
***Kaki kecil mengayun indah
Berlarian ke sana kemari
Celoteh riang menggema di ruang keluarga
Di dalam rumah dinding kayu berlantai tanah
Gadis kecil yang manis membawa kebahagian dalam keluarga
Nak, duduklah!
Senyum manis tersungging dari bibir manisnya
Pipi seperti bakpao membuat gemas siapa saja yang melihat
Bapak aku ingin duduk dipangkuan mu!
Tangan kasar pria tua menyentuh lembut jemari sang putri kesayangan
Kau akan dewasa dan menemukan pria yang lebih mencintaimu dari pada diriku
Kau akan meninggalkan rumah ini dan kau hidup bersama pria asing yang kau cintai sepenuh hati
Tugasku telah usai sampai di situ putriku
Kedipan mata berulang kali
Memandang penuh tanya apa yang di ucap cinta pertama sang anak
Tidak mengerti
Apa itu cinta pria asing?
Siapa yang akan aku cintai selain keluargaku disini
Aku tidak akan meninggalkan bapak
Celoteh polos tangan selembut kapas menggenggam tangan pria tua
Tetesan demi tetesan keluar dari pelupuk mata
Pria tua menangis penuh haru
Putri kecilnya yang lucu
Semoga kau selalu bahagia nak
Semoga pria masa depanmu seribu kali lipat lebih baik dariku
Semoga hidupmu berlimpah rejeki dan cukuplah susah mu bersama ku
Anakku sayang...
__ADS_1
Hilanglah sedih mu saat bersama ku
Gantikan senyum di masa depan bersama pria asing yang kau cinta
Saat itu tiba aku akan sedih juga bahagia
Putriku membagi cintanya dengan pria lain
Putriku akan jarang berkunjung
Dia bersama pria yang ku harap menjaga sepenuh jiwa
Keluarga baru nya, apakah akan memperlakukan nya dengan baik?
Kecemasan pria tua ini selalu mengusik malam nya
Saat ego timbul, ia tidak ingin anaknya tumbuh dengan cepat
Waktu berputar terlalu cepat
Tangis pertama saat kau lahir masih satu ku dengar
Kemarin kau masih ku timang
Lagu nina bobo pengantar tidur malam ku nyanyikan
Hari ini kau berlarian tanpa peduli rasa lelah
Anakku sayang...
Pesanku untukmu
Jagalah diri dengan baik
Makanlah teratur dan tidurlah yang nyenyak di malam hari
Kerjanya jangan terlalu keras
Karena sejatinya kau adalah perempuan yang di takdir kan menjadi tulang rusuk
Bukan tulang punggung
Jangan pulang larut malam!
Pria tua ini selalu terjaga menunggu
Anakku sayang....
***
Bayang masa lalu melintas di ujung asa
Inikah mimpi?
__ADS_1
Aku ingin tidur kalau ini mimpi
Aku bahagia di pangkuan pria tua
Rambutnya sudah berubah warna menjadi putih
Tapi, aku masih kecil
Ingatan masa lalu terekam jelas di penghujung harap
Aku ingin kembali ke masa itu mengulang cerita bahagia
Serasa tak ada beban di pundak
Tawa canda menghiasi bibir manis
Sederhana bersama keluarga
Lantai tanah, dinding kayu
Hembusan angin malam menerobos sela dinding kayu
Tapi dingin tak kurasa
Hanya bahagia dan hangatnya keluarga yang kurasa
Di ranjang kayu beralas tikar keras dan tidak nyaman
Tapi aku tidur dengan nyenyak
Jam berputar begitu cepat
Aku mimpi indah setiap malam
Dan pagi ki bangun dengan semangat membara
Masa itu, aku rindu
Biasa kah waktu di ulang
Sungguh sederhana tapi hanya bahagia yang kurasa
Perlahan mata terbuka
Sayup ku lihat cahaya muncul
Uluran tangan menarik dari ruang hampa
Tak terlihat sosoknya
Aku bermimpi lagi
Wanita ini sungguh belum dewasa***.
__ADS_1