
Masih setajam angin
Bisikan merdu rindu menghampiri
Sematan nama di sanubari kian membekas
Tak dapat terusik dan terganti
Jika semua hanya maya
Mengapa terasa nyata saat dirasa
Tubuh lemah tak berdaya saat mengingatnya
Hati berkecamuk memanggil kasih yang tiada
Ucapan bagai kata tiada arti
Sumpah tertinggal ilusi menyayat diri
Bibir tak mampu berteriak
Bungkam gelisah mengisi kekosongan
Deru nafas tak lagi seimbang
Sesak di dada menghimpit relung jiwa
Sakit...
Sangat sakit....
Teramat sakit....
Tangis tak terbendung membasahi pipi
Alunan lembut isakan menjadi penguat asa
Perasaan lara tak tersampaikan jua
Memendam sendiri hingga logika tak terarah
Apa ini?
Luka tak berdarah mengiris pilu
Sosok merindu jauh dari kalbu
Semua berakhir pedih
Rapuh...
Remuk seluruh impian tak bernoda
Rusak harapan meninggalkan hampa
Resah mengikis seluruh rasa...
Dengarkan...
Sayup suara menyanjung kelana
Membesarkan jiwa menggelung kehangatan
Ribuan kunang tak malu menerangi kegelapan
Keringkihan menanti sebuah janji manis
__ADS_1
Hilang tenggelam menjadi duri
Buaian...
Segala cumbu kata menyirat kesedihan
Tak ubah benang membelit kebebasan
Melangkah mendekat menyibak paras
Mencoba membelai setiap inci keindahan
Sedikit demi sedikit tersadar...
Ini hanya mimpi tak berujung,
Jatuh kembali menjadi debu...
Sekali lagi...
Rengkuh hangat menusuk sukma
Membelenggu menahan logika
Membentengi menutup kebenaran
Dengan bodoh menerima dan membiarkan
Luapan hati terabaikan,
Fakta tak di percaya...
Kesakitan menjadi incaran...
Lukisan sendu tergambar redup dalam pandangan
Membenarkan diri akan sebuah keegoisan
Tak perlu lagi merana duka
Di Sana telah bahagia tanpa ada luka
Kesalahan bentuk khilaf tak terlupa
Hingga badan tak lagi dapat bersua...
...----------------...
***Sayang...
Panggilan cinta untuk dia yang terkasih
Hatiku telah jatuh, jiwaku rasaku utuh untukmu
Satu kesalahan aku buat, aku terlena dengan buaian kata mesra
Mengisi hati yang hampa dan penyejuk jiwa yang gersang hadirnya nyata dan ada
Satu nama mengisi hati dan menggeser pemilik raga
Rindu untuk dia yang tak terlihat rupa
Mata terpejam, dan hati merasakan
Aku jatuh cinta...
Ribuan kupu-kupu terbang di relung hati
__ADS_1
Senyum tak surut menghiasai hari
Pipiku merona, aku tersipu malu
Terlena kepada dia yang semu
Satu janji terucap mampukah aku tepati?
Sayang...
Sehat kah kau di sana?
Tidurlah sebentar, saat malam hari
Lelah mu ingin ku hilangkan dengan cinta kasihku
Namun harap tertelan sendu
Kata mesra yang terucap kemarin tak lagi sama hari ini
Apakah ini mimpi?
Aku merajut asa di ujung rindu
Sekali lagi yang kudapat kecewa
Cinta, kau sungguh tega
Aku memberi cinta dan kau torehkan luka
Rindu tak mampu ku bendung rasa kian hari menusuk jantung membawa sesak di seluruh raga
Aku jatuh di lembah terdalam lautan cinta tanpa makna
Sayang...
Aku sakit tapi mulut tak mampu menjerit
Ini kah yang kau mau?
Puas kah, kau sekarang?
Aku rela mengiba hanya demi kau pemilik hati
Mengenalmu bukan tujuan hidupku
Mencintaimu adalah sebuah bahagia
Dan merelakan mu pergi adalah derita yang tak berujung
Cinta...
Aku sakit, aku terpuruk aku tak mampu menyusun rasa
Ragaku utuh tapi hatiku hampa dan sudah beda.
Cinta dua insan perasaan yang dahsyat dan indah tapi, juga perih.
Sebuah lonceng berbunyi...
Pohon natal menghiasi malam damai
Bersama keluarga penuh syukur dan doa
Semoga selalu di berkati di setiap deru langkahmu
Selamat natal sayang***
__ADS_1