
Hay!
Apa kabar,
Hampir 13 tahun berlalu
Sejak kamu pergi dariku, tinggalkan ku dalam kesendirian
Saat itu, aku hanya mampu menatap marah kepergian mu
Hanya melihat siluet nanar keheningan mu
Dalam benakku bertanya, mengapa?
Aku harus sendiri tanpamu
Tanpa kata aku meneteskan air mata
Menahan sesak tak dapat menyentuh mu lagi
Tak dapat membelai paras indah wajah mu
Tak dapat memeluk erat ragamu lagi...
Aku menyalahkan Tuhan dalam tangisku
Begitu mudahnya dia mengambil mu dariku
Dalam lamunan aku memaki takdir
Dengan gampangnya memisahkan ku darimu
Cekatan suara tak terelakkan
Hanya isakan dalam kesunyian menemani
Inikah nasibku?
Di kegelapan malam aku menuntut adil
Mencari ketenangan lewat mimpi dingin
Kebekuan hatiku menutup jati diriku
Tanpamu aku tak mampu tersenyum kembali...
Aku harus apa?
Bisakah aku melupakanmu?
Walau dalam genggaman tak lagi ada potretmu
Mengapa dalam pikiran tak mampu menepis bayangmu
Hatiku sakit,
Kamu meninggalkan ku dengan sejuta anganmu
Kamu mengikatku dengan semua mimpimu
Yang pada akhirnya menjadi harapan semu
__ADS_1
Ajari aku melupakanmu
Tuntut aku untuk melepas mu dalam ikhlas
Dapatkah kamu melihatku dari atas sana?
Tidakkah kamu melihat lelehan air di sudut mataku
Rasakan perihku, rasakan pedihku
Aku bisa apa untuk hilangkan mu dalam hatiku
Ketidakberdayaan menguras sabarku...
Rindang senja tak lagi indah untukku
Deras hujan tak lagi menjadi bahagiaku
Sejak kepulanganmu pada-NYA
Hambar menguasai langkah kakiku
Seakan tapak jejak mengikis senyum manisku
Aku sepi tanpamu,
Tunjukkan padaku apa yang harus ku lakukan
Tampar aku dengan kenyataan bahwa kamu telah tiada
Pukul aku dengan semua hal yang mampu membuatku lupa
Sungguh tega...
Masih saja kamu merengkuhku dengan segala kenangan manis...
Naif sekali diriku,
Bagaimana jika aku membuang namamu dalam hatiku?
Bagaimana jika aku mencari penggantimu?
Bagaimana jika ada yang mampu memilikiku?
Bagaimana jika....
Sayang...
Kerapuhan menyiksaku
Jiwaku kesakitan karena mu
Mungkinkah kamu akan menyalahkan ku
Mungkinkah kamu membenciku
Berulang kali aku mencoba membuka hatiku
Berharap mampu membinasakan rasaku padamu
Namun Tuhan tak pernah mengijinkan aku menyakiti rasamu
__ADS_1
Lagi-lagi aku gagal,
Aku takut,
Mataku enggan terpejam
Mimpiku akan hadirmu selalu menjelma
Membuat kedua tanganku tak ingin melepas
Aku takut,
Haruskah aku mendorongmu pergi
Ataukah mempererat rengkuhan tubuhku padamu
Apa yang harus ku perbuat?
Aku ingin menjauh,
Aku ingin hilang ingatan
Dengan demikian aku tak harus melihat mu
Tak perlu aku memimpikan mu
Tak lagi teringat akan mu
Biar aku lupa pernah mengenal mu
Mencintai mu...
Memiliki mu...
Tolong sayang...
Biarkan aku melanjutkan langkahku
Menghilang lah dari pikiran serta hatiku
Bahagia lah kamu disana,
Akan ku lanjutkan hidupku disini
Akan ku rajut anganku sendiri
Ku rangkai indah menjadi mimpiku nanti
Walau harus melawan sedih
Dalam sujud ku tadahkan tangan
Dalam simpuh aku merintih sebuah doa
Meminta Tuhan bahagiakan kamu di sisi-NYA
Mengharap ridho agar di kehidupan kedua kelak
Kita bersatu tanpa kata pisah,
Hingga ajal yang memisah...
__ADS_1
"Mencintai mu adalah kebahagiaan terindah untukku. Terima kasih atas semua hal yang pernah kita lalui dulu. Terima kasih atas segala pelajaran yang kau berikan. Darimu aku mengerti cinta, darimu aku memahami arti memiliki dan darimu aku belajar menghargai sebuah kehadiran. Sekali lagi terima kasih, Bahagia lah B."
Selamat tinggal kekasih,