
Dalam keheningan bertajuk impian
Mengangkat harapan bertumbuk nyata
Sisakan angan menyungsung lara
Gamitan rindu mengusik jiwa
Menanti hadir pujangga asmara
Terpisah jarak mengikis sumpah
Bila kah bayang dapat menjelma?
Di kesendirian kita saling diam
Tak ada awalan tak ada akhiran
Hanya senyap menyapa belenggu
Menguras tangis menitih sepi
Entah egois atau prinsip diri
Menahan mimpi untuk saling miliki
Sayang...
Aku bertahan dalam gelap waktu
Menunggu sanjungan menyelam sukmaku
Membelai potret tak utuh dalam genggamanku
Siksaan kerinduan menguras akal ku
Namun logika masih menuntunku
Ingatkan ruang kesakitan banyak kepingan
Sadarkan diri tak ingin menyakiti
Sebuah hati lemah yang lama mengagumi
Kebimbangan mencekik sanubariku
Ingin memiliki namun tak termiliki
Lenyap kan ceria tinggalkan tangis
Lidah seolah keluh
Tak mampu bersua walau dengan kata
Ketakutan menyiksa kalbuku
Menampar benteng dinding teguh
Mengurai penuh tanya pada warna abu
Dengar sayang...
Rintihanmu terngiang dalam pendengaranku
Rindumu terhubung dalam relungku
Namun sekali lagi logika mempermainkan ragu
Kita terjebak dalam lingkaran semu
Mengukir cinta di kesepian jemari
Tautkan cumbu kata saling meyakini
Kebisuan membohongi hati nurani
__ADS_1
Diri menyadari salah
Merasa kalah oleh waktu
Membungkus rindu dalam sendu
Menikam hati dalam beku
Bila dapat menyeru nama
Hanya dalam sujud mengadu
Meminta ilahi kuatkan hati
Memohon untuk dua jiwa
Ikatkan dalam sebuah doa
Sayup rinduku...
Kita tak pernah tahu akhir
Bagaimana alur garis takdir
Namun dalam hati kita percaya
Akan ada kebersamaan didepan mata
Walau bertindih duka nestapa
Korekan luka hanya sementara
Mengajar kekuatan jarak antara kita
°°
Terkadang dihati bertanya
Bila kah waktu berpihak terhadap kita
Dimana harapan pelukan hangat menyatu
Membius penantian yang lama berlabuh
Walau hanya sesaat...
Sayang...
Kita terhalang belenggu waktu
Dihimpit batas ketakutan
Dihantui rasa salah menggebu
Menyiksa hati yang saling mencinta
Tangisku tiada arti, sayang
Resah ku tiada guna sedikitpun
Saat jarak menuai curiga dalam benakmu
Andai kau tahu rasaku,
Derita dalam kebisuanku
Dinginku pada dunia
Kau akan terdiam
Tertunduk menyeka ragumu dalam pejaman mata
Bisa saja aku teriakkan duka ku
Namun aku memilih diam
__ADS_1
Aku simpan rapat di relung hati
Tak ingin seluruh dunia tertawa
Cukup tahu aku baik-baik saja
Bahkan hujan pun turun membasah
Bantu hapuskan lelehan air di pelupuk mata
Jiwaku penuh lara tanpa hadirmu
Ragaku tiada arah tanpa kau di sisiku
Aku rapuh sayang...
°°
Aku terdampar dalam kekosongan
Ditengah keramaian aku merasa sendiri
Bayangan akan dirimu menari-nari dalam batas sabar ku
Menyiksaku tanpa bisa merengkuh mu
Meremas jantungku tanpa bisa menyentuhmu
Pasrah menatap lamunanku
Membuai mimpi khayalkan rindu
Kau dimana sayang?
Tidakkah kau akan datang?
Temui ku walau hanya lewat bayang malam
Buai aku dalam hembusan nafasmu
Dekap aku dalam hangat kasihmu
Sekali lagi...
Ku tutup mataku menahan air mata
Merasakan dahaga kerinduan
Turun menyusur sesakkan dada
Remukkan tepian sepi beriring sunyi
Menghilang pergi tinggalkan secuil hati
Menguji diri pertahankan kasih
Mampukah rindu terobati...
Goresan cat warna menyusut harap
Merampas impian tinggalkan bayang
Ingin ku lukis potret pujaan
Tiupan kasih mengusung kerinduan
Biarlah tanya tiada jawab
Nikmati angan dalam kesendirian
Kekal berkasih dalam semu
Membias rindu yang sama mengusik kalbu
Berdua bersama mu....
__ADS_1