
Malam ku jadikan siang
Senyum manis ku sungging kan
Aku menunggu dia yang ingin mendamba belaian
Raga memelas hati merintih tertindih
Jalan nista ku tempuh demi bertahan hidup
Aku di jalan keramaian kerlip bintang dunia malam
Satu teguk anggur penghangat jiwa yang gersang
Hembusan asap tembakau mengepul di udara
Senyum sinis meratapi kebodohan diri
Salah kah jalanku?
Iya, dan tidak akan jadi benar
Ku berdendang di langit malam
Peluk hangat cumbu rayu ku lakukan untuk dia yang mengharap belaian
Senyum termanis ku suguhkan
Mengguyur raga yang kian gersang
Lagu rindu masa lalu menari indah di khayalan semu
Aku tertawa di gemerlap dunia malam
Dan tangis ku pecah di teriknya siang
Di sudut kamar menelan pil pahit kecewa
Aku rindu masa lalu
Mengiba di kesunyian malam syahdu
Saat rengkuh menyesak kalbu
Kerinduan akan sosok penyejuk hati
Tenggelamkan diri dalam duka nestapa sepi
Rindu dekapan hangat penenang hati
Siapakah yang bisa memberi?
Adakah yang bisa memberi
Masih menunggu hari itu akan ada dia penenang hati
Masih menunggu di ujung harap.
__ADS_1
...****************...
Satu buku selesai ku baca dan ku ulangi lagi
Seperti kisah kita yang usai namun ingin ku ulang
Beribu alasan ingin ku bersama lagi
Sakit yang kau buat waktu itu sudah sembuh namun luka masih membekas
Kau yang ku cinta dengan hati dan sepenuh jiwa
Aku terlena indahnya sebuah rasa
Terhanyut rayuan kata manis bibirmu
Satu kesalahan aku buat karena satu rasa percaya
Cumbu rayu, dan suaramu yang berat basah menghanyutkan
Luruh sudah pertahanan diri
Menutup mata merasakan
Antara menikmati dan menyesali
Bulir bening menetes tanpa permisi
Kau bilang ini pembuktian cinta dan aku melakukannya
Sayang, aku percaya padamu
Janji, jangan tinggalin aku!
Pintaku memelas kepadamu
Wahai engkau satu nama pengisi hati
Kau beri warna cinta juga duka nestapa
Dan aku tidak bisa lupa
Mengiringi langkah membayang nyata dalam ingatan
Kau tidak salah, hanya aku yang mudah percaya
Atau aku bodoh?
Sayang...
Panggilan kata cinta untukmu tapi, itu dulu
Sekarang cinta di telan dusta
Tinggal satu rasa sesal menikam hati
Kau datang tidak ku minta dan pergi tanpa sebab
__ADS_1
Kurang kah, pembuktian ku?
Janji hanya sebuah kata sirna oleh sang bayu
Si payah yang mudah percaya
Satu kenangan malam pertama mengatasnamakan sebuah rasa yaitu cinta
Bukan bahagia yang di rasa
Tapi sesal tiada ujung
Membekas membayang langkah kaki
Tegak tak mampu lagi
Satu sosok torehkan merah sejuta luka.
...****************...
Mengeras bak batu pualam
Hati lembut telah tiada
Aku yang hidup di dalam derita cinta
Senyumku hanya pura-pura
Luka nya tak berbekas tapi rasa menikam dan menyesakkan
Si payah yang lemah berubah bringas
Uluran tangan buaian rayuan hanya bentuk balas dendam
Kepada sosok pria yang selalu ku anggap kejam
Semua sama saja hanya akan berikan luka
Tidak ada cinta berakhir bahagia
Kita hidup di dunia bukan di negeri dongeng
Semua rasa itu semu di mataku
Aku si payah yang sudah mati rasa
Ungkapan cinta hanya ilusi
Uluran tangan hanya sebuah sentuhan tak ada arti
Cumbuan hanya hasrat penenang diri
Semua itu semu untukku yang tak punya hati
Salah siapa?
Masa lalu yang kejam sungguh menoreh luka
__ADS_1
Si payah tak bisa menjalin sebuah rasa
Satu peristiwa mampu mengubah segalanya.