
Kaki ini masih menapak ditempat yang sama
Tatapan indah masih menghias pandangan
Lamunan erat menitihkan air mata
Angin membisikkan alunan rindu
Mengingatkan janji terpatri sanubari
Sayup-sayup terdengar suara nada
Putaran tempo mengikat langkah
Perlahan gerakan ikuti tarian
Lantunan irama menyiksa kalbu
Ingatan kembali membayang sendu
Paparan sinar kemilau menatap
Remuk mengusik hembusan arah
Kesendirian menyapu rintihan angan
Terpaku menyatu dalam impian
Langit biru berubah senja
Menyiratkan asa penuh luka
Terdiam menerawang kedepan
Merasakan sakit tertinggal diri
Raga tak lagi bernyawa
Kembali tertelan pusara
Cerita tak pernah terlupa
Mengenang sebagai penguat lara
Saat berdua merajut kebersamaan
Merindu merintih melebur menjadi satu
Genggaman jari terurai meregang lepas
Tinggalkan separuh hati terkikis
Meremas kalut perpisahan
Merajam rasa penuh amarah
Tuhan...
Sejauh sukma terbakar
Membara menyapa tangisan
Lautan samudra membentang
Mencabik-cabik tanpa terasa
Mengapa Tuhan
Secuil hati masih mengingat
__ADS_1
Jika pada akhirnya tetap patah
Menyisakan pilu tak terhingga
Menjarah kebebasan mencinta
Kemana Tuhan...
Kekosongan akan melerai
Membelah waktu menyimpan abu
Menguras perih berbingkai tawa
Menutup mata seolah buta
Sungguh payah...
Bahkan diri tak mampu bangkit
Terpuruk menyalahkan nasib
Mempertanyakan keadilan takdir
Merenggut bahagia menelan pahit
Bahagia lah...
Tenanglah di sana...
Biar cinta diri yang rasa
Memanjat keajaiban mengharap doa
Untuk selalu bersama walau berbeda dunia...
Mana janji mu dulu?
Apa salahku?
Kurang baik kah, aku?
Tubuhku luruh di atas pusara derita
Jeritan rindu kepada dia yang tidak bisa mendengar
Cinta...
Aku sakit, aku hilang arah aku butuh sandaran mu
Menetes air mata putus asa mengantar doa
Kau nan jauh di sana tak bisa ku raih
Tuhan...
Aku rindu dia yang di sana
Canda tawa menggema di ruang harap
Dulu di sana kita berjalan bersama, kau genggam erat jemariku
Di bawah langit senja kita bertukar cerita
Sayang, aku ingin kembali ke masa itu
Kau kecup keningku kau ucapkan kata cinta
Seolah dunia hanya milik kita berdua
__ADS_1
Kini aku sendiri dalam bayang indah janji
Kau meninggalkan kenangan indah tak terganti
Hidupku masih berlanjut
Sepi tak kuasa ku hindari dan keramaian hanya sebuah ilusi
Aku hidup dalam bayang cinta beda dunia
Rasa apakah ini?
Bolehkah aku kembali ke masa dulu?
Tak ada cela, tak ada duka air mata putus asa
Cinta...
Malam ini secangkir kopi penenang diri menemani
Sepotong kue manis pelengkap hidangan malam
Tapi semua rasa pahit ku rasa
Satu lagu belum selesai di nyanyikan
Derita cinta menyiksa hati lumpuhkan raga
Kau di sana, aku di sini
Berapa lama lagi aku meratapi kepergian mu?
Kenapa waktu tidak berpihak?
Salah ku, atau salah mu?
Dua insan saling mencinta tidak bisa merajut cerita lagi
Andaikan melupakan mu semudah mencintaimu
Aku tidak akan termenung sendiri di malam ini
Andaikan ada yang lain menemani, bisakah hati sepenuhnya menerima?
Cinta...
Hadir lah, malam ini di mimpiku!
Tersenyum lah seperti dulu saat kita bersama
Tak apa walaupun sebentar dan di dalam mimpi aku sudah bahagia
Kau dan aku tidak disatukan oleh waktu
Cinta dan harap tinggal kenangan
Torehkan luka tiada obat
Rindu menusuk hati yang hampa
Cerita hanya tinggal cerita
Satu janji terucap tak mampu di tepati
Tuhan...
Malam ini ku titipkan salam rinduku untuknya
Sayang, aku mencintaimu.
__ADS_1