
“Crakkk...Crakkk..” Terlihat dinding Shield mulai menunjukan ke’retakan di berbagai sudut karena hantaman Ratusan Ribu Creaturs yang berusaha memaksa masuk.
Beberapa saat sebelum pedang, tombak dan puluhan peluru rocket mengenai tubuhnya ,
Creaturs besar itu tiba-tiba tersadar!...
Heaarrr!!! Monster itu mulai membuka matanya, tersadar dari kondisi yang setengah sadar dari serangan sebelumnya. Amarah terpancar dari kedua mata monster itu, berwarna Merah terang dengan pupil berwarna hitam pekat.
“Sialan!!!! Aku hanya bisa menahannya selama 5 detik”
“Semuanya Cepat Menghindar!!!” Aku berteriak sekeras yang aku bisa namun tidak ada gunanya, mereka hanya berjarak beberapa meter dari Creaturs besar itu.
“Groarrrr!!” Amarah Monster itu meledak seperti erupsi gunung berapi, terbangun dalam keadaan yang terjepit Monster itu melihat ke arah Jendral Ben.
Creaturs ini Memiliki kecerdasan diatas Monster normal, Dengan cepat Insting mahluk itu dapat merasakan dari empat orang yang menyerangnya, Jendral Ben Lah yang paling menjadi ancaman terbesar bagi monster itu.
“Slash..!! Cringg..!!.. Duarr...!! Bomm!!.. Bomm!!..”
Pedang, tombak dan puluhan peluru rocket meledak di Leher Monster itu, Dan menimbulkan Luka parah pada Monster besar itu, Asap mengepul pekat mengelilingi Jendral Ben, Ricco,Jax dan Dion, mereka tertutup asap. Melihat hal itu Seluruh pasukan yang lain terdiam, mereka tentunya khawatir dengan keselamatan Jendral Mereka..
__ADS_1
“Dimas!.. Fani!... Kalian mundurlah, kondisi kalian sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertempuran”
“Dan aku memiliki satu permintaan pada kalian,maukah kalian mendegarkannya?!” sahut yotta pada kedua teman masa kecilnya itu.
“Tolong pergilah ke barak, pastikan keluarga ku aman, Dan juga laura, ia tadi berkunjung menemuiku di pagi hari, pastikan dia juga selamat..!”
“Mereka berdua menganguk tanda setuju” Baiklah kawan.
sedangkan Aku, Dinda dan Celion akan membantu Jendral” teriak’ku pada kedua sahabatku itu.
“Pasukan!!.. Serang!!..” Seru yotta Menggema ke telingga seluruh pasukan garis depan membangkitkan rasa percaya diri mereka..
Tiba-tiba seluruh pasukan terdiam kaget, Wajah mereka pucat pasi dan kesedihan terpancar dari wajah mereka, ketika asap mulai memudar dan melihat Jendral berlumuran darah, salah satu taring besar Mahluk itu menembus perutnya. Darah menetes seperti hujan kecil yang membasahi tanah dibawahnya dengan darah sang Jendral, Creaturs itu berhasil menerkam Jendral.
“JENDRAL!!!” Aku dan seluruh pasukan lain berteriak melihat pemandangan tersebut, Jendral Ben masih menggenggam kedua pedangnya, Monster itu melihat ke segala arah, berusaha untuk meninggalkan medan pertempuran sambil membawa Jendral ben di Mulutnya.
“Aku takkan Membiarkanmu pergi Dengan mudah!!” Jendral ben tersenyum sambil mengerahkan seluruh kekuatannya yang terakhir untuk mengayunkan kedua pedang besar di tanggannya.
“Matilah bersamaku!!!” Jendral Ben berteriak sesaat sebelum pedangnya menembus leher Monster itu dan pedang di tanggan kirinya menebas pundak monster itu.
__ADS_1
Bersamaan dengan Jeritan Monster itu, tubuh Jendral ben Terlepas dari Mulut moster itu dan menghujam permukaan tanah dengan keras, terlihat jelas mulutnya mengeluarkan darah yang begitu banyak.
Dengan Luka parah yang sangat Besar monster itu mengeluarkan tenaga terakhirnya dan berhasil Kabur, ia melompat sangat tinggi melewati Lubang besar dingding shield di atas sanah, akibat serangan rudal pasukan yang meleset.
Aku berlari secepat yang aku bisa ke arah Jendral, “Jendral! Jendral! Bertahanlah, maafkan aku! Ini semua adalah kesalahanku!” Aku berlutut sambil memegang kepalanya, perasaan bersalah merasukiku, sebab hal ini terjadi karena kesalahanku yang terlalu lemah, kekuatan fisik kami terpaut sangat jauh , aku hanyalah Survivor yang baru naik level dari E ke level D sedangkan mahluk itu memiliki keuatan fisik sama seperti Jendral. Tentunya serangan gelombang EMP ku hanya mampu menghentikannya untuk beberapa saat.
“Jendral!” Air mataku mengalir dikedua pipiku, Pria di hadapanku adalah sahabat, guru sekaligus sosok ayah yang mengajarkanku banyak hal. Namun diluar semua ekspetasi ku, Jendral tersenyum dan menepuk punggungku dengan tangan kirinya.
“Nak! Tidak perlu bersedih, Mahluk itu tidak akan selamat sama sepertiku! Hahaha”
“Jangan salahkan dirimu bocah! Perbedaan kekuatanmu sungguh jauh, sudah mampu menghentikannya beberapa detik saja sudah sangat membantu!”
“Lari! Jangan bertahan di pangkalan ini, lihat di sanah, dingding shield sudah hampir tidak mampu menahan para Creaturs itu yang jumlahnya ratusan ribu, tempat ini akan menjadi lautan api dan tidak akan bertahan lebih lama lagi, Ratusan Pesawat pengebom sudah hampir sampai..
Pergi lah sejauh mungkin dan bawa Keluargamu ke tempat aman !”
“Huek!!” Jendral ben memuntahkan darah dari mulutnya karena berusaha terus berbicara padaku.
#Tobe continue:
__ADS_1