
Kilas balik kenangan di tahun kemarin sebelum kembang api beradu riuh di langit.
Hari berganti bulan begitupun tahun
Tapi kenapa hati masih terpatri satu nama
Cinta aku susah lupa
Kenapa bayangmu saja sulit ku hapus
Aku masih berharap akan ada kata kita
Kertas putih kembali kosong
Ingin ku tulis kata cinta untuk mu
Tapi tak mampu jari ini tergerak
Hati menahan rindu belain manja kata mesra
Secangkir kopi pahit sempurnakan hari
Dia di sana apakah rindu?
Kamu dan aku jadinya apa sekarang?
Ikatan terputus oleh ego
Janji suci tak lagi di genggam
Cinta...
Kenapa aku begini?
Rasa apa yang kau beri sehingga perasaan ini begitu dalam
Aku adalah budak cinta
Seluruh rasa lebur kepadamu wahai pemilik hati
Satu titik luka tak mampu surut kan cinta
Dua kesalahan selalu ku maafkan
Hinaan yang terlontar aku lupakan
Aku bodoh atau terlalu baik?
Tak apa aku cinta kamu
Embun pagi menyapa sekuntum bunga yang sudah mulai layu
Tak indah lagi dan mungkin sebentar lagi akan mati
Sang surya dengan malu menampakkan eloknya
**Angin berkesiur menerbangkan dedaunan yang basah karena embun
__ADS_1
Senyum indah tersungging di bibir manis sang pemilik hati
Beradu pandang utarakan cinta lewat tatapan mata
Aku milikmu dan kau milikku
Janji tidak akan terpisah sampai tua
Saling menjaga hati dan raga
Kata cinta terucap setiap hari
Pelukan hangat menyapa tak ada
Kini semua tinggal angan saja
Semua lenyap di telan waktu
Ego dan gengsi menguasai diri
Kini kita saling menyakiti
Kenapa berubah?
Hati...
Kau kenapa?
Terlalu sakit memberi atau kurang menerima?
Dua insan saling mencinta tak ada lagi
Kita asing
Aku dan kamu hanya kenangan
Dan pergi ku tak akan kembali lagi
Aku yang salah cinta
Bukan dirimu
Rasaku kurang padamu dan pengorbananku tak ada arti
Kau tak cukup akan itu dan hatiku tak sanggup lagi memberi
Maafkan aku cinta...
Aku, banyak kurangnya
Aku yang menyerah
Dan aku yang salah
Setelah hari ini semua akan beda
Kau tak lagi ada di setiap deru langkah ku
__ADS_1
Dan aku juga bukan prioritas mu
Kita kenapa jadi begini?
Riuh gaduh di jalan yang ramai terasa sepi ku rasa
Sendiri ku mengundang tanya
Apakah benar keputusanku?
Apakah harus ku rajut lagi rasa yang sudah lenyap
Perlukah aku nyalakan lentera harapan agar redupnya cinta kembali membara
Api asmara yang dulu berkobar padam oleh ego
Kata maaf cukupkah?
Sisi hati berkata tidak
Aku takut disakiti lagi tapi aku juga rindu
Bimbang di persimpangan jalan
Satu arah minta kembali
Satu lagi menyuruh pergi
Lalu jalan mana yang harus aku tempuh?
Lagi aku tak bisa memilih
Bersatu kadang membuat lara di hati
Berpisah di landa kerinduan menusuk hati
Kenapa begini
Tangis di tak dapat di bendung
Hujan malam angin dingin menusuk jiwa yang kian menua
Raga diam hati tergerak pikiran melayang tanpa tujuan
Bimbang hati sosok yang kian hari menua
Apakah akan sendiri sampai ajal menjemput
Berharap pada pemilik rindu datanglah saat itu tiba
Akan aku peluk erat dirimu dan aku akan pergi dengan bahagia
Senyum manis tersungging di bibir tua berharap pergi dengan cara yang indah dan bahagia
Sesaat tersadar, di atas ranjang kesakitan mata terbuka dan semua mimpi.
Sayang selamat tahun baru π₯³π₯³**
__ADS_1