Rahasia Tergelap

Rahasia Tergelap
Episode 18


__ADS_3

𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘶𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘦𝘯𝘨𝘬𝘳𝘢𝘮𝘢. 𝘗𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘶𝘫𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘰𝘹 𝘣𝘢𝘺𝘪. 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘰𝘴𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴.


𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘰𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢. "𝘔𝘢𝘴... 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘪--"


"𝘚𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬. " 𝘎𝘶𝘮𝘢𝘮 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴. 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢.


"𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴... 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘶... " 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘱 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘤𝘢 𝘬𝘢𝘤𝘢.


"𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨" 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘩𝘰𝘬.


"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬! 𝘒𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘶... " 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘴𝘢𝘬.


"𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘔𝘣𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢... " 𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘤𝘶𝘱 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘪𝘵𝘶.


𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘶𝘪 𝘪𝘢 𝘭𝘦𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘪𝘵𝘶, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢, 𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘪𝘢 𝘦𝘨𝘰𝘪𝘴, 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢, 𝘪𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘴𝘢.


𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘰𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢 , 𝘪𝘢 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘭𝘦𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢.


"𝘔𝘢𝘴... " 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘰𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘱𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘶 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢.


"𝘚𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪! " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴. 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘰𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘳𝘶𝘵 𝘩𝘦𝘳𝘢𝘯.


"𝘗𝘦𝘳𝘨𝘪? 𝘒𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘔𝘢𝘴? " 𝘛𝘢𝘯𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘦𝘳𝘢𝘯.


"𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘴𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘬𝘦𝘵, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘱𝘦𝘳 𝘬𝘪𝘵𝘢, 𝘫𝘢𝘮 14.00 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪... " 𝘑𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢.


"𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘔𝘢𝘴... 𝘔𝘣𝘢𝘬 𝘕𝘪𝘢?? "


"𝘚𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘔𝘣𝘢𝘬 𝘕𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪... "


𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘪𝘵𝘶.


"𝘒𝘢𝘶 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪! 𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘱𝘦𝘳 𝘬𝘪𝘵𝘢... " 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘤𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘩𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪. 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘰𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢.


"𝘔𝘣𝘢𝘬 𝘕𝘪𝘢.. 𝘢𝘬𝘶--"


"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘙𝘰𝘴! " 𝘚𝘦𝘭𝘢 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢. " 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘬𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬... "


"𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘔𝘣𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, " 𝘜𝘤𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘤𝘢 𝘬𝘢𝘤𝘢.


"𝘈𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 𝘙𝘰𝘴.. " 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯.


𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘏𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘕𝘺𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘕𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘋𝘢𝘳𝘢.


Flashback off.


Dara menangis mendengar cerita yang diceritakan Mamanya, ternyata ia dipisahkan dari ibunya sewaktu bayi. Tapi Dara akui ia tak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Tuan Haris meninggal saat usia Dara 12 tahun karena kecelakaan. Saat Tuan Haris meninggal Nyonya Rosa sendirilah yang merawat Dara.


"Maafkan Mama baru menceritakan nya sekarang nak... " Kata Nyonya Rosa sambil mengelus rambut putri asuh nya itu.


"Tidak apa apa Ma... bagaimana pun Mama tetaplah ibu Dara, Dara sayang Mama, " Dara memeluk Nyonya Rosa.


Nyonya Rosa tak kuasa menahan lelehan air mata, ia membalas pelukan Dara.


"Sudahlah Dara, sekarang tidur lah, besok kau akan kekampus bukan? " Nyonya Rosa memperbaiki posisi Dara, Dara berbaring dipangkuan Nyonya Rosa.


Ia lalu memejamkan matanya dan tertidur.


...Keesokan harinya...

__ADS_1


Raja berjalan menyusuri koridor setelah selesai dari rapat di club basket, pertandingan basket akan dilaksanakan dalam waktu dekat, itull sebabnya Raja dan teman temannya tengah giat berlatih.


Saat rapat Raja tidak melihat Dara, walau Dara tidak ikut pertandingan, namun seharusnya Dara ada di rapat itu karena ia juga salah satu anggota club basket.


Raja terus berjalan sementara pikirannya terbang kemana mana. Raja melewati sebuah ruangan, ia berhenti dan terpaku melihat wanita yang ada disana. Raja melihat Dara tengah latihan karate di eskul dan ruangan karate.


Raja terpukau melihat aksi Dara yang sangat keren, Dara melawan musuh dengan ketangkasan yang luar biasa. Dara sangat hebat dalam bela diri.


"Woy, Raja! " Seseorang memukul bahu Raja membuat Raja sedikit kaget.


"Ya ampun, aku sampai kaget, kalian sedang apa disini? " Raja bicara pada Naren dan Samuel.


"Tentu saja mencarimu, kau tidak ada dikelas sejak rapat tadi, " Kata Samuel.


"Sedang apa kau disini? " Tanya Naren. Raja tak menjawab, matanya hanya menuju pada wanita yang ada di ruangan karate.


"Wow! Dara juga hebat bela diri! " Samuel berdecak kagum.


"Iya, Dara memang wanita yang hebat... " Puji Naren.


𝘉𝘦𝘯𝘢𝘳, 𝘥𝘪𝘢 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵...


Batin Raja.


Walau tak mengatakannya, namun hati Raja benar benar kagum pada sosok Dara yang memiliki kepribadian ganda yang sulit ditebak. Sungguh wanita idaman.


Dara selesai latihan dan keluar dari ruangan. Dara heran melihat ketiga pria itu tengah menatapnya.


"Ada apa? Apa yang kalian lakukan disini? " Tanya Dara heran.


"Kami... kami tadi hanya lewat dan melihatmu.. " Kata Raja mendadak kikuk.


"Hmm... yasudah. " Dara menatap ketiganya lalu pergi.


Mereka lalu ke kelas dan melanjutkan pelajaran.


***********


"Sial! Kenapa masih belum ditemukan! " Chelsea berdecak kesal karena sudah satu bulan lebih kasus Dira belum ada penerangan.


Chelsea tengah bergelud dengan setumpuk berkas yang harus di selesaikan.


"Kenapa kerja ku sebanyak ini?? " Chelsea lelah melihat tumpukan berkas yang tidak selesai selesai sejak dua hari lalu.


Chelsea mulai mengerjakan nya perlahan-lahan, belakangan ini ia bekerja sendiri, selalunya ia dibantu Dara dan kedua temannya di luar negeri.


Tapi karena Chelsea ikut bersama Nyonya Rosa ke kota AD jadinya tak ada yang membantunya, Dara yang kini sibuk belajar di Universitas nya sendiri.


Terkadang Nyonya Rosa ikut membantu urusan pekerjaan Chelsea karena terbilang paham, namun belakangan ini juga Nyonya Rosa mendapat banyak Endorse ke perusahaan penyiaran miliknya yang kini diungsikan di kota AD.


Tut tut tut....


Ponsel Chelsea berdering.


"Halo? "


"𝘊𝘩𝘦𝘭, 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘊𝘊𝘛𝘝 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘱𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.. "


"Apa? Lalu bagaimana? Apa tidak bisa dipulihkan? "


"𝘉𝘪𝘴𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘮𝘢, "

__ADS_1


"Tidak apa apa Ron! Bekerjalah sebisa mu, "


"𝘖𝘬𝘦 𝘊𝘩𝘦𝘭, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳𝘪 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪, "


Tut tut tut...


Chelsea mengusap kasar wajahnya, ia tak bisa terus memaksakan kemampuan Roni, orang suruhannya untuk mengecek CCTV di jalan F.I.L , tempat dimana Dira dibunuh.


Chelsea mempunyai banyak tugas, lagipula ia pernah beberapa kali kesana dan hampir membuat kekacauan karena posisinya yang begitu mencolok.


Sekarang Chelsea mencoba mencampur tangan kan orang lain, walau tidak terlalu terbuka, Chelsea sangat berhati-hati. Setelah berpikir ia kembali menyelesaikan berkas berkas yang tertunda.


************


Sepulang kampus, Dara menunggu di halte bis, Mamanya hari ini tidak bisa menjemput nya, ibunya juga tidak bisa. Bukannya tidak bisa, tetapi beberapa hari lalu kondisi kesehatan ibunya turun, Dara tak tega merepotkan ibunya.


Sementara Chelsea yang biasanya bisa menjemput nya juga tidak bisa karena sibuk bekerja, itu sebabnya Dara hari ini pulang naik bis.Ia menunggu sendirian disana.


"Hai Dara... " Raja tiba-tiba datang dan duduk di sampingnya.


"Raja? Sedang apa kau disini? " Tanya Dara sedikit terkejut.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan di halte? Apa kau tidak di jemput? " Raja malah balik bertanya.


"Tidak, mereka sibuk, " Jawab Dara dingin.


"Kalau begitu, bagaimana jika aku mengantarkan mu? " -Raja.


"Tidak, tidak perlu! " Tegas Dara.


"Kenapa? "


"Aku tidak mau Raja, aku bisa pulang sendiri, kau pulanglah! " -Dara.


"Aku tidak mau pulang! " -Raja.


"Apa yang kau inginkan? " -Dara.


"Aku ingin disini! Menemani mu! " Raja tersenyum konyol.


"Baiklah terserah kau saja. " Ucap Dara akhirnya.


Beberapa saat mereka hanya terdiam.


"Dara! "


"Hm... "


"Kau tau? Sebentar lagi ada pesta Dansa tahunan Universitas.... " Kata Raja antusias.


"Hm, aku tidak tau, " Jawab Dara dingin.


"Ayolah Dara, kenapa tidak berkesan apa apa? Ini termasuk acara ditunggu tunggu., " Ucap Raja.


"Benarkah? Tapi aku tidak tertarik! " Kata Dara sambil menoleh ke Raja.


𝘚𝘪𝘢𝘭! 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘬𝘢...


Batin Raja.


"Hmm... padahal aku ingin mengajakmu untuk menjadi pasangan ku... "

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


𝗛𝗮𝗶 𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀, 𝗣𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻𝘀𝗮 𝗻𝗶 𝘅𝗶𝘅𝗶😂, 𝗸𝗶𝗿𝗮 𝗸𝗶𝗿𝗮 𝗗𝗮𝗿𝗮 𝗺𝗮𝘂 𝗴𝗮𝗸 𝘆𝗮? 🤔. 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗲 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮 🤫. 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗲𝗷𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 🥰


__ADS_2