Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Mencintai tapi tidak dicintai


__ADS_3

Menatap langit berawan gelap


Rintik mulai membasahi bumi


Tetesan air menyentuh raga


Kecupan hangat menyapa jiwa


Basah tak lagi menjadi ancaman


Tadahkan telapak tangan


Meresapi dinginnya senja


Mengusik ketenangan relung hati


Pelukan erat sebagai penguat diri


Semua hanya sebuah ilusi


Lihat!


Deras hujan seolah sebuah kesedihan tak berarti


Isak tangis bukan jalan menenangkan pikiran


Kekuatan perlahan menghilang


Lemah lunglai menjadi teman kesendirian


Kerinduan hanya sebuah kesepian


Biar diri menanggung tanpa keluhan


Luka sudah biasa menapaki


Kehilangan bukan lagi penyesalan


Jangan lagi pejamkan mata


Tatap kedua mata indah nirwana


Rasa cinta tak berkobar menyala


Memendam seiring langkah menepi


Padam lentera tinggal sepi


Sujud telah menjadi sandaran


Merayu pada sang kuasa


Harapan kebahagiaan tak akan sirna


Tertanam dalam di ujung sanubari


Memiliki adalah anugerah terindah


Akankah takdir berpihak?


Suratan menentang kebersamaan


Meminta terhapus asa


Sayatan cinta menggores perpisahan


Kehadiran hanya lukisan kenangan


Pengingat hati sebuah harap


Doa penyerta di samping angan


Bayangan khayalan pemicu keegoisan


Sukar terurai melepas belenggu

__ADS_1


Hapus air mata


Mencintai telah menjadi kata


Perjuangan merubah keyakinan


Pengorbanan menguasai lara


Hanya meratap menikam dusta


Masa tertukar kecewa


Berakhir hina menyudutkan ingatan


Ribuan kilauan pemanis perjalanan


Tetap satu nama mengacu haluan


Retakan kerak menguliti pijakan


Jatuh kembali tertelan lubang sama


Perubahan datangnya kuncup bunga


Menderita redam resah gelisah


Pijaran godaan merayap menjerat


Tumpuan perlahan tenggelam


Tak lagi kokoh menjejak batin


Akhir sendiri menjadi pilihan


Lelah menyerah ter patah cinta


Hadir menjadi penerang jiwa


Hilangkan dahaga hati yang lara


Putus di telan kecewa


Wahai engkau pemilik hati


Awal mengiba bujuk rayu dalam bayang sendu


Torehkan tinta harap penenang jiwa


Bait indah menyapu gelisah


Penenang hati penyejuk raga


Kau yang ku cinta dengan segala rasa


Torehkan bahagia dan luka


Sang mega menutup warna


Lagi...


Malam sunyi penenang jiwa yang lemah


Tetesan air mata saksi bisu dalam ruang hampa


Jatuh ku menelan kecewa


Bangkit ku ilusi semata


Raga memelas pada sang pencipta


Hati merintih lelah ingin pergi


Cinta...


Kenapa sesakit ini?

__ADS_1


Kamu adalah bahagia yang kurasa


Sakit adalah hiasan sebuah cerita cinta


Aku terima keduanya


Kertas putih kembali kosong


Kau yang tinggi tetaplah tinggi


Jarak jauh langkah kaki


Berharap pada pemilik hati


Kau semu di ujung rindu


Kau nyata dalam khayalan senja


Warna indah penenang hati yang lara


Sunyi, sepi dan sendiri lagi


Harap pada dia yang tinggi


Genggaman tangan terlepas oleh rasa


Ragu kah engkau?


Timbul tanya dalam benak


Jawaban sukar di dapat


Sebuah rasa hilang di telan langit malam


Satu putusan penenang jiwa


Lagi...


Aku sendiri tanpa dia dan cintanya


Raungan putus asa memohon mengiba


Kepada pemilik hati yang tak bisa dimiliki


Aku mohon, genggam lagi tanganku!


Jatuhkan ego ke dalam lautan cinta


Sesak dirasa diujung harap


Tangis pilu menyayat hati


Mata memerah menahan amarah


Raga luruh di atas tanah


Hati lemah memelas kasih


Rasa apa ini?


Mana yang harus aku ikuti?


Senja di kala itu mengingatkan aku


Kau yang jauh tak akan jadi dekat


Kau tinggi tetaplah tinggi


Aku mencintai tapi, tidak dicintai


Aku memberi tidak diberi


Sekarang aku sadar diri


Wahai hati, jangan jatuh lagi ke hati yang salah

__ADS_1


__ADS_2