Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Mengapa Cinta


__ADS_3

Lelah


Berharap semua musnah


Tanpa harus aku menyerah


Mengakhiri sebuah kisah


Awalnya kita baik saja


Sangat baik tanpa cela


Tidak ada kata dia


Ataupun yang telah lewat


Sesaat aku berfikir,


Apa semua akan tetap sama


Ketika cumbu rayu datang


Mencoba retakan kaca


Kegoyahan akan sepi menerpa


Dimana jauh kita tak bersama


Kala rintikan hujan menetes


Membasahi derasnya tangis


Sadarkah akan segalanya


Kebodohan dalam melangkah


Seolah bukan lagi bandingan


Tiada arti di mata


Amarah,


Kesakitan,


Tertawa paling keras dalam benak


Nafas bahkan tak sanggup terhirup


Luka ini sangat menyiksa


Lagi-lagi goresan lara


Kembali menyayat, merobek sukma


Menghantam dinding kebahagiaan


Menghancurkan rasa terpupuk nyata


Hay!


Mengapa kau juga melakukannya?


Hak apa yang kau punya?


Siapa yang kau perbolehkan menoreh sayatan?


Hatimu?


Dendam mu?

__ADS_1


Diam,


Keheningan hanya menjadi jawaban atas pertanyaan


Bisu,


Lidah keluh tak mampu berucap kata


Buta,


Kegelapan memenuhi mata untuk tak memandang


Akhirnya sendiri


Kata tak lagi berguna


Tangisan tak lagi bermakna


Hanya tatapan nanar torehkan putus asa


Semua petang tak nampak cahaya


Semilir sepi menjadi obat tersendiri


Ketenangan hakiki menuju sunyi


Sungguh menderita


Mengapa harus cinta?


Terdiam sendiri di ujung ego


Merasakan rindu tak teratur akan rayu


Mengerti? hanya sebuah ironi


Berlalu pergi menjadi angin


Jangan bertanya, semua hanya dusta


Kepura-puraan akan kehadiran


Anggap sebuah momen dalam lintasan


Terpuruk!


Tak selamanya menghantui


Karena kaki mampu tegap bangkit


Jatuh terperosok sesaat


Logika menyadarkan untuk berhenti


Hati tak mampu melawan


Selalu begini, seperti ini


Berakhir begini


Waktu berjalan tanpa henti


Ingatan masih saja seolah peduli


Bayangan ilusi akan siluet paras


Menjadi titik terendah dalam ratapan


Bisakah semua menghilang?

__ADS_1


Agar segalanya kembali ke tempat semula


Bukan ini yang di inginkan


Lalu mengapa rasa itu datang


Tanpa permisi membawa duka


Waktu yang salah


Tak mampu berlari dari masa lalu


Hati yang salah


Tak mampu mengakhiri sendiri


...----------------...


Aku rindu kata mesra mu...


Tahukah kau betapa aku terpuruk dalam bayang cintamu yang semu


Di keramaian aku merasa sepi


di malam hari aku termenung


Makan ku tak selahap dulu, tidurku tak nyenyak lagi


Cinta aku rindu, dengarkan seruanku!


Aku mencintai tapi juga membenci


Dua rasa bergejolak dalam jiwa menambah perih luka yang tersayat sembilu.


Tidak terlihat namun perih menyiksa


Dia memberi cinta juga luka.


Datang tidak diminta dan berlalu tanpa sebab


Awan hitam menyelimuti relung hati yang lara membawa luka di lembah lautan cinta


Terperosok satu kata cinta yang hanya memberi lara


Satu nama mengisi hati tapi menyakiti


Dan semesta selalu punya cara untuk mengingatkan ku bahwa sikapmu tak selamanya hangat padaku


Aku masih disini meratapi kepergian mu yang tanpa sebab


Bolehkah aku egois sekali lagi?


Aku ingin kau disini bersamaku menua bersama


Tangis dalam tawa pecah seketika saat pertanyaan bodoh yang sudah tahu jawabnya


Aku yang terpuruk dalam cinta semu


Mengenalmu dengan hati bukan kata


Mencintai mu dengan segenap jiwa tanpa menggunakan logika


Jantung milikku setiap detik debaran jantung ini milikmu


Mengapa aku cinta?


Mengapa kau hanya singgah?


Lagi, aku bertanya pada hembusan angin malam yang menusuk relung hati menemani jiwa yang hampa dingin di selimuti luka yang tak tahu kapan akhirnya***.

__ADS_1


__ADS_2