
Satu buku dengan sampul indahnya
Tentang kita yang saling mengukir kisah indah
Hujan di pagi hari mengingatkan aku akan hadirmu di kala itu
Buliran bening lolos begitu saja tanpa permisi
Mengenang hari indahnya di kala itu
Jangan tanya bagaimana kabarku, kau di sana pasti sudah tahu jawabnya
Bulu mata yang lentik, bibir tipis, hidung mancung dan kulitnya yang putih indahnya sosok mu
Tatapan menghunus tajam, dan suaranya mu yang tegas aku rindu
Kawan...
Ingin ku bagi ceritaku, tapi aku malu seakan tak ada kisah indah mewarnai hidupku
Ingin ku rengkuh dirimu, ku tumpahkan tangis pilu ku
Dan usapan telapak tangan yang hangat di pundak akan menghilangkan lara ku
Kawan...
Aku terlalu rapuh, ragaku utuh tapi hati tak berbentuk lagi
kawan, aku rindu...
Canda tawa tak menghiasi lagi hariku
Hadirmu hanya sebuah ilusi
Kini ceritaku tak berwarna lagi
Maafkan aku yang payah
Sayap ku patah, dan jalanku tertatih
Kawan...
Rengkuh lah diriku, hilangkan sedihku
Aku selalu pura-pura bahagia
Dan kau paling tahu akan itu
Seuntai doa ku panjatkan kepada Sang pencipta
Untuk dirimu yang selalu hadir di hidupku
Kau memberi kisah, kau memberi warna
Kini kau pergi, dan tak akan pernah kembali
__ADS_1
Kawan...
Aku rindu
...****************...
Seiring berjalan bersama angin
Canda tawa menghiasi hari
Satu harap indah di masa depan penuh cita
Tatapan tajam menikam hati
Sosoknya mempesona
Tubuh tegap, bulu mata lentik, bibir tipis hidung mancung dan kulitnya yang putih
Suaranya yang tegas selaras dengan pesonanya
Lukisan indah silaukan mata yang memandang
Sempat bersama tapi, tidak bisa bersanding
Satu cerita yang entah kapan di mulai tapi harus usai begitu saja
Sang surya nampak malu menunjukkan pesonanya
Satu kota sebuah kenangan yang tak akan terlupa
Dua insan saling beradu riuh di dalam untaian harap
Perdebatan tak dapat terelakkan
Si tampan dan si jutek tak pernah akur
Selalu bersama tapi tak ada kata mesra
Hubungan yang aneh
Kita kawan atau lawan?
Terekam jelas pertanyaan bodoh terlantar dari bibirku
Tak dapat jawaban kau hanya diam membisu
Hanya seulas senyum tipis dari bibirmu
Di hamparan kebun strawberry
Berjalan beriringan tanpa saling menggenggam
Kau petik satu buah, kau suapkan padaku
Rasanya....
__ADS_1
Manis karena aku yang memberi
Itu jawabmu kala itu
Langit berubah warna
Dinginnya angin menusuk raga
Aku tidak tahan panas, tapi juga tidak kuat dingin
Si jutek yang aneh
Duduk bersama pundaknya ku jadikan sandaran
Di bawah langit senja kota kembang
Aku kedinginan ucapku dengan manja
Jaket warna biru kau balutkan di tubuh ramping ku
Aroma parfum mu menusuk di indra penciumanku
Masih terekam jelas dan begitu menenangkan
Senyum manis tersungging dari bibir ku
Kau manis sekali, kataku
Akan ada kata lagi yang lebih manis dari ini
Saat langit berubah warna
Sangat indah seperti hubungan kita kala itu
Di bawah langit senja kau berbisik
Aku suka kamu
Jantung berdecak lebih kencang
Seakan mau melompat keluar
Ribuan kupu-kupu terbang di relung hati
Apakah ini nyata?
Bisikan nya terekam jelas di ingatan
Apakah ini ilusi?
Si tampan yang menjadi musuh tiba-tiba bilang suka
Sungguh aneh tapi nyata inilah perasaan
Isi hati manusia tidak akan pernah ada yang tahu*.
__ADS_1