Rangkaian Kata Dalam Cinta

Rangkaian Kata Dalam Cinta
Di Ujung Rasa


__ADS_3

Resah memupuk dalam penantian


Mengkhayal bayang akan genggaman


Keraguan mengusik dikala jauh tak terpandang


Risau mulai menyanggul kekhawatiran


Mempertanyakan rasa diujung jalan


Apakah kau akan melupakan?


Segala bujukan dan rayuan sayang


Jika mata tak dapat melihat terhalang jarak


Hanya ucapan lembut dunia maya


Bila kah sebuah kejujuran?


Siang dan malam menjadi kawan


Teman sepi saat rindu tak mampu teratasi


Membingkai keras menyudut diri


Ingin menyatakan hati tak dapat sendiri


Namun kalut menjadi duri


Mimpi datang silih berganti


Penawar raga akan haus kasih sayang


Terpisah ruang dan waktu menguat ambisi


Aku menginginkanmu cinta...


Kembalilah cinta...


Hadirmu menjadi pelipur lara


Menghapus siksaan merindu


Menunggu untuk berjumpa


Biarlah hati memaksa


Meneduh luka hilang tak terasa


Tak ingin ketika merusak bahagia


Mengganti nama yang terukir di sanubari


Ikatkan satu dalam jari manis


Pemilik jiwa ter miliki oleh cinta...


Luapkan segala gundah


Pertemuan mendamba penuh kasih


Berteriak memanggil keluhan nadi


Rindu tak dapat terobati


Hadirnya mengusik diri


Mengikis senyum indah terpatri


Sejenak terpaku menilai diri

__ADS_1


Haruskah luka bergeming?


Disaat lara tancapkan duri


Atau diam membisu menekan hati?


Lelap hinggap mengurung dalam mimpi


Membuai insan merajut misteri


Hunuskan belati merobek jati diri


Sakit saat derai tangis membanjiri pipi


Ingatan masih terkais indah


Meratap dalam hening akan rasa


Penantian membawa duka


Berdiri sendiri menepi janji


Mengolah kalimat tiada arti


Lamunan hadir melekat di sisi


Cumbuan hasrat penuh dilema


Nyata tak lagi peduli


Kecewa...


Mengapa tikaman menuai kegilaan


Merambah lembut menyulut penuh liku


Timangan angan akan sosoknya


Leburkan segala derita menjerit asa


Sela tawa menjadikan imajinasi


Atas gersang secuil hati


Langkah pun memekik tertahan


Tak mampu berlari melawan


Asahan relung sukma merusak raga


Membunuh tunas cinta tak terkendali


Tentangan waktu mengorek benci


Harusnya tak lagi kembali


Hanyut dalam kembang api


Pupuk aroma sedih


Memecah masa mengulas amarah


Lenyap tiada guna


Sendiri yang salah


Bodoh mencabut genangan teratai putih


Melempar ganas menyulam karma


Tetap saja salah

__ADS_1


Larangan mengeram sadis


Tebarkan nyali padamkan suci


Ragu menyiksa sunyi


Menutup mata sebagai akhir


Lambaian tangan sebagai tanda


Biarlah menderita


Setidaknya kau bahagia


Walau dendam menerpa


Angin telah hembuskan nafas


Menyerah mengingkari kata


Terkulai tak bertulang


Hanya tersisa noktah merah luka


Sepi di ujung jalan menanti dia yang sudah jauh


Ingin mengulang cerita indah penuh cinta


Akankah terwujud suatu saat nanti?


Berharap mengukir indah hari tanpa sepi


Aku masih rindu kata mesra mu


Aku terlalu cinta hingga sulit melukiskan rasaku


Benci ku tak seberapa di banding cintaku


Dua rasa bergejolak dalam jiwa menjadi racun di tubuh tua ini


Sayang...


Seuntai harap untukmu yang jauh di sana


Bisakah kita ulang kisah cinta?


Sungguh aku menjerit di tengah malam yang dingin


Hadirmu ku nanti selalu


Bibir bungkam seribu bahasa, mata menghunus tajam pandangan


Raga beku menahan amarah


Hati menjerit dalam kesedihan


Tak rela kau pergi begitu saja


Egoku terlalu tinggi untuk bilang, jangan pergi cinta


Kini sesal tiada guna


Waktu berlalu dan yang pergi tak akan kembali


Sayang...


Aku sungguh rindu


Hanya bisa berucap kepada angin malam


Kata rindu dan cinta tak lagi di dengar pemilik hati

__ADS_1


Akankah bisa merajut kembali kisah


Dan sampai kini masih berharap.


__ADS_2