
Pamit menjadi langkah terakhir ku
Aku sadar, tak mungkin aku berada disini
Perlahan ku menepikan kaki dari samping mu
Jangan berbalik sayang,
Tetaplah membelakangi diriku
Dengan begitu aku akan mudah melepas mu
Kembalilah kepadanya sayang,
Aku baik saja dan akan selalu baik-baik saja
Dia bahagiamu, bukan diriku
Dia mimpimu, bukan tentangku
Ku robek rasa dalam hati untuk melupakanmu
Cukup bayangku menjadi lintasan sepi mu
Senja telah berhenti sunyi
Hatimu masih menyeru namanya
Nafasmu masih menginginkan hadirnya
Pergilah sayang, tak akan aku mencegah
Bagiku bahagiamu adalah hal paling utama
Aku tak marah, aku tak membenci dirimu
Kamu pantas mengejar bahagiamu, begitupun dengan aku
Maaf aku egois tak mempertahankan mu
Lembut hatiku tidak mengijinkan aku menyakitinya
Dewasaku meminta aku mengikhlaskan,
Jika tawa dan senyummu ada padanya
Rindang pohon telah berguguran sayang,
Dedaunan berterbangan seiring tiupan angin
Dalam seulas senyum aku teteskan air mata
Begitu naif nya diriku ini
Mencoba berpijak kuat, nyatanya perih sendiri
Sesak menyelimuti relung hati
Sekali lagi tak mengapa,
__ADS_1
Demi kamu...
Demi kamu, aku rela menghilang
Mengembalikan semua hal pada tempat semestinya
Menepis sepi dari rasa ketidaknyamanan
Walau luka kurasa mengoyak jiwa
Tidak papa, hanya sementara
Diri yang lemah ini terbiasa menghadapi kesakitan sendiri
Terbiasa tanpa mencari simpati orang lain
Kau tahu sayang,
Aku suka ketenangan dan ketenteraman
Aku akan menyendiri ketika duka begitu pedih menusuk hati
Menghilang dan menghindar mencari celah diri untuk pergi
Bukankah aku egois?
Tak mau menghadapi kenyataan
Memilih diam dan pergi tanpa kata
Terkadang aku menertawakan diriku sendiri sayang,
Tak berani menggenggam walau uluran di depan mata
Hujan datang sebagai pengingat raga
Jika rindu mengeruh bersama badai
Tiada lagi sua, tiada lagi pisah
Hanya sunyi menemani dalam dekapan malam
Bahkan bintang di langit dan bulan
Hanya memandang penuh ke-sinisan
Saat pipi basah mengingat pelukan hangatmu
Pulanglah sayang, dia menantimu
Dia menunggu hadirmu setiap waktu
Dalam sujud aku meminta atas namamu
Dalam doa kupanjatkan atas bahagiamu
Rela sudah tiada arti lagi
Saat diri memilih pergi
__ADS_1
Menutup hati dari rasa memiliki dan mengagumi
Tak ingin lagi mempersulit tubuh ini
Biarkan berlari terbang seperti mimpi
Dari jauh aku melihat senyum indahmu
Dari jauh aku menatap tawa ceriamu
Aku tahu bahagiamu tak bersamaku
Aku tahu senang mu tak berada padaku
Bahagia lah sayang, biarkan waktu bergulir
Perjalanan kita masih panjang..
Silih berganti datang hanya ujian
Ku harap saat kamu kembali padanya
Kamu bahagia ya,
Jangan membuatku bersalah untuk mengalah
Jangan membuatku bersalah untuk melangkah
Karena yang ku mau darimu,
Memandang senyum dan tawamu saat kembali pada cintamu
Sudah ya sayang,
Lepasin ya, buang aku dalam ingatanmu
Tak perlu lagi memikirkan aku yang melukaimu
Senyumku akan selalu mengiringi langkahmu
Lambaian tanganku akan mengikuti pundakmu yang semakin pudar dari sudut mataku
Pamit ya,
Takdirku mengikatku...
"Mungkin aku mencintaimu, namun bersamamu itu di luar jangkauan ku. Saat hatimu masih menyebut namanya, sadar ku membawa langkah untuk mundur."
Bahagia lah sayang...
Berbalik lah, dia didepan menunggu uluran tangan mu
Jika takdir mempertemukan kita
Ku harap, aku dan kamu telah lupa akan kita
Biarlah semua menjadi sejarah
Yang tak perlu terulang, kisah tak searah...
__ADS_1