
Tidak lama berselang lift terbuka, dan Jendral Ben berjalan keluar, aku bergegas mengikuti dari belakang, lift tersebut menghilang dan menjadi tembok biasa, seperti tidak ada apa-apa disanah.
Kualihkan pandanganku dan berusaha mencari arah kemana Jendral ben pergi, namun pemandangan dihadapanku mengejutkanku! Sebuah ruangan besar penuh dengan alat-alat berteknologi tinggi berada didepanku, berbagai jenis manusia dari berbagai negara ada disanah, tidak jarang hewan mutan (mahluk yang diciptakan untuk membantu manusia dan ada juga yang tujuannya untuk memburu para Creaturs) juga terlihat, tentunya partner dari para tentara.
Ruang itu begitu luas, sehingga tidak melebih-lebihkan bila menyebutnya sebagai kota bawah tanah. Mungkin sekitar 3juta manusia bisa masuk kedalamnya, bahkan mataku yang dapat melihat dengan baik, kesulitan melihat ujungnya.
“Yotta! Kemarilah! Aku tidak menyukai Prajurit yang tidak disiplin!” lamunanku buyar oleh teriakan dingin Jendral Ben dari kejauhan, para peneliti itu sepertinya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Aku bergegas berlari mengikuti Jendral ben, saat itu aku benar-benar gugup.
Jendral kemudian masuk kedalam sebuah bangunan di kota tersebut, di pintu masuk terdapat 2 orang penjaga yang membawa pedang besar di punggungnya, tinggi mereka masing-masing 2,6 meter dan 2,7meter.
Wajah mereka dingin sama seperti Jendral Ben, aku tentunya tidak berani memandang wajah mereka lama-lama, aku masuk mengikuti Jendral melewati kedua penjaga tersebut.
“Permisi” Ucapku seraya aku masuk melalui pintu besi tadi, saat aku masuk kulihat meja rapat Oval disertai beberapa orang ilmuan dan Menteri pertahanan Varost dan lagi-lagi aku melihat sosok Indah menawan yaitu Clara Forstfire, yang duduk mengelilinginya.
Seluruh individu yang ada didalam ruangan melihat kearahku, tak lama seorang diantara ilmuan berdiri dan memandangku.
“Dokter Sarah?”Ujarku pelan, wajahku jelas terlihat kebingungan tentang seluruh hal yang terjadi hari ini.
“Yotta! Kemari!” Dokter Sarah memanggilku, dan aku berjalan kearahnya. Seluruh mata mengikuti setiap langkahku, namun aku sudah biasa dengan hal-hal semacam ini, karena begitulan cara orang memandangku semenjak rapat waktu itu.
“Bingung?” Dokter Sarah bertanya seakan mengetahui isi pikiranku, aku hanya mengangguk tanda setuju. Sambil memandang wanita cantik dihadapanku ini.
“Hadirin sekalian, dan yang terhormat Komandan Clara Frostfire, serta Jendral Ben Adkinson Serta bapak Fendler Smith selaku Menteri Pertahanan, juga Rekan-rekan Ilmuan dan Anggota militer.”
“Yotta Slyvana merupakan Prajurit survivor baru terburuk dalam sejarah Negara Varost” Ucap Dokter Sarah yang mengejutkanku seraya menatapnya dan berusaha mencerna arti perkataanya.
“Uhhhuukk... Buset... nusuk amat tuh kata-kata tante sarah” bantinku mengoceh.
Seluruh individu yang ada didalam ruangan melihat kearahku, sebagian bingung, sebagian melihatku dengan wajah serius.
Tidak lama kemudian Dokter Sarah melanjutkan penjelasannya.
__ADS_1
“Itu Bila Memandangnya dari kekuatan fisiknya! Yotta Slyvana memiliki nilai terendah dalam seluruh tes fisik yang ia lakukan, namun dia mendapatkan nilai test tertinggi dalam test Intelligent Quality (Kualitas kecerdasan), nilai IQ-nya adalah 400 atau skor sempurna, satu-satunya manusia di seluruh dunia yang mampu melakukannya hanyalah dia.”
“IQ tertinggi yang pernah diraih manusia adalah 220, dan orang itu adalah saya. Saya yakin bahwa ada suatu yang berbeda dengan evolusi yang dialami yotta. Dia mengalami gejala evolusi yang lebih berat dari sluruh peserta test yang lain, dan dia hampir mati karenanya.
Hal itu lucu karena meskipun evolusinya gagal setidaknya dia akan tetap hidup sebagai setengah monster. Namun, diluar dugaan dia hampir mencapai titik kritis.”
“Yotta, apakah setelah evolusi kamu merasa dapat berfikir lebih cepat?! Atau dapat menghafal lebih mudah?” Dokter Sarah mengalihkan pandangannya dari Audien dan memandang kearahku, matanya bersinar penuh harap.
“B..Betul dokter, dan bukan hanya itu, aku juga dapat mengingat setiap karakter dari semua buku yang pernah aku baca semenjak kecil dulu” Sambil terbata-bata aku menjawab pertanyaan dokter sarah.
Ruang tersebut sontak menjadi riuh, seorang antara yang lain saling berbicara tentang keanehan pada diriku. Keculai Komandan Clara yang sedari tadi santai memandangku karena dia tau semuanya yang telah terjadi padaku.
“Pernyataan itu membuktikan hipotesisku yang pertama, bahwa yotta mengalami Evolusi Otak bukan tubuh, dan beberapa penelitian dari tahun 2012 hingga sekarang memberikan hipotesis baru, bahwa manusia yang memiliki IQ diatas 380 mampu menggunakan Telekenesis meskipun itu belum terbukti” Dokter sarah menjelaskan mengapa Jendral Ben memberikan Pill berharga itu padaku.
Kini aku tau bahwa diriku mengalami kasus Evolusi yang benar-benar berbeda dengan peserta lain, bahkan berbeda dengan manusia-manusia lain Dokter sarah menjelaskan mengapa Jendral Ben memberikan Pill berharga itu padaku. Kini aku tau bahwa diriku mengalami kasus Evolusi yang benar-benar berbeda dengan peserta lain, bahkan berbeda dengan manusia-manusia lainnya.
“Yotta Coba pusatkan perhatianmu pada pulpen ini!” Dokter Sarah memerintahkan ku.
“Baiklah!” jawabku singkat sambil memfokuskan perhatian dan pikiranku pada pulpen ditangan dokter sarah.
Tanapa mengeluarkan suara, aku melakukan apa yang disuruhkannya padaku, beberapa saat kemudian kurasa sebagian energiku mulai bergerak, dari setiap bagian tubuhku mengalir kekepalaku.
“Whoshh!”
Dengan cepat pulpen ditangan dokter sarah terangkat, terkejut, aku kehilangan fokus dan pulpen itu jatuh ke lantai.
[hening seketika]
Tidak ada suara dalam ruangan tersebut, bahakan mata Komandan Clara pun bersinar memandang kejadian dihadapannya.
“Hal itu membuktikan hipotesisku yang ketiga” dokter sarah menambahkan, keringat mulai menetes di pipiku, entah mengapa aku merasa meleleh.
“Yotta, coba lakuan hal yang sama pada kursi ini” dokter sarah memerintahkanku lagi, kali ini objeknya lebih besar dan berat. Tanpa basa-basi aku memfokuskan pandanganku pada kursi tersebut, sedikit rasa senang dalam hatiku, mengetahui bahwa aku ini bukanlah orang tidak berguna.
__ADS_1
Bersemangat kukerahkan seluruh energi dari tubuhku dan membayangkan kursi dihadapanku terangkat.
“Whosh”
“Whoshhhhh”
Perlahan-lahan bangku itu mulai beranjak meninggalkan lantai ruangan, keringat mengucur deras dari dahiku. Menetes hingga leher dan bahuku.
Karena bigitu senangnya dengan kekuatan baru yang kumiliki, aku tidak menyadari bahwa wajahku pucat pasi, sangat pucat hingga terlihat seperti orang mati.
“Whoshhh”
Bangku besi yang setidaknya memiliki berat 20kg itu melayang 1 meter diatas tanah, semua orang dalam ruangan terfokus pada kursi yang melayang dibagian terdepan dari ruangan.
“Eh, tubuhku kehilangan Energi” Mataku mulai kabur, kurasakan energi dalam tubuhku seperti menghilang lenyap, dan rasa kantuk yang sangat besar menyerangku secara tiba-tiba.
“Brukk!”
Yotta jatuh kelantai tidak sadarkan diri, dia tidakmenyadari bahwa telekenesis membutuhkan energi yang besar. Hal tersebut juga berlaku sama dengan berfikir, manusia normal akan merasa lebih lelah saat berfikir, ketimbang melakukan pekerjaan fisik.
Tentu saja hal itu mengejutkan beberapa orang di dalam ruangan, berbeda dengan respon yang ditunjukan oleh sebagian orang dalam ruangan, dokter sarah tersenyum sambil melanjutkan.
“Hal ini membuktikan hipotesisku yang terakhir, bahwa telekenesis membutuhkan energi yang besar untuk dilakukan, permasalahan terpenting untuk kita dan juga yotta adalah energi dalam tubuhnya sangat sedikit. Hal tersebut berhunbungan langsung dengan tinggkat kekuatannya, saat ini dia masih jauh dari cukup untuk menggunakan telekenesis untuk membunuh musuh.” Dokter sarah menjelaskan, sambil memandang yotta yang terbaring diatas lantai ruangan.
“Dan dalam hal ini aku hanya mampu membantu memberikan supplemen, untuk latihannya yotta, aku serahkan pada Jendral Ben” ucap dokter sarah sambil tersenyum ke arah Ben adkinson.
Jendral Ben juga tersenyum membalas senyum dokter Sarah, jika Yotta masih terbangun dia akan terkejut mengetahui hal tersebut, Jendral yang selalu dingin pada seluruh bahawan dan Prajuritnya, Tersenyum membalas senyuman seorang wanita. Jelas terlihat dokter Sarah dan Jendral ben saling menyukai.
......
“Dimana aku, mengapa aku terbangun di tempat ini?”
Aku tersadar di atas meja perawatan fasilitas bawah tanah milik The Hunters, mataku menyusuri setiap sudut-sudut kamar. Namun aku dikejutkan oleh Aura pembunuh dari arah sudut kamar, saat kulihat kearah Aura tersebut sambil mengucur kembali keringat dinggin di tubuh,
__ADS_1
“Jendral!?” Aku di kejutkan oleh sosok Jendral Ben yang duduk di pojok ruang yang gelap, aura membunuhnya sepertinya sengaja ia lepaskan, aku tidak mengetahui apa yang ia ingin dilakukan....
#Tobe Continue: