
Dendang lagu mengantar tidur
Senyum manis untuk putri kesayangan
Bertaruh nyawa kau lakukan untukku yang kau sayang
Ibu...
Besarnya pengorbanan mu
Tidur mu tak nyenyak lagi ya, Ibu
Siang hari penuh akan diriku yang selalu merengek di gendongan mu
Saat di malam hari tangis ku membangunkan dirimu
Demi aku yang kau sayang
Kapan aku tidak merepotkan mu Ibu
Lihat lah tangan yang dulu halus kini tak nampak lagi
Keriput dan sedikit kurus sekarang
Ku sadar semakin menua kau sekarang
Ibu...
Lelah, letih kau abaikan demi keluarga yang kau sayang
Ibu... kau lentera dalam hidupku
Masih aku ingat kala itu rengekan ku kepadamu
Satu kali dua kali bahkan lebih kenakalan sering ku lakukan
Tak pernah sekalipun ku dengarkan bentakan darimu
Adakah yang lebih tulus darimu ibu?
Tak ada kata yang terucap hanya ingin memeluk mu hangat
Kecupan kecil pengantar tidur selalu kau berikan
Peluk mu penenang paling ampuh
Ku bersimpuh memohon ridho
Ibu...
Apakah aku bisa sepertimu kelak kalau dewasa?
Pertanyaan terlontar dari bibir sang putri kesayangan
Gadis manis memeluk sang ibu kesayangan
__ADS_1
Tak ingin tumbuh dewasa, tak ingin pergi darimu
Ibu...
Seandainya bisa seperti dulu
Saat lelah dan sedihku luruh semua di pangkuan mu saat aku mengadu
Sekarang tak bisa lagi
Lihatlah bu...
Anakmu belum dewasa
Aku masih selalu menangis dalam diam
Senyum palsu selalu ku sungging kan
Luka yang kurasa tak bisa ku bagi lagi
Rasanya ingin lagi tidur di pangkuan mu
Memeluk manja seperti dulu
Lalu kau balas dengan kecupan sayang
Aku ingin kembali ke masa itu
Ibu... aku rindu
Aku ingin mengadu kepadamu bahwa aku takut
Takut akan semua hal yang aku alami kelak
Akankah aku seperti dirimu ibu?
Putrimu rindu ingin memeluk dan bermanja-manja kepadamu
Tapi kau sudah bahagia di sisi-Nya
Bu...
Terima kasih atas semua cinta kasihmu
Tak terhingga sepanjang masa
Walaupun kau sudah tutup usia tapi hadirmu masih ku rasa
Ibu...
Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan seluruh hati
Belum ku bahagiakan dirimu
Tapi kau sudah meninggalkan aku
__ADS_1
Hanya seuntai doa dalam sujud ku sebagai baktiku
Kau hanya memberi dan tak harap kembali
Cinta kasihmu abadi dan tak lekang oleh waktu
Kau segalanya untukku ibu
...----------------...
Hai, selamat pagi
Masih ngantuk ya? Ayo bangun ini sudah pagi
Ada harap yang harus di raih
Ada cita-cita menjulang tinggi yang harus di raih
Ingat kita sendiri di perantauan
Tak seberapa kita berjuang
Pejamkan mata sejenak, ingatlah bapak ibu di kampung
Ingatlah adik-adik di kampung
Kerjanya sering lembur ya?
Tak apa, untuk mereka yang terkasih
Lelah ya? baringkan tubuhnya sebentar
Nanti lelahnya juga hilang kok
Demi sebuah bahagia untuk mereka yang terkasih
Semangat ya, anak rantau!
Siang mu terlalu keras kerjanya ya?
Dan di malam hari di sebuah kamar yang temaram kau selalu kesepian
Tak apa demi sebuah cita-cita di masa depan
Tak sedikit tetesan keringat bercampur air mata
Kau berjuang untuk sebuah masa depan
Semangat berkobar lelah tak kau rasakan
Di negeri orang kita sedang berjuang
Deli sebuah harap di masa depan
Semangat anak rantau
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...