Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 7


__ADS_3

"Dara? " Lirih Raja.


Dan sepertinya Dara juga menatap Dara yang duduk tak terlalu di belakang.


𝘚𝘪𝘢𝘭, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶?


Batin Dara.


"Dara perkenalkan diri mu! " Ucap Bu Lilis. Dara mengangguk.


"Halo semua, saya Ziffanya Anandara, silahkan panggil Dara saja, " Ucap Dara. Semua orang menatap Dara. Merasakan tatapan, Dara langsung mengerti.


"Saya adiknya Almarhum Dira, " Sambung Dara. Semua terlihat kaget.


"Apa? Dara punya adik? " Tanya Naomi dengan sangat terkejut.


"Iya anak anak, tanpa sepengetahuan kita, Dira punya saudara kembar yaitu Dara, ada beberapa masalah keluarga mereka sehingga kita tidak mengetahui ini, mereka butuh privasi, jadi jangan bertanya aneh aneh mengerti? " Jelas Bu Lilis. Semua mengangguk paham, setiap keluarga punya masalah pribadi yang butuh privasi.


"Apakah ada yang ingin bertanya tentang Dara lagi selain itu? " Ucap Bu Lilis lagi. Ana mengangkat tangan.


"Iya Ana silahkan! " Ujar Bu Lilis.


"Dara, benarkah kamu dari pindahan luar negeri? " Tanya Ana penasaran.


Dara mengangguk lagi "Iya, saya dari pindahan luar negeri, " Ucap Dara.


"Wahh berarti rumor nya benar dong, " Celetuk Tari.


Kelas agak riuh dengan pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan pada Dara, diantara semuanya, Naomi lah yang paling inisiatif tentang Dara. Setelah beberapa saat kemudian.


"Baiklah Dara, kamu boleh duduk di sebelah sana, " Bu Lilis menunjuk bangku kosong di sebelah Raja. Dara sedikit melotot melihat dia akan sebangku dengan Raja.


Sedangkan Raja tersenyum menampakkan giginya yang putih bersih. Dara berjalan pelan kearah meja Raja, lalu duduk secara perlahan.


"Hai Dara, tak di sangka fakta yang kau ucapkan sangat berbeda, tadi kau bilang tak ingin bertemu dengan ku, tapi lihatlah, kita akan berbetemu setiap hari, " Ledek Raja.


"Diamlah, " Dara mengeluarkan buku dari tas nya.


"Bisa kah kita menjadi teman? " Tanya Raja. Dara terdiam, Dara jarang mendapat teman karena sikap cueknya, lagipula tak ada waktunya baginya untuk hal hal seperti itu.


Dara melihat Raja "Tidak, aku tidak mau, " Ucap Dara.


"Kenapa begitu? Aku tidak jahat, " -Raja.


"Siapa yang bilang kau jahat? Aku hanya tak mau berteman dengan siapa pun, " -Dara.


"Kenapa kau bilang begitu, setiap orang butuh teman kan? " -Raja.


"Ya kau benar, tapi teman temanku yang sekarang sudah cukup " Tegas Dara.


"Tapi aku ingin berteman dengan mu... " Ucap Raja dengan wajah aneh.

__ADS_1


"Tutup mulut mu, lama lama aku tidak betah disini, " Kata Dara kesal.


"Kenapa tak mau berteman dengan ku? Aku dulu sahabat kakak mu, " Kata kata Raja sontak membuat Dara terdiam. Dara menoleh ke Raja.


"Kau sahabat Dira? " Tanya Dara. Raja mengangguk karena merasa aneh dengan perubahan nada bicara Dara.


"Kenapa kau mengaku sahabatnya jika tak bisa menjaga Dira? Apa dirimu pantas disebut sebagai seorang sahabat? " Ucapan Dara bagaikan pisau yang menikam hati Raja.


Pernyataan Dara memang melambangkan dirinya yang payah, Dara hanya mendengar jika Raja mengaku sebagai sahabat Dira, Dara belum mendengar bahwa Raja mencintai Dira.


Jika Dara tau, maka mungkin kata kata Dara akan lebih kasar dari ini. Karena kata kata Dara Raja menjadi terdiam, bagaimana tidak? Walau itu menyakiti hatinya Tapi apa yang dikatakan Dara memang benar.


Ia tak pantas menjadi seorang sahabat, seharusnya ia bisa menjaga Dira, apalagi ia mencintai wanita itu, seharusnya Raja bisa menjadi pelindung nya. Namun Raja tak bisa melakukannya.


Sampai jam istirahat Raja dan Dara tak mengobrol lagi, lagipula Dara pendiam dan tak akan mengajak Raja berbicara duluan. Saat istirahat Dara masih duduk di kurisnya sambil menulis sesuatu.


"Kau tidak keluar? " Tegur Raja. Dara hanya menggeleng.


"Kenapa? " Tanya Raja lagi.


"Aku malas, " Ucap Dara dingin. Raja terdiam lalu keluar.


Setelah melihat Raja keluar Dara mengeluarkan ponselnya, ia menelpon Chelsea.


"𝘏𝘢𝘭𝘰 𝘋𝘢𝘳? 𝘈𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘢𝘱𝘢? "


"Sejauh ini belum ada, soalnya aku hanya berada di kelas dan ruang kepala sekolah saja, "


"Baiklah, aku akan segera melakukannya, "


"𝘋𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘨𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳, 𝘥𝘪𝘨𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘬𝘦𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯, "


"Benarkah? Baiklah, nanti akan kuperiksa, "


"𝘉𝘢𝘨𝘶𝘴, 𝘴𝘰𝘢𝘭 𝘊𝘊𝘛𝘝 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢, "


"Oke chel, aku tutup dulu ya, "


Dara menutup telpon nya, saat berbalik ia melihat Naomi berasa dibelakang nya.


𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘕𝘢𝘰𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘯𝘺𝘢?


Batin Dara.


"Hai Dara, kamu lagi nelpon siapa? " Tanya Naomi polos dengan senyum manisnya.


𝘏𝘶𝘧𝘧𝘵, 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘫𝘢


Batin Dara.


"Bukan siapa siapa, " Ucap Dara cuek, lalu duduk.

__ADS_1


"Dara, kau tidak ke kantin? " Tanya Naomi seraya duduk di kursi Raja.


"Tidak, " -Dara.


"Kenapa? Kau tidak tau letaknya? " -Naomi.


"Tidak, aku hanya tak ingin kemana mana, " Ucap Dara dingin.


"Begitu ya, biasanya murid baru senang berkeliling kampus barunya, " Ucap Naomi, kali ini tak ada jawaban dari Dara.


Naomi putus asa, dia lelah berbicara dengan Dara namun respon Dara sangatlah sedikit.


"Aku ke kantin dulu ya, " Naomi pergi. Di depan kelas Naomi berselisih dengan Raja.


Raja heran melihat wajah Naomi yang tiba tiba masam. Raja sedang membawa semua nampan makanan, ia sengaja membelikan makanan untuk Dara.


"Dara, kenapa dengan Naomi? " Tanya Raja seraya duduk.


"Tidak tau, " Kata Dara singkat.


"Hm baiklah, lihat ini, aku membelikan mu makanan, makanlah! " Kata Raja sambil tersenyum. Dara melirik makanan itu lalu menatap Raja.


"Kenapa kau membeli nya? Apa aku memintamu? " Tanya Dara.


"Memang tidak, tapi aku hanya ingin membelikan mu ini, " Kata Raja.


"Aku tidak mau, " Dara menolak.


"Dara, setidaknya makanlah sedikit.. " Raja memelas. Dara terdiam, ia berpikir lagi, tak baik jika menolak makanan yang sudah di belikan untuk nya.


"Baiklah, aku ambil satu, " Dara mengambil satu roti. Raja tersenyum melihat Dara.


Dara kembali melihat lihat ponsel nya. Lalu Dara berpikir sesuatu.


𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘙𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘋𝘪𝘳𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘵𝘢𝘶, 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘋𝘪𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘙𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳 𝘪𝘯𝘥𝘦𝘯𝘵𝘪𝘵𝘢𝘴 𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘬𝘶. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.


Batin Dara.


Dara melirik Raja.


"Raja " Panggil Dara.


"Iya? " Raja menoleh.


"Dimana letak gudang di sekolah ini? " Tanya Dara. Walau sedikit heran Raja tetap menjawab.


"Ada di belakang sekolah. " Jawab Raja.


BERSAMBUNG......


𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰

__ADS_1


__ADS_2