Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Hanya, "Dulu"


__ADS_3

Tak terasa...


Kita hampir mencapai di titik akhir


Dimana setiap insan saling menggenggam


Justru kita saling melepas,


Saling diam mengeluh lidah


Menurut ego tak ingin memulai


Menyalahkan diri sendiri


Atas keadaan yang terjadi


Itu dulu,


Kita tak lagi sama,


Menghindar tak ingin mengganggu


Namun hati saling memendam rindu


Sampaikan pesan lewat doa


Disetiap sujud sepertiga malam


Tenangkan hati menguat ikhlas


Untuk sebuah kenyataan


Namun? itu dulu,


Semua kenangan kita


Buatku tak ingin berpikir lagi


Hanya bayang kerinduan di mataku


Dalam benakku,


Serta iringan langkahku


Lagi-lagi keinginan bodoh,


Menggeluti hatiku


Cukup! itu dulu,


Ku tatap setiap potretmu,


Deretan kata indah mu


Terngiang dalam ingatan


Kecupan lembut di kening


Membuatku ingin memeluk erat tubuhmu


Mencium bibir mu,


Sebagai ungkapan bahagia ku


Atas miliki mu,


Lagi-lagi itu dulu,


Hah...


Anganku lagi-lagi menggoda


Membayangkan dekapan erat antara kita


Bius rayuan manja,


Jadikan sisi liar ku berfantasi akan mu,


Masih! itu dulu,


Ku hirup dalam aromamu,


Sendu menggerogoti nyaliku


Mengikis senyum sapaan merindu


Mengharap mampu membawamu kembali

__ADS_1


Dalam hariku, mimpiku, hingga hidupku


Bersama menyatu menjejal waktu


Mengarungi lautan cinta berdua


Sayang! itu dulu,


Bodoh,


Rasaku terlalu naif


Untuk menginginkan hadirmu


Rinduku terlalu menggebu


Untuk sebuah hasrat tentangmu


Bahkan tanpa kutahu,


Kau menertawakan kepolosan pikiranku


Akan semua perlakuanmu


Hah... Itu dulu,


Jujur saja,


Mencecap manis kata penuh gairah


Menjadikan imajinasi diluar dugaan


Alunan bisikan pemanis di telinga


Seolah meminta raga menyentuh


Membelai sukma tanpa jiwa


Mengikat gelora cemburu


Satukan ambisi untuk mencinta


Γ‰mm... Itu dulu,


Ku renungkan berulang kali,


Meyakinkan pandangan akan mu,


Kebaikanmu,


Mesra suaramu,


Tutur kata sopan mu,


Segala hal tentangmu,


Hingga tak ada ruang ragu terselip


Goyahkan pendirian padamu,


Rumit! Itu dulu,


Lambat laun aku menyadari,


Semu hinggap menyelimuti


Ucapmu tak lagi sama


Sumpahmu tiada guna


Karena pada akhirnya


Menjauh menjadi kunci utama


Gambaran harapan hanya kembang


Menghias ikatan untuk bersenang-senang


Remuk! itu dulu,


Masih melekat jelas dalam ingatan,


Setiap deru napas mu,


Mengusik relung hati


Bangkitkan kembali asmara berduri

__ADS_1


Menemani hari-hari


Tanpa batas waktu tak terkendali


Berdua menyanjung api gairah


Remasan kalimat menggugah kesadaran


Romantis menarik perhatian


Lukiskan kisah kasih mendamba


Nyata! itu dulu,


Tiada penyesalan menjejaki


Bahagia pernah melintas dalam bayangan


Ikuti alur takdir menyerbu


Menjerat mengangkat bahkan menjatuhkan


Batasan menjulang tinggi sebagai peringatan


Tanpa disadari lubuk hati telah menyerah


Menerima segala macam rasa


Racun kepedihan menyerang tanpa ampun


Tertawa lepas akan kemunafikan diri


Sebejat inikah jatuhnya hati?


Haha... itu dulu,


Kegilaan akan menjamah suratan,


Memaksa penyatuan dua insan


Dimana garis hidup inginkan perpisahan


Tak jua membuat gentar hadapi dunia


Selangkah saja tak pernah mengalah


Jika bumi murka tak ingin berputar lagi


Hanya siluet cinta abadi menyertai


Mengikat memaksa hanya untuk berdua


Halangi selipan ketiga


Musnahkan rayuan memuja


Sampai mati satu nama terukir


Hmm... itu dulu,


Sayang,


Jangan tanyakan perasaanku padamu


Karena hingga detik ini


Tak ada satupun yang bisa mengalahkan hatiku untukmu


Jika angin menerpa dedaunan yang indah


Maka rindu ini menyelam memutus segala tanya


Akankah engkau merasakan hal yang sama?


Mungkinkah engkau mencoba merasakan hal yang sama?


Atau engkau acuh akan semuanya?


Duhai kelana penyejuk jiwa,


Dengarkan untaian manja akan kesepian


Merintih meminta kehadiran


Bukan sebuah ilusi akan khayalan....


Seperti dulu......

__ADS_1


__ADS_2