Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Puisi itu menikam hati


__ADS_3

Mengikat janji di simpul asa


Terlalu erat sesak kan dua hati dalam untaian angan


Pada akhirnya aku dan kamu tidak pernah jadi kita


Maaf...


Aku belum bisa lupa


Rindu masih menderu di kalbu


Bayang wajahmu menari indah di khayalan semu ku


Ku tumpahkan tangis rinduku


Bahkan di malam yang sunyi ku serukan namamu


Semakin ku cegah, rasa kian membuncah


Raungan harap mengikat rasa, bibir menolak hati meminta


Dua rasa luluh lantah di atas derita


Ini kah yang namanya cinta sendiri


Malam ini hujan dan itu membuatku semakin rindu


Ingin aku ceritakan hariku seperti dulu


Tapi kau tak ada lagi di sisiku


Ku bisikkan kata kepada angin malam


Aku masih rindu aku masih menunggu


Namun apakah dia mau datang kembali


Egois kah, aku?


Sekali lagi maafkan aku yang tidak tahu diri


Puisi cinta yang kau tulis masih kuingat setiap bait nya


Air mata menetes kala itu, dan hujan sebagai saksi bisu


Si lemah yang payah mudah tersentuh hanya sedikit kata mesra


Ku pikir puisi itu pelipur lara dan pembangkit jiwa


Tapi kenyataannya puisi itu membunuhku


Bunga yang layu tak bisa mekar lagi

__ADS_1


Hati yang patah ke sekian kali apakah bisa di sambung lagi?


Air mata putus asa pendamping di kala malam


Raga bak manikin di siang hari


Kenyataannya yang pergi tak akan pernah kembali


Sesakit inikah aku mencintaimu


Tak apa karena aku suka dan aku terima


Walaupun mungkin semua hanya sandiwara


......................


Masih di jalan yang sama merajut asa


Langkah berat tentukan pilihan


Jalan mana yang harus di ambil?


Pergi dengan sejuta luka dan semua cerita


Menetap meratap nasib di atas puing cinta yang sudah luluh lantah


Bimbang melanda hati


Semua terlihat sukar walaupun sebenarnya mudah


Hati kenapa seperti ini?


Orang bilang jatuh cinta itu rasanya bahagia


Namun kenyataannya yang ku dapat sedih dan kecewa


Tak layak kah aku bahagia?


Harap di masa depan tinggal angan saja


Terbang tertiup sebuah dusta


Sendiri akan jadi pilihan dan bersama adalah sebuah putus asa


Ku gambar indah harapan masa depan


Namun tetes hujan membasahi


Bersama tapi sudah terasa beda


Atau sendiri meratap nasib di sisa puing cinta


Mengusik hati runtuh kan jiwa.

__ADS_1


......................


Kata orang waktu mampu mengubah segalanya


Tapi tidak dengan hatimu


Satu pertanyaan lagi, seberapa sakit lukanya dulu?


Aku dan dia berbeda


Kenapa kau menganggapnya sama?


Sepotong hati dan sebuah rasa kuberi


Tak cukupkah itu, tuan?


Aku mohon pandanglah aku sekali saja dengan tatapan sayang


Masih menghitung hari yang berlalu pergi


Rasa sayang tak kunjung datang hanya sisa kebencian


Kenapa harus aku?


Apa salahku dulu?


Aku dan dia berbeda, tapi kau menganggapnya sama


Sungguh tak adil yang ku rasa


Bibir bungkam hati menjerit


Rinduku berlabuh kepada bayu


Rasaku lebur di gulung ombak


Sia-sia ku berikan seluruh rasa untuk dia


Bersimpuh memohon telah ku lakukan


Hati keras tak akan jadi lunak


Yang membenci tetap akan benci


Walaupun seribu usaha diraih


Dan yang jauh tak akan jadi dekat


Maafkan aku yang tidak tahu diri


Saat aku pergi, ingatlah semua rasaku tulus


Dan nyatanya waktu tidak bisa mengubah rasamu padaku.

__ADS_1


__ADS_2