
Lelah
Berharap semua musnah
Tanpa harus aku menyerah
Mengakhiri sebuah kisah
Awalnya kita baik saja
Sangat baik tanpa cela
Tidak ada kata dia
Ataupun yang telah lewat
Sesaat aku berfikir,
Apa semua akan tetap sama
Ketika cumbu rayu datang
Mencoba retakan kaca
Kegoyahan akan sepi menerpa
Dimana jauh kita tak bersama
Kala rintikan hujan menetes
Membasahi derasnya tangis
Sadarkah akan segalanya
Kebodohan dalam melangkah
Seolah bukan lagi bandingan
Tiada arti di mata
Amarah,
Kesakitan,
Tertawa paling keras dalam benak
Nafas bahkan tak sanggup terhirup
Luka ini sangat menyiksa
Lagi-lagi goresan lara
Kembali menyayat, merobek sukma
Menghantam dinding kebahagiaan
Menghancurkan rasa terpupuk nyata
Hay!
Mengapa kau juga melakukannya?
Hak apa yang kau punya?
Siapa yang kau perbolehkan menoreh sayatan?
Hatimu?
Dendam mu?
__ADS_1
Diam,
Keheningan hanya menjadi jawaban atas pertanyaan
Bisu,
Lidah keluh tak mampu berucap kata
Buta,
Kegelapan memenuhi mata untuk tak memandang
Akhirnya sendiri
Kata tak lagi berguna
Tangisan tak lagi bermakna
Hanya tatapan nanar torehkan putus asa
Semua petang tak nampak cahaya
Semilir sepi menjadi obat tersendiri
Ketenangan hakiki menuju sunyi
Sungguh menderita
Mengapa harus cinta?
Terdiam sendiri di ujung ego
Merasakan rindu tak teratur akan rayu
Mengerti? hanya sebuah ironi
Berlalu pergi menjadi angin
Jangan bertanya, semua hanya dusta
Kepura-puraan akan kehadiran
Anggap sebuah momen dalam lintasan
Terpuruk!
Tak selamanya menghantui
Karena kaki mampu tegap bangkit
Jatuh terperosok sesaat
Logika menyadarkan untuk berhenti
Hati tak mampu melawan
Selalu begini, seperti ini
Berakhir begini
Waktu berjalan tanpa henti
Ingatan masih saja seolah peduli
Bayangan ilusi akan siluet paras
Menjadi titik terendah dalam ratapan
Bisakah semua menghilang?
__ADS_1
Agar segalanya kembali ke tempat semula
Bukan ini yang di inginkan
Lalu mengapa rasa itu datang
Tanpa permisi membawa duka
Waktu yang salah
Tak mampu berlari dari masa lalu
Hati yang salah
Tak mampu mengakhiri sendiri
...----------------...
Aku rindu kata mesra mu...
Tahukah kau betapa aku terpuruk dalam bayang cintamu yang semu
Di keramaian aku merasa sepi
di malam hari aku termenung
Makan ku tak selahap dulu, tidurku tak nyenyak lagi
Cinta aku rindu, dengarkan seruanku!
Aku mencintai tapi juga membenci
Dua rasa bergejolak dalam jiwa menambah perih luka yang tersayat sembilu.
Tidak terlihat namun perih menyiksa
Dia memberi cinta juga luka.
Datang tidak diminta dan berlalu tanpa sebab
Awan hitam menyelimuti relung hati yang lara membawa luka di lembah lautan cinta
Terperosok satu kata cinta yang hanya memberi lara
Satu nama mengisi hati tapi menyakiti
Dan semesta selalu punya cara untuk mengingatkan ku bahwa sikapmu tak selamanya hangat padaku
Aku masih disini meratapi kepergian mu yang tanpa sebab
Bolehkah aku egois sekali lagi?
Aku ingin kau disini bersamaku menua bersama
Tangis dalam tawa pecah seketika saat pertanyaan bodoh yang sudah tahu jawabnya
Aku yang terpuruk dalam cinta semu
Mengenalmu dengan hati bukan kata
Mencintai mu dengan segenap jiwa tanpa menggunakan logika
Jantung milikku setiap detik debaran jantung ini milikmu
Mengapa aku cinta?
Mengapa kau hanya singgah?
Lagi, aku bertanya pada hembusan angin malam yang menusuk relung hati menemani jiwa yang hampa dingin di selimuti luka yang tak tahu kapan akhirnya***.
__ADS_1