
Kedinginan malam menusuk hatiku
Bekukan rasaku karena ego
Merobek rinduku yang telah terpupuk
Menderu tanya dalam benakku
Disetiap goresan katamu
Langitku mendung tak berbintang
Di kegelapan malam aku terdiam
Menatap bulan tak utuh tertutup awan
Membisik lembut di telingaku
Ingatkah kamu denganku?
Dalam serpihan kaca, aku menatap diri
Membelai bayang paras tak termiliki
Mengkhayal semu mimpi tepati janji
Namun aku tertampar cambukan luka
Menggores dalam didasar palung hati
Aku meratap iba menahan tangis
Di kesendirian aku melamun
Sulit menyapa enggan berkata
Meremas sesak rasa sakit kian menghujam ku
Sisakan makian tertahan di ujung dusta
Lelah mulai mengusikku
Menguras habis segala tentangmu
Binasakan segala harapan yang tak mungkin berujung
Hanya mampu mengelupas rasaku olehmu
Menutup maaf di jalan berliku
Aku menyerah untukmu
Diam ku tak membuatmu memahami inginku
Bebas mu menjadikan ajang larimu
Meninggalkan remukan duka dalam diri ku
Tidak lagi dan tak akan lagi...
Aku tak pernah bisa menerima,
Bila hadirku hanya sebuah duplikat
__ADS_1
Dimana kau jadikan aku media pelepas sepi dan rindumu
Maaf, kebodohan bukan untukku saja.
Apa arti aku bagimu,
Jika dalam pandanganmu semua hanya mainan semu
Lalu, aku harus bersikap seperti apa pada dirimu
Haruskah aku berlari mengejar mu?
Bilakah aku harus menarik genggaman tanganmu
Agar kau tak meninggalkan ku?
Itukah maumu?
Tidak!, Aku menjunjung tinggi harga diriku
Aku bukan orang lemah yang bisa kau perlakukan semau mu
Jiwaku bisa jauh lebih kejam darimu
Jika aku mau, sudah lama ku tinggalkan kamu
Jika aku sanggup, sudah ku abaikan kamu
Namun sekali lagi, ego bodohku menuju arahmu
Lalu? Siapa yang harus ku salahkan??
Hadirku atau hadirmu??
Sebuah mimpi fana atau takdir diri??
Nyatanya hanya pemberi luka...
Disudut malam aku menertawakan diriku
Menunjuk-nunjuk pikiran dangkal ku
Menusuk-nusuk hatiku dengan kebenaran tentangmu
Agar aku tertampar dan tersadar jika semua tak memiliki awalan
Tak mempunyai sebuah pembukaan
Dan tak pernah ada akhiran
Berakhir begini saja...
Perlahan pertahanan ku luntur
Dinding kokoh hatiku retak
Semua benteng yang ku bangun hancur lebur
Keinginan diri yang tiada habis
Serta ketamakan diri akan kasih
Membawa duka lara menyelimuti diri
__ADS_1
Menenggelamkan bahagia penuh duri
Aku lagi yang harus mati...
Salahkan aku,
Yang mengecewakan hadirmu pada akhirnya
Tuduh aku,
Yang lebih memilih meninggalkan mu tanpa isyarat
Lebih baik begini,
Dengan begini kau tak perlu lagi mengingatku
Dan aku tak perlu menampung kesalahan nurani
Benci aku semau mu
Aku baik saja dan tetap seperti adanya
Tak ada tuntutan dendam dalam mataku...
Hanya seutas sayang dan rindu...
Terima kasih sudah mengajariku banyak hal
Terima kasih telah membuka mataku akan kejamnya dunia
Dan terima kasih atas semua kebaikannya,
Maaf jika saat bersamaku kamu lelah
Maaf jika bertemu denganku membuat mu kewalahan
Dan maaf jika hadirku merusak harimu saat itu
Aku sadar, egoku yang tinggi
Tak mampu mengimbangi watak kerasmu
Pada akhirnya, cerita diakhir semua berjalan sendiri-sendiri
Tak ada pesta perayaan bahagia..
Semua musnah dan hilang...
Hanya tersisa kenangan...
Mengubur dalam harapan...
Dan tanpa tujuan...
Gemerisik suara alunan melodi
Menjadi teman sepi,
Di kala sendiri...
Tanpa ada yang menemani...
Dalam sebuah sunyi....
__ADS_1
#Sepenggal Kisah
#AD βπ»