REDIVIDER

REDIVIDER
Invansi dan Terror!


__ADS_3

{Setelah pertempuran}


“saat aku membuka kedua mataku.. Ahhhk.. kepalaku masih terasa sakit, Dimana aku!?” sahut yotta sambil memegang kepalanya. “Ruangan ini? Terasa tidak asing lagi bagiku.. ber’aromakan harum mawar khas wanita dan corak hitam putih mendominasi dinding sekitar.. dengan cepat ku mengingatnya, Tidak salah lagi.. ini ruang milik Clara Frostfire”


Suara pintu otomatis pun terdengar terbuka. Seorang gadis cantik pun masuk menghampiriku lalu berkata “Hey yotta? Kamu sudah sadar yah..


Bagaimana kodisimu saat ini. Apa masih terasa sakit?” sahut Clara dengan wajah tersenyum.


“Owh.. Clara, ya Aku sudah sedikit mendingan kok, Terimakasih banyak. lagi-lagi kamu menyelamatkanku..” balas yotta. “Tidak, Tidak . harusnya aku yang beterimakasih padamu yotta, karena sudah berani mempertaruhkan nyawamu demi menyelamatkan salah satu anggota kami waktu itu” Clara balas menjawab.


“bagaimana keadaan gadis itu? Apakah baik-baik saja?” tanya yotta.


“Tentu saja dia baik-baik saja hanya luka kecil yang dialaminya. Tidak separah dirimu yotta”


bukankah kamu bilang padaku tadi bahwa diriku hanya terkena luka ringan dalam pertempuran itu clara?..


iyah memang untuk luka fisik luarmu baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Tapi yang didalam tubuhmu berbeda, Kamu terluka parah bukan karena pertempuran itu, tapi karena kamu sudah menggunakan Senjata elite kami diluar batas kemampuan manusia normal, terlebih lagi kamu melakukanya tanpa latihan sekalipun.


Yang mengakibatkan aliran mana(semacam Aliran Energy) dalam tubuhmu tidak beraturan dan memaksa organ-organ vitalmu bekerja terlalu keras dan membuat robekan dan kebocoran darah.


Beruntung kamu masih bisa di selamatkan” begitulan penjelasan Clara tentang kondisiku saat ini.


“Sekarang boleh aku yang bertanya?” sahut clara. “Kenapa kamu bisa sampai di area pertempuran itu?


“Tadinya aku sedang berdiam diri di wilayah Hilir sungai dekat dinding Shield di wilayah Bronze, lalu aku mendengar suara ledakan, aku mengikuti arah suara itu dan melihat tentara militer serta prajurit Survivor sedang berkumpul, mereka membuka gerbang sheild lalu pergi ke luar area itu, akupun terus mengikuti dan tak lama terlibat dalam pertempuran” Penjelasan singkat dari yotta.


“Oh iyah clara!? dalam pertempuran itu aku melihat Dave sedang bertarung dengan monster-monster itu, Sekarang bagaimana keadaanya? Apakah dia selamat?” tanya yotta.


“Kamu tidak perlu khawatir soal itu, Tentu saja dia selamat, Jendral kecil itu orang yang tanguh, ACE kita Tak mudah untuk di kalahkan, namun ia kehilangan banyak pasukan yang di pimpinnya” sahut Clara.


“Hah... Dave adalah seorang Jendral?..”

__ADS_1


dengan terkejut yotta bertanya.


“Oh maaf yotta, kami belum cerita tentang jabatan kami di markas Hunters ini, Jabatan Dave adalah seorang Jendral GroundArmy (pasukan Darat) yang kamu lihat waktu itu adalah sebagian kecil dari pasukannya, sedangkan Ben adalah jendral Air Force Army (pasukan Udara).


Cindy pun memiliki jabatanya yang cukup tinggi ia adalah seorang Jendral IntelSquadron (Pasukan Pengintai)” penjelasan Clara dengan nada santai.


“Wah.. aku tak menyangka mereka adalah orang-orang penting di negara ini,


Oh iyah... bagaimana denganmu Clara, Apa jabatanmu di Militer Hunters ini?” sahut yotta.


“hmm,Tolong jangan Kaget, tentu saja jabatanku adalah seorang Komandan tertinggi mereka, pemimpin The Hunters” ia berkata dengan tertawa kecil kepadaku.


Lalu tiba-tiba “Beeeep”Terdengar suara alarm....


“Untuk Komandan Clara tolong segera menuju Pusat Control” 2x pengumuman itu di serukan.


“Maaf yotta, Aku tinggal dulu yah, Sepertinya ada hal penting yang harus ku urus” Clara yang mendengarpun segera berlari keluar ruangan,


ia mengambil jaket yang tergantung di sisi kasur (milik Clara yang tertinggal) dan membawanya sambil berjalan ke arah pintu kluar ruangan clara, belum sempat ia mengancingi jaket yang ia kenakan, saat keluar pintu(tepatnya di area Koridor) yotta terperangah kaget melihat sosok Gadis cantik di depannya yang sedang memandanginya dengan tatapan tajam dan terlihat sangat marah...


“Hah.. Bukankah itu Laura?... Hey lau...” belum sempat yotta menyelesaikan kalimatnya itu , Tiba-tiba laura berbalik dan berlari menjauhi yotta (terlihat ia menitihkan air mata sambil berlari menjauh).


“Tunggu laura, Laura hey.. Kenapa kau ini, Laura......?!” yotta terus berteriak memanggil laura, ia hanya bisa terdiam di tempat sambil berteriak memanggil laura. Ia tidak bisa bergerak cepat untuk mengejar laura, karena kondisi tubuh yang belum pulih.


“Kenapa sih dia?. Aku panggil malah lari menjauh..” gerutu yotta dengan nada kesal ditambah sedih.


Tiba-tiba ada yang memanggil nama yotta di belakang nya (tepatnya di sisi lain koridor)


“Hey.. Yotta, Kenapa kau keluar ruangan, kondisimu belum pulih benar..Dan tadi kenapa kau berteriak-teriak memangil seseorang?” sapa Cindy ke yotta.


“Aku bosan jika terus berada di atas kasur.. dan tadi aku melihat seorang yang ku kenal namun ntah knapa ia malah berlari menjauhiku” jawab yotta dengan nada kecil.


“Hahaha, Mungkin dia takut dengan wajah dingin mu itu yotta” ledek Cindy sambil tertawa kecil.

__ADS_1


“lagi pula, Akupun sempat kaget, Ku kira kau tadi pria simpanan Clara sewaktu keluar ruangannya, terlebih lagi.. Pakai dulu bajumu dengan benar sanah, kancingi tuh jaketnya.. Duh Clara inih, kenapa selalu membawamu ke kamarnya.


Padahal ruang Medis banyak yang kosong... Oh iyah yotta apakah kau sudah bisa berjalan sekarang? Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Ayo ikuti aku ” sahut Cindy sambil menuntun yotta.


“Baiklah..” jawab singkat yotta.


{Area Pusat Ruang Control}


Ketika aku melangkah masuk Ruangan Control, Suasananya sangat mencekam. Banyak orang berkumpul di dalam Ruangan itu Dengan mimik wajah yang sangat serius, “Ntah apa yang terjadi di sinih, Kenapa semuanya telihat tegang, dan serius... Ahhhk canggung sekali di sinih..” dalam hati yotta mengerutu.


Disanah terlihat ada Clara, Presiden Varost, Kolonel Militer Varost, dan mentri-mentrinya, Bahkan paman lim pun ada di sanah.


Mereka semua sedang membahas Sesuatu yang sangat penting dan mendesak.


“Wahhhhhhh... Semuanya para Petinggi di negara ini berkumpul di sinih.. Canggung sekali suasananya..”


“Apakah Benar Dia orangnya, Komandan Clara? Yang dapat memakai senjata elite itu..” pertanyaan Kolonel kepada Clara, sambil menunjukan jarinya ke arah yotta.


“Yes, Sir. Namanya yotta Slyvana, salah satu dari sedikit orang yang bisa menggunakan Dug Weapons(senjata elite), Penduduk Kawasan Silver dan Walinya adalah mantan Peneliti Bio-Tehcnology Pemerintahan bernama Lim Slyvana” jawab tegas Clara.


“Baiklah saya akan segera memberi sedikit penjelasan kepada anda yotta dan sluruh petinggi-petinggi yang sudah datang.


Sekarang negara kita dalam situasi Siaga level 2(keadaan berbahaya seperti: bencana,krisis,perang), satelit kita menangkap gambar bahwa sejumlah 6 divisi(sekitar 600rb) tentara pasukan negara Ribelion(negara tetangga Varost) telah melanggar perjanjian damai dan melakukan invansi besar-besaran ke negara kita, Dan sekarang pasukan militer kita sedang bertempur berusaha menahan invansi mereka di perbatasan Negara.” Penjelasan dari Kolonel.


“Ya tuhan, Tamat lah sudah negriku ini. Belum selesai dengan Teror abadi monster Creaturs yang selalu berusaha memusnahkan umat manusia, sekarang negara ini terlibat perang dengan negara tetangga, tak terbayang Berapa banyak lagi nyawa yang harus menjadi korban nanti..”


sambil menepuk dahinya, yotta berkata dalam batinnya.


Sekarang inti permasalahannya. Sudah pasti bahwa Varost akan memusatkan untuk mengirim seluruh kekuatan armada pasukan Militernya ke Rhine(wilayah dekat perbatasan negara) untuk menahan laju invansi musuh.


Karena keterbatasan Sumber tenaga manusia, kita akan melakukan wajib militer kepada seluruh pemuda di negeri ini dalam rangka melindungi kota-kota wilayah Varost dari serangan Creaturs, dan oraganisasi HUNTER pun di tunjuk langsung oleh presiden untuk menjadi penanggung jawab urusan melatih para militer muda nanti.....


#Tobe Continue:

__ADS_1


__ADS_2