Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 3


__ADS_3

"DIRAAAA!!!! " Nyonya Nia menghampiri Dira diikuti dengan Dara.


"Dira bertahan lah nak, kau akan selamat, " Ucap Nyonya Nia sambil menangis.


"Ibu... Sakit..., " Ucap Dira dengan suara tersendat sendat.


"Dira bertahan lah, aku akan membawamu kerumah sakit, " Ucap Dara dengan linang airmata. Dira menatap Dara dengan heran.


"K-kau siapa? K-kenapa wwajah kita m-mirip? " Tanya Dira.


"Aku Dara adikmu, kita saudara kembar Dira, " Ucap Dara sambil menangis.


"A-apa? "


"Dira, kumohon bertahan lah, " Dara memeluk Dira.


Nyonya Nia dan Dara membopong tubuh Dira ke mobil. Dara melaju kerumah sakit.


"Ibu... " Panggil Dira dengan suara yang melemah.


"Iya nak? Ibu disini, " -Nyonya Nia.


"Sekarang sudah ada Dara yang akan menjaga ibu kan, aku bisa pergi dengan tenang, " Ucap Dira


"Dira apa yang kau katakan! Jangan seperi ini nak! " Tagas Nyonya Nia.


"Dira jangan katakan itu, " Ucap Dara seraya menyetir.


"Dara tolong jaga ibu kita,... " Ucap Dira semakin lemah.


"Dira cukup! Kita akan menjaga ibu bersama sama, " Dara bergetar hebat.


Dira mengerang kesakitan. Sampainya di rumah sakit. Dara membuka pintu mobil, Nyonya Nia dan Dara melihat Dira memejamkan mata nya.


"Dira! Dira sayang bangunlah! Kita sudah sampai dirumah sakit nak! " Nyonya Nia menepuk-nepuk pipi Dira.


"Dira!! " Panggil Dara.


"Dokter!!! Suster!!! Tolong rawat diaa?? " Dara berlarian di rumah sakit.


Seorang dokter dan 2 perawat nya keluar membawa tempat tidur rawat, Dira di bawa ke IGD. Nyonya Nia dan Dara menunggu di luar.


"Dara, ibu sangat khawatir, " Ucap Nyonya Nia dengan mata berkaca kaca.


"Ibu tenanglah, Dira akan baik baik saja, " Ucap Dara menenangkan, walau dirinya sendiri sangat khawatir.

__ADS_1


Tiba-tiba Nyonya Rosa datang dengan segerombolan polisi.


"Dara, mbak Nia? Apa yang terjadi? " Tanya Nyonya Rosa kebingungan.


"Dira kecelakaan Ma, " Ucap Dara.


"Apa?! " Nyonya Rosa terbelalak. "Bagaimana kondisinya sekarang?? "


"Belum tau, dokter sedang berusaha menyelamatkan nya, " Jelas Dara. Nyonya Rosa menangis, ia mendekati Nyonya Nia yang terlihat putus asa.


"Mbak Nia, tabahlah, Dira akan baik baik saja, " Ucap Nyonya Rosa sambil memegang bahu Nyonya Nia.


"Kenapa ini terjadi pada putri ku Ros? Aku bingung sekali, " Ucap Nyonya Nia dengan suara pelan.


"Tenaglah mbak, kita akan mencari tau siapa yang melakukan ini, " Bisik Nyonya Rosa. Nyonya Nia mengangguk pelan.


Dara menatap ruang Dira, airmata nya meleleh lagi.


𝘋𝘪𝘳𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬?


𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶? 𝘈𝘥𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢?


𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘬,


Batin Dara.


"Bagaimana keadaan putri saya dok? " Tanya Nyonya Nia.


"Keadaan nya semakin memburuk, kami akan melakukan operasi, sebelum itu tolong selesaikan administrasi! " Ucap Dokter itu.


"Saya akan selesaikan administrasi nya, " Ucap Nyonya Rosa dan langsung pergi.


"Dokter tolong lakukan yang terbaik untuk Dira, " Ujar Dara memohon.


"Kami akan berusaha Nona, bantu doa nya , " Ucap Dokter itu lalu pergi.


𝘠𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘯 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯...


Batin Dara.


Dara tak berhenti memohon untuk keselamatan kakaknya, walau ia baru bertemu dan mengetahui keberadaan Dira, ia tetep menganggap Dira sebagai saudara nya.


Ia menatap ibunya yang terduduk dan tak berhenti menangis. Dara menghampiri ibunya.


"Ibu.... jangan menangis.. " Dara memeluk ibunya.

__ADS_1


"Ibu takut Dara, " Lirih ibunya.


"Ibu tenang saja, Dira akan selamat, " Ucap Dara.


Nyonya Rosa kembali dari ruang administrasi, ia duduk di samping Nyonya Nia. Mereka bertiga duduk di depan ruangan Dira.


Tiba-tiba dua orang polisi datang.


"Permisi Nyonya Nia, kami ingin meminta pernyataan dari anda dan putri anda, " Ucap Polisi itu. Nyonya Nia berdiri.


"Apa itu pak? " Tanya Nyonya Nia.


"Apakah benar Dira seperti ini karena di tabrak? " Tanya Polisi itu. Nyonya Nia terdiam.


"Tolong jawab bu, bagaimana dengan anda Nona Dara? " Tanya Polisi itu pada Dara. Dara mengangguk.


"Iya Pak, Dira tadi di tabrak mobil, " Jelas Dara.


"Kalau begitu ini bukan kasus penculikan, melainkan kasus tabrak lari, " Ujar Polisi itu sontak membuat Nyonya Nia kesal.


"Tidak pak! Putri saya sebelumnya di culik! Saya yakin penculiknya memalsukan kasus ini! " Ucap Nyonya Nia.


"Kita tidak punya bukti apa pun Nyonya, berdasarkan rekaman CCTV, putri anda tertabrak, bukan di culik, lagipula anak anda baru hilang 12 jam, bukan 24 jam, " Tegas polisi itu.


"Bagaimana jika kakak saya benar benar di culik? " Tanya Dara.


"Sebelum mengatakan semua itu, cari bukti anda Nona, " Ucap Polisi itu. Dara dan Nyonya Nia terdiam.


"Kami akan mencari tau siapa yang menabrak putri anda Nyonya, tapi kasus penculikan yang di laporkan oleh Nyonya Rosa akan kami tutup, " Sambung polisi itu.


"Tidak pak! kalian harus mencari tau siapa penculik putir ku! " Ucap Nyonya Nia sambil berkaca-kaca.


"Maaf Nyonya, kami tidak bisa sembarangan Menuduh, sebaiknya cari bukti kalian, " Polisi itu pergi meninggalkan ketiga wanita itu.


"Tidak!! Penculik Dira harus segera di temukan!!! " Teriak Nyonya Nia.


"Ibu, ibu tenanglah! " Ucap Dara.


"Mbak Nia tenanglah aku mohon, " Ucap Nyonya Rosa.


𝘠𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘤𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪?


BERSAMBUNG......


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰

__ADS_1


__ADS_2