
Gavin menatap keduanya yang baru saja berbicara hampir bersamaan.
"Dara, apa yang kau lakukan disini? " Tanya Raja.
"Aku... tentu saja bekerja, " Ucap Dara mendadak kikuk. "Kalian? Kalian adik kakak? "
Raja dan Gavin mengangguk bersama.
"Jadi kau anak pemilik perusahaan TVN L? Maksudku Rosaya Levleyson ibumu? " Tanya Raja seraya duduk.
"Iya, " Ucap Dara singkat.
"Tunggu dulu! Bukannya ibu Dira itu Tante Nia.. yang artinya ibumu juga, lalu--"
"Rosaya Levleyson adalah ibu asuh ku. " Sela Dara.
Gavin menyimak, ia memahami topik yang dibicarakan adik dan wanita yang berada didepannya. Raja juga ber'oh'ria mendengar penjelasan Dara.
"Bisa kita mulai urusan pekerjaan? " Sela Gavin.
"Oh tentu saja, " Kata Dara berusaha profesional. Sedangkan Raja masih memegang erat berkas ditangannya, seolah ia ragu dengan pekerjaan yang diberikan kakaknya pada Dara.
"Hmm, dimana Berkas Pengajuan nya? " Tanya Dara sambil menatap adik kakak itu.
"Raja, berikan! " Ucap Gavin.
"Tapi kak, ini--"
"Tunggu apa lagi? Berikan padanya! " Ucap Gavin dengan nada sedikit tinggi, ia selalu tak suka melihat Raja yang lembek urusan pekerjaan.
Raja memberikan berkas itu, sementara Dara terheran-heran melihat kakak beradik itu, ia memegang berkas yang diberikan Raja, ia membolak-baliknya. Lalu ia berkerut heran melihat pengajuan yang diberikan Gavin.
"Apa? Disini tertulis kau ingin perusahaan kami merekrut artis bernama Rayden Xavier? " Tanya Dara memastikan.
"Hmm, begitulah! " Gavin melipat tangannya di dadanya.
𝘏𝘢𝘩𝘩!!! 𝘚𝘪𝘢𝘭! 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘙𝘢𝘺𝘥𝘦𝘯! 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢... 𝘈𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘬𝘭𝘪𝘦𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘔𝘢𝘮𝘢...
Batin Dara.
"Baiklah, aku akan merekrut nya! " Ucap Dara dengan percaya diri.
Raja terbelalak mendengar persetujuan Dara, sedangkan Gavin tersenyum puas mendengar persetujuan Dara.
"Keputusan yang bagus Nona Dara, akan kutunggu surat kontrak Rayden Xavier besok, " Kata Gavin lalu pergi.
Sepeninggalan Gavin, Raja langsung meng komplain Dara.
"Hei Dara! Apa yang kau lakukan? Kau tidak tau siapa Rayden Xavier? " Tanya Raja kesal.
"Tidak, aku tidak tau, tapi aku akan tetap merekrut nya! " Ucap Dara tegas.
"Kau ini! Menyebalkan seperti kak Gavin, " Ucap Raja sewot. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengutak-atik nya.
"Aku tidak tau kau punya kakak, dan aku tidak tau kau pemilik perusahaan ini, " Ucap Dara.
"Hm? Apa maksudmu? Aku bukan pemilik perusahaan ini, ini perusahaan ayahku, " Jawab Raja sambil berfokus ke ponsel.
"Iya iya baiklah terserah kau saja! " Dara membereskan berkas yang diberikan Gavin.
"Kau lihat ini! " Raja menyodorkan ponselnya pada Dara. "Rayden ini artis terkenal di kota AD, sangat susah untuk merekrut nya, itu sebabnya tadi aku ragu memberikan berkasnya, kau pasti tidak akan bisa membujuk pria ini...! "
"Kau tenang saja, aku pasti bisa, " Seru Dara.
Raja mengusap wajahnya dengan kasar, Dara memang berbeda dengan Dira, Dira menurut saja jika diberitahu, sementara Dara sangat keras kepala.
__ADS_1
"Oke oke! Aku akan membantumu, kali ini jangan menolak! " Tegas Raja.
"Baiklah Tuan Raja Ananda Alderick...! " Kata Dara sambil tersenyum.
"Hey! Dari mana kau tau nama lengkap ku? " Tanya Raja sambil pindah ke kursi disamping Dara.
"Lihat ini! " Dara menunjukkan fotokopi KTP Raja di berkas yang ada ditangan nya.
"Ah! Itu... " Raja terkekeh melihatnya.
"Dara! "
Dara menoleh mendengar suara yang tidak familiar itu, ia melihat Mamanya yang tengah berlari kearahnya.
"Dara, bagaimana meeting nya? " Tanya Nyonya Rosa.
"Lancar Ma, tapi Gavin meminta perusahaan merekrut Rayden Xavier, artis yang lumayan terkenal, " Jelas Dara.
"Astaga! Bagaimana ini? Peresmian BluezGroup sedang ada masalah, Mama mau kesana karena Zoy membutuhkan Mama, " Kata Nyonya Rosa dengan perasaan cemas tak bisa menangani keduanya.
"Mama tenang aja, Dara akan menyelesaikan masalah ini... Mama pergi aja temui Sekretaris Zoy, Dara akan mengurus masalah disini! " Kata Dara.
"Benarkah? Apa kau bisa? Kau yakin? " Cecar Nyonya Rosa dengan cemas.
"Tante tenang saja, saya akan menolong nya, iyakan? " Raja merangkul bahu Dara, Dara menatapnya dengan aneh.
"Ah!! Sukurlah, terimakasih ya Raja..! " Nyonya Rosa menepuk-nepuk bahu Raja.
"Iya tante, santai aja! " Ucap Raja sumringah.
Nyonya Rosa tersenyum lalu pergi.
Dara mengeluarkan ponselnya dan mencari lokasi kerja Rayden Xavier.
"Raja lihatlah! Lokasi Rayden Xavier tidak jauh dari sini, kita akan pergi sekarang! " Ucap Dara.
Raja menelpon Gavin, namun tak diangkat, lalu ia hanya mengirim pesan pada kakaknya.
...𝗥𝗮𝗷𝗮 :...
...Kak, aku ada urusan, aku akan kembali 2 jam lagi...
Sementara Dara menelpon manager perusahaan milik Mamanya.
𝗖𝗮𝗹𝗹𝗶𝗻𝗴
"𝘏𝘢𝘭𝘰 𝘕𝘰𝘯𝘢 𝘋𝘢𝘳𝘢? "
"Pak, tolong buat berkas pelamaran artis produk atas nama Rayden Xavier ya, segera bawa ke Lapas 98! "
"𝘉𝘢𝘪𝘬 𝘕𝘰𝘯𝘢, 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢! "
"Tolong cepat ya! "
Tut tut tut
Dara melihat jam, lalu pandangannya beralih ke Raja.
"Bagaimana? Kita pergi sekarang? " Tanya Raja.
"Tidak, seperti nya kita harus menunggu sebentar, karena aku menunggu surat dari perusahaan..! " Jawab Dara.
"Hmmm, kalau begitu... kita makan dulu ya! Aku lapar... " Ucap Raja.
"Tapi--"
__ADS_1
Terlambat, Raja menarik tangan Dara ke tempat makan tak jauh dari lokasi Lapas 98, mereka menghilangkan Rasa lapar disana.
"Apa kau sudah biasa melakukan pekerjaan seperti ini? " Tanya Raja saat selesai makan.
"Hum, lumayan, " Jawab Dara. "Bagaimana denganmu? "
"Aku mengerti urusan seperti ini, hanya saja aku malas..! " Ucap Raja jujur.
"Kenapa kau malas? Bukankah ini sangat berguna saat kau selesai kuliah nanti? " -Dara.
"Iya itu benar, tapi... entahlah.. " Raja memutar mutar botol didepannya.
"Kau harus tetap optimistis Raja, ini bagus untuk menambah pengalaman, " Nasehat Dara.
"Kau memang benar, aku hanya kurang rajin saja hehe, " Raja cengengesan.
Beberapa saat mereka mengobrol,
"Ayo kita keluar! Aku takut Pak Jo tidak menyadari lokasi ku disini, " Kata Dara sambil menggandeng tas kecilnya.
"Baiklah, " Raja bangkit dari kursinya. Lalu ia membayar semua makanan mereka, setelah itu Raja menghampiri Dara.
"Oh? Hm ini uangku! " Dara menyodorkan beberapa lembar uang.
"Ehh... Aku sudah membayar nya tenang saja...! " Ucap Raja.
"Apa maksudmu? Ini ambil! " -Dara.
"Aku mentraktir mu Nona Dara, aku yang mengajakmu, jadi aku yang akan membayarnya, " -Raja.
"Tapi aku tidak bisa... " Dara masih menatap uangnya.
"Baiklah baiklah, berikan uangmu! " Ucap Raja, Dara memberikan uangnya, lalu Raja masuk kembali ke Cafe.
Beberapa saat kemudian, Raja keluar lagi membawa dua eskrim coklat di tangannya.
"Ini ambil! " Raja menyodorkan satu eskrim kepada Dara.
Dara menatap Raja, lalu tersenyum dan mengambil eskrim itu.
"Kau memang keras kepala... " Kata Dara pelan, namun masih bisa didengar Raja.
"Kau bilang aku keras kepala? Justru kau yang keras kepala! " Ucap Raja tak Terima.
"Yayaya baiklah terserah kau saja, " Dara memakan eskrim di tangannya.
Mereka berjalan meninggalkan tempat makan itu, lalu Dara melihat sosok pria yang lumayan berumur yang tak lain adalah Pak Jo salah satu karyawan Mamanya.
"Pak Jo!!! " Dara berlari kearah Pak Jo diikuti Raja dari belakang.
"Eh, Nona Dara, ini berkas yang Anda minta, " Pak Jo menyodorkan map berwarna biru tua.
"Terimakasih Pak, maaf merepotkan mu, " Ucap Dara.
"Santai saja Nona, apa Nona butuh bantuan bapak lagi? " -Pak Jo.
"Ahh! Tidak Pak, saya akan dibantu teman saya, " Kata Dara sambil menunjuk Raja.
"Iya Pak, saya akan menantu Dara, " Balas Raja.
"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu Nona, Tuan, " Pak Jo menunduk ramah lalu pergi.
"Baiklah Dara, ayo kita pergi sekarang, sebelum kita kemalaman, " Ajak Raja, disusul anggukan Dara.
Mereka pergi ke parkiran dan pergi menggunakan mobil Raja dan pergi ke kantor Xavier.
__ADS_1
BERSAMBUNG......
...𝗛𝗮𝗶 𝗥𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀...! 𝗡𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮...! 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗲 + 𝗞𝗼𝗺𝗲𝗻 + 𝗦𝗵𝗮𝗿𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝘆𝗮... ! 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮...! 🥰...