Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Wanita sederhana.


__ADS_3

Senyum indah tersungging di bibir manis ku


Kau kecup mesra dahi kau belai penuh cinta wajah ayuku


Laksana hujan di siang hari


Memberi dahaga jiwa yang gersang


Kuncup bunga mekar indah disiram tetesan harapan cinta


Dua insan memadu kasih penuh gairah


Waktu seakan berhenti sama-sama berebut pasokan oksigen


**Saat** ciuman mesra kian menuntut lebih


Terpacu oleh rasa dalam jiwa


Rasa mengguyur raga hilangkan dahaga


Ah.


Aku sungguh tidak rela waktu berputar


Rasa cinta menggelora bangkitkan gairah rag


Tadi pagi


Satu janji suci terikat


Cincin melingkar di jari manis sebagai bukti


Tuhan jangan biarkan cintanya hilang di telan waktu


Ingin ku menua bersama penuh cinta tanpa syarat dan tanpa tapi


Sang surya dengan malu-malu menampakkan sinarnya


Seperti diriku yang malu memandang wajahmu


Sayang..


Satu ikatan suci pengikat raga dua insan yang saling mencintai


Semoga rasa ini tak akan pernah sirna


Deru langkah kaki mengayun indah


Satu sayatan melukai diri


Terpejam meratapi nasib


Kau sang pemilik hati terus menyakiti


Janji suci tak lagi di genggam


Dusta tidak bisa terelakkan


Cincin pengikat lepas


Berganti rantai besi pengikat hati dan jiwa

__ADS_1


Sungguh aku tersiksa


Cinta...


Kenapa kau berubah?


Kurang baik, kah aku?


Belum cukupkah semua yang ku beri?


Sujud memelas pada sang pencipta


Tuhan...


Kenapa harus aku?


Tulus ku nyata dia yang ku cinta dengan segenap rasa


Malah justru torehkan luka


Bagai manikin aku berjalan di keramaian


Tertawa menahan perih luka


Aku lelah pura-pura bahagia


Bolehkah aku mengeluh sakit?


Guyuran air hujan menemani raga


Malam itu aku menangis di keramaian


Teriakan pilu berlomba dengan petir dan angin malam


Sungguh aku ingin menyerah


Cinta ku di ujung asa


Rasaku sendiri untuk dia


Ku beri utuh dan dia memberi separuh


Cinta itu dua rasa bahagia dan sesak yang hadir bersamaan


Bukankah, hakikatnya cinta itu saling memberi dan menerima?


Tapi, kenapa aku tidak pernah menerima?


Aku di titik lelah selalu menjadi pihak yang memberi


Tulang rusuk berganti menjadi tulang punggung


Mengais rejeki demi sesuap nasi untuk menyambung hidup


Demi sebuah hubungan yang serasa semu


Hati beku lelah raga tak dapat dirasa


Tapi, harus tetap berjuang


Tuhan...

__ADS_1


Aku sungguh lelah


Tangis ku pecah di bawah derasnya air hujan


Langkah ku tertatih tapi tak ada yang tahu


Tak terhitung aku terjatuh dan luka sudah tak bisa kurasa


Kuat dan tegar adalah keharusan


Menyerah bukan jalan hidupku


Wanita ini masih kuat menopang beban


Pundak ku rebahkan di atas ranjang kesakitan


Sedih adalah teman ku setiap hari


Senyum palsu menghiasi bibir tipis ku


Tenang, ini hanya gerimis


Sudah biasa menghadapi badai, kan?


Masih kuat kan?


Tubuh masih tegap berdiri kokoh


Hati menjerit memelas belas kasih


Mulut bungkam menelan derita seorang diri


Tangan ingin meraih harap bahagia


Adakah suatu saat hari itu tiba?


Aku wanita sederhana dengan hati yang tulus memberi


Aku tidak akan meminta lebih


Tidak akan menjadi beban


Masih pantaskah menerima bahagia?


Aku yang rendah bisakah menjadi tinggi?


Tangan ku meraih bayu di titik gelapnya pandangan mata


Terpejam dengan luka sayatan


Salah kah, jalanku?


Adakah uluran tangan bersambut?


Tuhan...


Aku ingin bahagia di penghujung waktu


Ingin bersandar kepada cinta yang memberi bahagia


Kepada cinta yang menerima kekuranganku

__ADS_1


Aku hanya wanita sederhana yang banyak kurangnya, tapi aku punya cinta yang nyata.


__ADS_2