Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Setidaknya sempat bersama


__ADS_3

Diakhir ini...


Lelah tak terelakkan lagi,


Senyum pahit menemani


Iringan langkah penuh derai air mata


Tak kuasa membendung sesak


Mencabik-cabik daya kekuatan jiwa


Raga tak lagi menerima


Mengaku kalah pada luka


Terlalu dalam kesakitan


Memberatkan hati untuk bertahan


Kerelaan melepas pergi


Menuai kritik penuh dosa


Aku kalah...


Sebesar apapun cinta


Ego menyambar kebahagiaan jua


Tak sedikit pula tangisan menghujani


Membasahi sepi dalam diri


Ucapan setia hanya pemanis


Bodohnya dua insan saling berkata


Mencoba mendahului takdir


Kini berakhir saling membelakangi


Sesulit ini untuk memiliki


Hanya karena kasta tak sebanding


Pukulan materi mencekik nasib


Membawa titik rendah harga diri


Menguasai nurani menabur emosi


Kepastian kebersamaan hanya intonasi


Menyakinkan bahwa ini sebuah ilusi


Mendekat junjung tinggi netralitas


Tiada daya untuk memilih


Keterpaksaan membawa petaka


Mengumbar senyum nestapa


Menutupi rasa akan lara


Keangkuhan logika menampar kesadaran


Segala tersimpan indah menjadi kenangan


Ikhlas terucap sebagai ketegaran


Berpisah sudah menjadi suratan


Pergilah...


Jika meninggalkan membuat bahagia


Ketika melupakan menjadikan kesenangan


Tak perlu ditahan lagi


Diri telah benci


Sayatan menumbuhkan derita

__ADS_1


Membuka bayang akan nostalgia


Walau tak akan pernah terlupa


Pilihan telah tercipta


Memastikan bahwa kewarasan telah tiada


Untuk menghapus semua ikatan cinta


Kediaman mengasah pertahanan


Berusaha menelan kepahitan amarah


Sembilu menusuk jantung


Karatan noda hitam mengingat asmara


Terkubur dalam di dasar lautan


Hilang sirna terbawa gelombang


Tak ada lagi percaya


Semua telah ternoda


Melebur berkeping menjadi butiran abu


Tertiup angin menyapu ragu


Ini jalan terbaik


Kenyataan menyikat bukti


Ketika segalanya telah mati..


Leburan nikmat mencengkeram


Menerpa keheningan sunyi


Menyeret kaki dalam tapak kabut


Tak berjejak, tak tergambar


Menuai kejelasan asal diri


Guguran daun pelambang isyarat


Tubuh tak mampu menopang


Darah merah bukan darah biru


Kau madu aku racun menyayat kalbu


Tidakkah kau tahu,


Langit bahkan menolak menyatu


Bumi pun gentar mempertemukan


Kekosongan permata menjadi pertimbangan


Anugerah nyawa tiada arti bagi insan manusia


Semua menyebut dusta,


Hanya tolak ukur tak bernilai


Alunan kebangkitan menggerogoti nyali


Pasrah...


Kekangan asa menumbuk tanya


Pantaskah aku bernafas?


Sedangkan noda dan dosa mengundang bencana


Putus asa menjadi keharusan


Lemah terkulai,


Sekedar menatap tak ingin


Kepingan yang hancur tak mungkin kembali

__ADS_1


Sudut mata berembun


Menyesali perbuatan mencinta


Separah ini kerendahan derajat


Luka bertindih kebencian


Nanar mendera mengucap kata


Lidah menyerah tak sanggup mengecap


Biarlah mengalah...


Seiring waktu akan terlupa


Mencintai tak harus bersama


Kumpulan impian biar menjadi cerita


Menguras rindu menikam perih


Bahagia lah walau terpisah


Doa mengalun indah di setiap sujud


Memohon ampun tangis pilu


Kebodohan terlepas belenggu


Hadirmu cukup mengubahku


Setiap lantunan merdu


Ingatkan syahdu pandangan


Menguar membakar gelora


Paras rembulan menyinari mata


Remang-remang meniup siluet cinta


Mencekam meremas gundah gulana


Menyadarkan lamunan akan angan


Mencubit menggelitik sukma


Tak khayal tinggal runyam


Gambaran harapan kepedihan


Mengorek cinta terlena


Ungkapan memuja pelik melanda


Menebas hinaan akan keadaan


Cukup sudah,


Kepiawaian mengelak merusak logika


Menyurut dahaga tumbuhkan dendam


Tuntutan balas tak terelakkan


Menodai ikatan membuang waktu


Sia-sia menyerap lindungan kasih


Torehan luka menyala


Mengurai rengkuhan kehangatan


Menepis tanggapan persamaan


Tanpa kata tanpa rasa


Ketegasan hati mengobati diri


Mengatakan lantang dengan tabah


Setidaknya sempat bersama


Walau berakhir jurang pemisah

__ADS_1


__ADS_2