Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Kisah...


__ADS_3

Tuhan...


Dalam diam aku bertanya!


Mengapa sesulit ini untuk melupakan?


Dalam ruang kehampaan aku berfikir,


Apakah tak layak jika diri mencinta?


Semua yang ada dalam dunia,


Seolah menolak kehadiran raga tak bernilai ini


Tuhan...


Jika keadilan itu memang ada!


Bolehkah aku meminta hal yang mustahil?


Saat tubuh kehilangan arah akan rasa,


Mencoba menggapai bayang cinta,


Namun jiwa terbang melambai pergi meninggalkan


Apa salahku, Tuhan?


Tidakkah aku bisa mempertanyakan?


Mungkin luka fisik bisa ku tahan,


Bagaimana jika itu hatiku yang dihancurkan?


Aku berusaha membiarkan segala hal terjadi,


Memungkiri setiap tarikan nafas tak berarti


Hanya demi sebuah cinta...


Tuhan...


Bahkan air mata yang menetes,


Ibarat tawa kesakitan hatiku


Menjadi ejekan dalam kesendirianku


Mengikis kebahagiaanku


Merusak logikaku untuk berfikir,


Lelah, Tuhan...


Ingin aku menyerah saat ini juga...


Berulang kali aku mencoba melupakan


Segala kesedihan dalam angan-angan


Mengupas seluruh harapan


Menggilas mimpi tak nyata untukku


Sesak,


Kini yang tersisa..


Aku rindu tentangmu


Cumbu rayumu


Serta kecupan hangatmu


Sesaat aku terpaku


Mengapa hanya aku yang merasa rindu


Kenapa bukan kamu?


Selalu aku, hanya aku, tetap aku


Lemah ku akan hadirmu


Menampar benteng keteguhanku


Untuk membinasakan mu dalam otakku

__ADS_1


Tuhan...


Apakah ini sebuah hukuman bagiku?


Ataukah sebuah pelajaran hidupku?


Bahkan karma yang menyeret kakiku


Karena melawan haluan garis takdir?


Sayang dengarkanlah...


Rasakan peliknya keinginan hatiku


Resapi remasan pedihnya khayalanku


Di sudut nafsu aku memburu


Membingkai indah paras mu


Mendekap erat relung jiwamu


Aku milikmu,


Rengkuh ke dalam hangatmu


Belai dengan kelembutan mu


Aku masih milikmu...


Sayang renungkan lah...


Sayatan tajam menggores perpisahan


Menguak kejam membelah cinta kita


Tusukan pilu menyayat sukma


Bahkan aku rapuh untuk meratap dunia


Aku terlalu naif,


Tak menerima nasib diri


Tak rela membiarkan merpati pergi


Menatap lekat ciptaan ilahi


Kau milikku,


Egois ku...


Katakanlah sayang...


Jangan biarkan aku meronta


Merintih sapuan lembut kasih sayang


Mendamba rasa penuh gairah


Menyatukan kita tanpa kata pisah


Arungi indahnya senja berdua


Hanya ada kita...


Katakan...


Katakan...


Katakan sayang...


Kita di ciptakan untuk bersama


Kita di ikatkan takdir cinta


Aku dan kamu,


Sayangku...


Hilangkan ragu mu atasku


Buang pemikiran negatif mu terhadapku


Manjaku hanya kepadamu


Hanya kau yang mampu memilikiku

__ADS_1


Penguncian atas satu nama di hati


Bukti hembusan kecintaanku akan datangmu


Janjiku,


Sekali saja,


Lihat ke dalam mataku


Begitu banyak cinta dan rindu melebur menjadi satu


Mengakibatkan rasa menggebu akan dirimu


Sentuhan mu,


Mengusik ketenangan ku


Masih teringat dalam ingatanku


Aku dan kamu bercumbu dalam kata


Mengerang menahan hasrat


Mencinta dan memiliki...


Kisah ini...


Cukup meredam liku-liku syahdu


Akan kerinduan mendalam


Menggertak menekan kembali pulang


Menarik nyawa untuk tersadar


Menggeser ribuan ilusi mimpi


Hadirnya tak lagi sunyi


Sapaan memuja menyudut sepi


Menukik menerangi hati


Diri tak harus sendiri


Menanti menggali nyali


Bahwa aku bisa berdiri


Tanpa pijakan


Tanpa tuntunan,


Apalagi hinaan manusia keji


Akan harga diri...


Tuhan...


Ketika aku telah mengalah


Menerka rajaman panah kebencian


Menancap menembus kekokohan psikis


Mengulurkan jemari bertaut dingin


Aku sadar...


Tak segala hal terpenuhi


Ada yang datang dan pergi


Tanpa tahu sakit dalam penglihatan diri


Namun aku bahagia...


Setidaknya banyak kenangan Tercipta


Selayaknya pungguk menanti datangnya bulan,


Walau hanya sebuah peribahasa


Itulah isyarat cinta dalam nyata...


Tersayang...

__ADS_1


__ADS_2