
Senyum indah tersungging di bibir manis ku
Kau kecup mesra dahi kau belai penuh cinta wajah ayuku
Laksana hujan di siang hari
Memberi dahaga jiwa yang gersang
Kuncup bunga mekar indah disiram tetesan harapan cinta
Dua insan memadu kasih penuh gairah
Waktu seakan berhenti sama-sama berebut pasokan oksigen
**Saat** ciuman mesra kian menuntut lebih
Terpacu oleh rasa dalam jiwa
Rasa mengguyur raga hilangkan dahaga
Ah.
Aku sungguh tidak rela waktu berputar
Rasa cinta menggelora bangkitkan gairah rag
Tadi pagi
Satu janji suci terikat
Cincin melingkar di jari manis sebagai bukti
Tuhan jangan biarkan cintanya hilang di telan waktu
Ingin ku menua bersama penuh cinta tanpa syarat dan tanpa tapi
Sang surya dengan malu-malu menampakkan sinarnya
Seperti diriku yang malu memandang wajahmu
Sayang..
Satu ikatan suci pengikat raga dua insan yang saling mencintai
Semoga rasa ini tak akan pernah sirna
Deru langkah kaki mengayun indah
Satu sayatan melukai diri
Terpejam meratapi nasib
Kau sang pemilik hati terus menyakiti
Janji suci tak lagi di genggam
Dusta tidak bisa terelakkan
Cincin pengikat lepas
Berganti rantai besi pengikat hati dan jiwa
__ADS_1
Sungguh aku tersiksa
Cinta...
Kenapa kau berubah?
Kurang baik, kah aku?
Belum cukupkah semua yang ku beri?
Sujud memelas pada sang pencipta
Tuhan...
Kenapa harus aku?
Tulus ku nyata dia yang ku cinta dengan segenap rasa
Malah justru torehkan luka
Bagai manikin aku berjalan di keramaian
Tertawa menahan perih luka
Aku lelah pura-pura bahagia
Bolehkah aku mengeluh sakit?
Guyuran air hujan menemani raga
Malam itu aku menangis di keramaian
Teriakan pilu berlomba dengan petir dan angin malam
Sungguh aku ingin menyerah
Cinta ku di ujung asa
Rasaku sendiri untuk dia
Ku beri utuh dan dia memberi separuh
Cinta itu dua rasa bahagia dan sesak yang hadir bersamaan
Bukankah, hakikatnya cinta itu saling memberi dan menerima?
Tapi, kenapa aku tidak pernah menerima?
Aku di titik lelah selalu menjadi pihak yang memberi
Tulang rusuk berganti menjadi tulang punggung
Mengais rejeki demi sesuap nasi untuk menyambung hidup
Demi sebuah hubungan yang serasa semu
Hati beku lelah raga tak dapat dirasa
Tapi, harus tetap berjuang
Tuhan...
__ADS_1
Aku sungguh lelah
Tangis ku pecah di bawah derasnya air hujan
Langkah ku tertatih tapi tak ada yang tahu
Tak terhitung aku terjatuh dan luka sudah tak bisa kurasa
Kuat dan tegar adalah keharusan
Menyerah bukan jalan hidupku
Wanita ini masih kuat menopang beban
Pundak ku rebahkan di atas ranjang kesakitan
Sedih adalah teman ku setiap hari
Senyum palsu menghiasi bibir tipis ku
Tenang, ini hanya gerimis
Sudah biasa menghadapi badai, kan?
Masih kuat kan?
Tubuh masih tegap berdiri kokoh
Hati menjerit memelas belas kasih
Mulut bungkam menelan derita seorang diri
Tangan ingin meraih harap bahagia
Adakah suatu saat hari itu tiba?
Aku wanita sederhana dengan hati yang tulus memberi
Aku tidak akan meminta lebih
Tidak akan menjadi beban
Masih pantaskah menerima bahagia?
Aku yang rendah bisakah menjadi tinggi?
Tangan ku meraih bayu di titik gelapnya pandangan mata
Terpejam dengan luka sayatan
Salah kah, jalanku?
Adakah uluran tangan bersambut?
Tuhan...
Aku ingin bahagia di penghujung waktu
Ingin bersandar kepada cinta yang memberi bahagia
Kepada cinta yang menerima kekuranganku
__ADS_1
Aku hanya wanita sederhana yang banyak kurangnya, tapi aku punya cinta yang nyata.