
“Brag!” Jax jatuh ketanah, terlihat pupilnya terlihat kosong dan matanya terbuka, otaknya tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengirimkan pesan pada selaput matanya untuk menutup.
“Swosh..Swosh..!” Jendral Ben yang semenjak tadi hanya melihat dari dalam kantornya, berlari keluar dengan kecepatan penuh, dia pun sangat terguncang dengan apa yang terjadi pada Jax, salah satu orang kepercayaanya yang mengikutinya semenjak dulu.
Jendral Ben meraba leher jax untuk memastikan denyut nadinya, wajahnya terlihat sangat serius, namun kemudian melepaskan nafas panjang.
“Singhhh..! Yotta!! Turunlah untunglah dia masih hidup, kupikir dia akan langsung mati karenamu” Jendral Ben memandang kearahku yang melayang diatas tanah, sambil menggedong Jax kedalam kantor.
“MATI, Mati.. Akan Kubunuh Kalian..!!!” Seolah tidak mendengar suara Jendral, Aku memandang kedua orang lainnya yang sedang menatapku tajam dan terkejut..
“Ricco!!!, Dion!!! Cepat Pergi dari sinih!!...” Jendral ben beteriak kepada dua orang itu..
Belum sempat mereka bergerak, Aku langsung Meluncur terbang Cepat ke arah mereka “Swosh!” Aku yang telah kehilangan kendali atas tubuhku , Aku memusatkat Gelombang elektromagnetik ke arah kedua orang tersebut, seluruh energi terasa terkuras hebat.
__ADS_1
“Zinggk!” Aku melepaskan kedua Gelombang itu ke arah Ricco dan Dion, namun Jendral ben sudah terlebih dahulu menyelamatkan kedua orang itu jauh sebelum gelombang itu mengenai kedua orang tersebut,, Miss(tidak kena) malah mengenai tembok sampai membuat Dua buah lubang Besar disanah.
“Hey Yotta Sadarlah!” Jendral ben berteriak sambil memandang aku yang berlumuran darah, tubuhku yang melayang diatas tanah mulai terguncang dan Akhirnya terjatuh.
....
Yotta kehilangan kesadarannya dan berakhir di tangkapan Jendral Ben, Wajahnya pucat dan tubuhnya penuh luka serta tulang-tulangnya patah.
“Oh Sial! Sepertinya aku salah! Hah..” Jendral ben sedikit menyesal dalam hatinya, dan menyadari mungkin dia terlalu kelewatan, sebenarnya ia hanya ingin mengajari Yotta apa artinya bertarung dalam garis antara hidup dan mati, namun diluar dugaan kekuatannya malah keluar dan hampir membunuh 3 orang kepercayaannya.
Ricco dan Dion masih terkejut memandang atasan mereka menarik mereka dari ambang Kematian.
“Ric! Dion! Jangan beritahu siapapun tentang semua ini! Mengerti?!” suara jendral ben terdengar dari belakang mereka, kedua orang itu membalikan wajahnya dan mengangguk.
__ADS_1
“Kalian berdua pasti sudah mati kalau bukan Aku yang menarik kalian tadi, Anak ini berbeda dan Akan menjadi kunci Negara ini lepas dari kekangan PBB dunia dan penindasan Negara lain.” Jendral ben berujar sambil berjalan didepan mereka, Ricco dan Dion memandang satu sama lain dan mengangguk, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun seakan mengerti satu sama lain.
Sesampainya di dalam kantor, Jendral memberikan 2 buah Pill kepada yotta dan jax, dan beberapa saat tubuh mereka mulai melakukan penyembuhan.
5 Jam setelahnya Jax terbangun, Wajahnya pucat dan terlihat sedikit binggung.
Jax kemudian bertanya kepada kedua temannya dan kepada sang Jendral, secara mengejutkan Jax kehilangan ingatannya tentang hari itu, Yotta hanya Survivor Tingkat E, sehingga jumlah gelombang yang dihasilkan oleh dirinya masih terbatas karena jumlah energi yang harus dikeluarkannya akan sangat besar.
“Oh tuhan, anak ini hanyalah Survivor tingkat E?!” jax membatin sambil melihat yotta dengan Ekspresi takut dan juga terkejut.
“Tugas kita sekarang adalah menjaganya dan melatihnya sehingga menjadi lebih kuat, dan detail seluruh hal yang terjadi hari ini harus dirahasikan, terutama dari anggota Dewan pemerintah.”
“Ini akan berbahaya bagi Yotta” Jendral Ben menambahkan, Dewan akan menggunakan Yotta sebagai alasan mempersatukan dunia, namun kenyataannya orang-orang di dalamnya tidak jauh berbeda dengan penjahat, mereka memonopoli sumber makanan dan kesehatan, terutama pill-pill dan serum berharga yang mampu meningkatkan kekuatan seorang Survivor.
__ADS_1
.....
#Tobe Continue: