Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Akhir yang sulit...


__ADS_3

Deras air mata kembali menetes


Menatap seribu langkah melepas


Hanyut ke dalam buaian pilu


Dermaga menjadi saksi senja berlalu


Ukiran nama terpahat jauh


Bayang angan seolah bunga mimpi


Menghantui hati juga diri


Memeluk erat enggan terbuang


Memekik menolak pergi


Harapan hanya kembang asa


Penguat raga untuk menapak


Jurang pemisah terlalu dalam


Keinginan tak lagi berarti


Paksaan penatua tak mampu melanggar


Kerelaan jiwa merapat menahan amarah


Ego ini semakin lemah


Pendirian prinsip mulai sirna


Haruskah jejak kaki patah?


Cukup!


Segalanya kembali pulang


Rumah bukan persinggahan


Jika lari hal yang mustahil?


Mungkinkah kematian menghampiri?


Bila kah dapat mengakhiri penderitaan ini?


Diam terpaku menelan kepahitan


Kandas berujung saling membalikkan badan


Sisi hati telah mati


Keyakinan ini tidaklah murni


Gerimis mencekam berulang kali


Sunyi dingin meresap mencecap


Berupaya keras untuk menutupi


Jiwa yang telah lama sepi


Tawa di kesendirian bumi


Maaf!


Tak ingin mengulang nasib


Biarlah cakrawala mencecar

__ADS_1


Iri dengki sudah tak peduli


Memandang untuk menyudahi


Sampai angin mengerti


Sukma telah jauh mengalah


Akhir akan bahagia


Esok akan terang


Senyum tersungging penuh kesenangan


Bebas menembus nirwana


Kepakan sayap tinggi ke angkasa


Menggambar untaian doa


Tuhan...


Kini hati telah tiada.....


Masihkah ada yang tidak menerima


Tubuh kotor penuh hina


Tertutup dosa penuh darah


Mengubur perih meremas jantung


Menyakitkan...


Mencoba melerai perasaan


Waktu menyibak isyaratkan salah


Tak mungkin lagi berputar menukar ego


Betapa pusara menunggu kunjungan


Kematian teristimewa...


...----------------...


Aku masih di sini meratap nasib menunggu senja


Satu kesalahan di masa lalu akankah bisa sirna di telan waktu?


Uluran tangan menarik diri dari jurang kesakitan


Kau penghilang luka dalam hati


Satu sosok memberi nyaman


Kau laksana lentera di ruang gelap ku


Hatiku kembali berdebar aku tersipu malu


Apakah aku jatuh cinta?


Ah, aku sudah gila


Ini tidak boleh!


Tapi, aku suka


Logika ku lumpuh karena sebuah rasa


Satu kesalahan dengan sadar ku buat

__ADS_1


Dia pemilik raga dan kau pemilik hati


Dia memberi luka dan kau adalah obatnya


Tubuh lusuh di jerat rantai besi sungguh menyiksa


Lepaskan aku!


Aku pernah mencintai dia manusia paling egois


Jerit tangis pilu tak di dengar


Meratap nasib kian hari kian menyiksa batin dan raga


Aku ingin bahagia


Rantai besi sukar di lepas


Tolong aku!


Engkau hadir tidak ku minta


Uluran tangan menggenggam erat


Menarik diri dari dasar jurang


Engkau ada untuk pelipur lara


Semangat jiwa kembali membara


Hujan adalah saksi cerita kita


Tak apa walaupun kau bersandiwara aku tetap suka


Kata putus asa jiwa yang sudah lama menahan lara


Merindukan bahagia walaupun semu


Kau hadir beri warna penyemangat jiwa


Aku terlena...


Jangan tinggalin aku!


Boleh kah, aku merengkuh mu?


Aku ingin menangis bahagia di dada bidang mu


Aku ingin kau cium kening ku dengan lembut


Aku ingin...


Rasa apa ini?


Aku sadar dan aku salah


Tuhan...


Satu kesalahan aku buat dan tidak akan pernah menjadi benar


Dosa mengguyur raga tak terelakkan lagi


Bahagia dari satu kesalahan apakah akan berakhir baik?


Raga ku terikat tapi hati ku pergi di ujung harap


Aku menggenggam sebuah ilusi


Melepas jerat cerita cinta tak berujung


Perasaan sepi menghantui jiwa

__ADS_1


Sendiri meratap nasib menanti waktu senja hingga tutup usia.


__ADS_2