REDIVIDER

REDIVIDER
Awal diriku bergabung dalam militer!


__ADS_3

Setelah semua permasalah di bahas dan di setujui seluruh dewan petinggi negara, clara dan cindy di perintahkan untuk langsung membawaku ke Pesawat Cargo(kapal pengangkut) dan terbang menuju suatu wilayah Kawasan Silver di kota Antropolist(kota di wilayah terluar dari ibu kota Varost) Sebuah tempat yang kurasa adalah sebuah Pusat dari riset dan penelitian labolatorium Besar yang di jalankan pemerintah.


Setelah kita sampai dan menurunkanku dari pesawat, Clara dan Cindy langsung berpamitan kepadaku.. “Sekarang Ku titipkan padamu Sarah...” sahut clara kepada seorang wanita yang sudah menunggu kedatangan kami di bandara..


“Nah sekarang kami harus kembali lagi ke ibu kota Varost, jaga dirimu baik-baik yotta. Kalau ada apa-apa tanyakan saja pda wanita yang ada di sebelah mu itu..., Byee... kita pasti akan berjumpa kembali”... sahut mereka tersenyum sabil melambaikan tangan..


“Hallo yotta, Perkenalkan namaku Sarah A Worden, kamu bisa memanggilku Dr Sarah, Karena pekerjaanku adalah seorang Profesor dari Pusat penelitian Varost...”


“Salam kenal juga, Namaku Yotta, Lengkapnya Yotta Slyvana, panggil saja yotta.. baiklah aku akan memanggilmu Dr Sarah..” lalu kami berangkat menuju pusat kota Antropolist.


Terlihat bagunan besar(hanya 1tingkat) yang di jaga ketat oleh tentara militer, setelah kami masuk ke dalam sebuah lift.. sarah mengakses kartunya ke arah pintu lift. Lift pun turun sekitar 2000 meter ke bawah tanah...


barulah terlihat ruangan yang amat besar di penuhi orang-orang yang memakai jas putih sedang bekerja...


Setelah Mendengar Penjelasan Tentang Bangunan dan fasilitas dalam bangunan ini.. Tiba lah Pembicaraan serius dokter sarah dengan yotta...


“Dengar yotta. Mungkin kedepannya akan menjadi hari-hari yang sangat berat, karena kami semua sudah melihat adanya potensi dalam dirimu, karena Kamu bisa jadi adalah salah satu aset penting negara ini, kami ingin mengajakmu bergabung ke dalam pasukan militer dari sekarang.


Sebelum kamu di paksa dengan keras mengikuti wajib militer yang akan segera di laksanakan negara ini dan pamanmu akan di eksekusi sebagai pembelot” sahut Dokter Sarah.


“kenapa harus aku? Lalu bagaimana dengan pendapat pamanku, apakah dia mengijinkan diriku untuk bergabung ke dalam militer?, Aku tidak inggin kehilang satu-satunya keluarga yang kupunya”.. jawab cemas yotta.


“Kami sudah mengurus semuanya dan mendiskusikan’nya dengan pamanmu, paman mu tidak punya pilihan karena dewan petinggi negara memaksa untuk setuju atau dia akan di eksekusi(dengan kata lain,Kematian)”.


Sarah menjelaskan dengan nada datar, sambil memalingkan matanya ke kanan terlihat sedikit berbohong kepadaku..


“Baiklah.Baiklah.... aku menyetujuinya asalakan keselamatan pamanku terjamin” jawab cepat yotta.


“Mulai sekarang para dewan akan ber’ekperimen dan menjadikan tubuhmu sebagai objeknya..”

__ADS_1


Mereka akan mencoba serum virus nima baru yang sudah di kembangkan di laboratorium selama bertahun-tahun ini,


jujur saja, Clara,Dave,Cindy dan Ben. mereka semua dulu adalah Objek penelitian pemerintah , yang ketika kecil di ambil dari sebuah panti asuhan dan dari sekian banyak anak yang menjalani ekperimen hanya beberapa yang berhasil menjadi Evo-Survivor(survivor baru yang lebih kuat) selebihnya mereka semua telah gagal atau bisa di bilang sudah tiada.


Kemungkinan hanya 25% tingkat keberhasilannya.. ku harap kamu juga berhasil melaluinya yotta..


“Laura dan Paman’mu dikabarkan sedang di antar oleh komandan Clara menuju kesinih untuk menemani’mu saat melakukan Operasi” Jawab Dr Sarah dengan senyuman,Memberikan kabar gembira kepada ku.


“Selang 2 hari kemudian”


Dimulai lah proses Operasi dimana tubuh yotta di baringkan dan dipasangkan berbagai alat medis penunjang kehidupan serta tangan dan kakinya di ikat kuat..


sekitar 10 orang Dokter ahli, Paman lim, Laura serta Clara yang menemani yotta dalam melakuakan Operasinya itu...


Mari kita mulai... Mereka menyuntikan Cairan E-Virus Ke dalam sumsum tulang belakang yotta.. Dengan keaadan sadar dan ketakutan, yotta Berteriak sangat keras ketika jarum suntik menembus tulang belakangnya ia merasakan sakit yang amat luar biasa.. sampai-sampai kesadarannya hampir hilang karena tidak tahan menerima rasa sakit itu..


“Arghhh!!” Teriaku nyaring, tubuhku berguncang hebat seluruh kulit dan dagingku membengkak seolah akan meledak.


“Aku tak sanggup lagi!”


Tidak mampu lagi aku berucap, setiap kata yang hendak ku ucapkan berubah menjadi jeritan dan desahan rasa sakit, hanya dalam batinku aku dapat mengeluh dan menjerit sekeras yang aku mampu.


“Maafkan aku ayah,ibu,paman..”


“Aku rasa aku tak mampu mengalahkan virus ini..”


“Arghhh...”


Air mataku mengalir membasahi pipiku, sedari awal aku memang bukanlah seorang yang pemberani dan bahkan cenderung penakut.

__ADS_1


Namun ku atupkan mulutku dan berusaha menahan rasa sakit yang menyerang seluruh tubuhku.


......


Terlihat sebuah ilusi yang terlihat sangat nyata, ilusi dimana orang tuaku tertawa begitu lepas, begitu bahagianya mereka terlihat dan memandang kearahku sambil melambaikan tangannya.


Namun belum beberapa saat bayangan itu menghilang digantikan tangisan dan jeritan kedua orang tuaku, darah menggenang dihadapanku menunjukkan sebuah kejadian yang ntah nyata atau tidak, aku berlutut dan tertelungkup.


“Kumohon, kau bisa mengambil apapun, akan kujual jiwa-ku padamu lepaskan mereka!” Aku menjerit, menangis namun aku tidak mampu melakukan apapun.


“Tidakkk!!! Ayah! Ibu!” mahluk itu membunuh mereka dihadapanku, dan mahluk itu menghadap kearahku, tersenyum, seakan menghinaku.


“Tidak! Ini tidak mungkin, it.. it.. itu aku! Kenapa aku ada disanah! Hentikan mahluk jahanam! Aku bilang Hentikan!”


Aku melihat diriku sendiri yang gagal menguasai E-Virus dalam tubuhku, berubah menjadi monster yang begitu mengerikan, aku menjadi Creaturs yang dipenuhi kabut hitam yang terlihat kabur seperti bayangan, mataku berwarna keemasan seperti ular. Aku menjadi monster yang mengerikan!


“Aku mohon..! Aku mohon..!!” Kepalaku tertunduk hingga ketahan, air mataku seakan menjadi kolam yang menengelamkan aku. Darah, air mataku berwarna merah! Aku mengalami kesedihan yang amat sangat, air mataku telah habis dan di gantikan darah dari mataku.


“Swish.. Swish..”


Seluruh bayangan berputar membentuk sebuah pusaran, dan semua itu tiba-tiba menghilang ditengah kegelapan,”Apakah aku mati..?


“Dimana ini? Dimana ayah dan ibu?


Perlahan kegelapan itu menjadi semakin pekat, dan tubuhku terjatuh diatas tanah.


“Inikah kematian?...”


Aku menyerah untuk melawan, kesedihanku menutupi semua kesakitanku hanya itu yang kurasakan, sakit tubuhku tidak lagi terasa, namun sakit dalam hatiku, perasaan bersalah terasa begitu menusuk dan membuatku sulit bernafas, aku berlutut dan memandang keatas dan hanya kegelapan yang kutemukan...

__ADS_1


#Tobe Continue:


__ADS_2