
Ibarat batu karang di gerus ombak
Lambat laun akan terkikis dan hilang
Tapi tidak dengan hatimu
Kenapa sulit?
Seberapa sakit kah luka nya dulu, sehingga tak ada peluk hangat untukku
Habis caraku untuk buktikan rasa
Hati keras tak bisa ku lunakkan
Harap indah tertelan luka
Siapa yang salah?
Aku yang hadir tidak tepat atau kau yang tidak siap?
Hanya sepotong hati yang tulus dengan banyak cinta
Ingin di akui walaupun hanya dalam mimpi
Harap indah sirna oleh sebuah ego
Kenapa harus aku?
Salah apa aku?
Sujud memohon ku lakukan
Untuk engkau yang ku sayang
Seluruh rasa dan asa ku beri
Raga dan hati menjerit memelas pada engkau yang ku sayang
Adakah iba yang kau rasa?
Menyedihkan...
Aku rendahkan diriku untukmu yang tinggi
Kata menusuk menghunus tajam bak belati
Sepotong hati tak berbentuk lagi
Tubuh luruh di atas pusara kesakitan
Aku tak layak untukmu yang tinggi
Maafkan aku yang tidak tahu diri
Kini harap sirna di telan angin
Meniup raga yang sudah jadi abu
Aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali
...----------------...
Ku pandang diriku di pantulan cermin
Seulas senyum menghias bibir
__ADS_1
Cantik, kah?
Layak kah aku untuk dia?
Rasa yang sama di rasa dua insan
Sapa mesra menghias hari
Ku tulis sebuah cerita tentang kita
Harapan masa depan akan penuh warna
Kau genggam erat jemari ku
Tatapan mata penuh cinta
Meneduhkan dan rasa nyaman ku rasa
Jalan beriringan senyum hangat tak surut
Ini kah cinta?
Aku dan kamu jadinya kita
Semoga...
***Namun harap hilang di telan kasta
Dua insan beda
Tak akan sama walaupun seribu usaha di raih
Lagi...
Aku tak pantas untukmu yang tinggi
Aku terlalu rendah untukmu cinta
Bak cinderella di negeri dongeng
Namun beda jalan ceritanya
Cinderella berakhir bahagia
Aku menelan pil pahit kecewa
Sedihku tak berujung
Tak cukupkah hanya dengan sepotong hati dan sebuah rasa yang tulus
Ingin mendobrak tembok pembatas
Namun apa daya, si lemah yang payah ini pada akhirnya akan kalah juga
Sekali lagi tamparan kata menghunus tajam
Mengalahkan lancipnya belati
Tersayat lagi sebuah rasa tak terkira
Antara si miskin dan si kaya
Cinta...
Kita berbeda
__ADS_1
Pada akhirnya mengalah pergi
Aku tak pantas untukmu
Si miskin pergi dengan sejuta luka
Raungan sakit memanah hati
Tangis pilu tak dapat di hindari
Sendiri dalam sunyi sebagai obat penenang hati
Aku dan kamu tidak akan jadi kita
...----------------...
Masih dengan sebuah kisah tanpa makna
Pundak lelah di kesakitan harap
Ingin rasa berbaring tenang
Wanita sederhana yang banyak menyimpan luka
Senyum palsu menghias bibir
Tawa semu menghias hari
Manikin berjalan di sebuah ruang harap
Menelan pil pahit torehkan luka
Lelah...
Bibir bungkam hati menjerit
Pura-pura bahagia adalah keahliannya
Sungguh miris meratap nasib
Sayapnya patah jalan terseok
Namun harap masih begitu tinggi
Apakah dia tidak layak bahagia?
Merasa paling susah di dunia
Kesadaran menampar lamunan
Seutas senyum tersungging
Ada harap yang harus di raih
Ada dua pilihan
Pohon yang semakin tinggi akan di terpa angin badai
Atau rumput yang pendek tak akan di terpa kencangnya angin
Tapi di injak
Tak ada luka yang tidak bisa sembuh
Dan tak ada kesedihan yang abadi
__ADS_1
Tak ada susah yang datang terus menerus
Yakinlah pada dirimu sendiri***.