal, " Ucap Nyonya Diana. Dara mengangguk tanda paham.
𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢 𝘯𝘺𝘢? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘢𝘫𝘢?
Batin Dara menebak nebak.
"Ekhem, bisa kita bahas pekerjaan? " Kata Tuan Harry.
"Oh tentu saja, " Nyonya Rosa mengeluarkan file. "Ini data penyiarannya, sesuai janji penyairannya bulan depan bukan? "
"Iya Nyonya, bulan depan kami akan lounching, " Tuan Harry menganggukkan kepalanya.
"Saya sudah menyiapkan semuanya, tinggal ditanda tangani saja, " Nyonya Rosa menyodorkan map merah pada Tuan Harry.
"Sebaiknya kita duduk disana Nyonya, ada hal lain yang ingin kamu bicarakan, " Kata Nyonya Diana.
"Baiklah aku--"
Kata kata Nyonya Rosa dipotong oleh suara panggilan dari ponselnya.
Tut tut tut
"Hmm, biar putriku yang mengurusnya, aku sudah memberitahu nya semuanya, dia sudah paham, " Usul Nyonya Rosa sambil memegang bahu putrinya.
"Baiklah, ayo nak! " Nyonya Diana mengajak Dara. Dara mengangguk lalu mengambil berkas dari tangan Mamanya dan mengikuti kedua pasangan paruh baya itu.
Mereka duduk di sebuah meja.
"Kami akan mengajukan beberapa hal, dan aku harap perusahaan kalian bisa mengatasi nya, " Kata Tuan Harry.
"Tentu saja Tuan, kami akan berusaha agar iklan kalian tampil maksimal! " Ucap Dara percaya diri.
"Bagus, aku senang mendengar nya! " Kata Tuan Harry.
__ADS_1
"Gavin! Kemari! " Tuan Harry melambai pada putranya Gavin. Gavin datang dan menghampiri mereka bertiga.
"Dara, ini putraku Gavin, dia adalah CEO GaRa Group, dialah yang akan mengurus pe-lounching-an bulan depan, dia juga yang akan mengajukan beberapa hal! " Kata Tuan Harry sambil menatap Gavin.
𝘐𝘯𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘋𝘪𝘳𝘢?
Batin Dara.
𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘶𝘭𝘶! 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘋𝘪𝘳𝘢?
Batin Gavin.
"Gavin, ini Dara, putri dari pemilik perusahaan TVN L, dia akan membantu pembuatan iklan untuk lounching bulan depan, " Jelas Tuan Harry.
"Ehmm oke Pa, hmm kenapa wajahnya.. mirip Dira? " Tanya Gavin terang terangan.
𝘈𝘱𝘢? 𝘠𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘋𝘪𝘳𝘢!
Batin Dara.
"Ohh soal itu... ternyata dia saudara kembar Dira, dan dia diasuh oleh orang yang berbeda, makanya tidak ada yang kenal, dan sebaiknya kau tidak bertanya banyak soal itu, kita harus bersikap profesional! " Nasehat Tuan Harry pada Gavin. Gavin hanya mengangguk.
"Hummm, kami ada urusan lain, kalian bicarakan ini dengan matang, ada adiknya Gavin yang akan membantu, jadi tidak usah khawatir mengerti? " Jelas Nyonya Diana.
Dara dan Gavin mengangguk, lalu Tuan Harry dan Nyonya Diana meninggalkan mereka berdua.
"Baiklah, soal pengajuan kami... " Gavin terlihat mencari cari sesuatu.
𝘊𝘬! 𝘉𝘦𝘳𝘬𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘙𝘢𝘫𝘢!
Batin Gavin.
"Tunggu sebentar ya, berkasnya ada pada adikku, " Kata Gavin seraya mengeluarkan ponselnya. Ia malas berteriak teriak memanggil Raja, itu sebabnya ia hanya menelpon Raja.
"Baiklah, " Ucap Dara sambil melihat lihat Lapas 98.
𝗖𝗮𝗹𝗹𝗶𝗻𝗴
"𝘏𝘢𝘭𝘰? 𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘬? "
"Cepat kau bawa berkas pengajuan untuk TVN L! "
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘥𝘪? 𝘏𝘶𝘩! "
"Jangan banyak bicara, dia sudah menunggu! " Gavin menatap Dara yang tengah melihat lihat lokasi.
"𝘉𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯𝘢, 𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢? "
"Dimeja rapat... "
"𝘖𝘬𝘦, 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳, "
Tut tut tut
Gavin menyimpan ponselnya, ia masih lekat menatap Dara yang tak memerhatikan nya.
𝘞𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪...
𝘋𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘋𝘪𝘳𝘢
𝘋𝘪𝘳𝘢... 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘮𝘶!
𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘤𝘶𝘱𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘴𝘯𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘶𝘮𝘪?
𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶?
𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘕𝘢𝘥𝘪𝘺𝘢...
𝘋𝘪𝘳𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘮𝘶...!
Batin Gavin.
Apa yang dilakukan Dira hingga Gavin begitu membencinya? Lalu siapa Nadiya? Dan apakah semua yang menyangkut Dira juga berhubungan dengan kesalahpahaman yang membuat Raja dan Gavin selalu bertengkar dan tak pernah baikan?
Gavin masih menatap wajah wanita yang mirip Dira itu dengan kebencian. Beberapa saat kemudian Raja datang membawa berkas. Raja melihat Dara yang duduk bersama Gavin.
Hup!
Dua pasang mata itu bertemu diudara, Raja dan Dara saling memandang, mata mereka yang saling keheranan.
"Dara... ? "
"Raja... ? "
BERSAMBUNG......
__ADS_1
...𝗛𝗮𝗶 𝗥𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀....! 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮...! 𝗗𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗲 + 𝗞𝗼𝗺𝗲𝗻 + 𝗦𝗵𝗮𝗿𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝘆𝗮... ! 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮...! 𝗦𝗲𝗲 𝘆𝗼𝘂 𝗻𝗲𝘅𝘁 𝗲𝗽𝗶𝘀𝗼𝗱𝗲...! 🥰...