
Pada saat yang bersamaan Di Sisi lain ...
[Pedalaman Hutan]
Dap!!... Dap!!.. Dap!!.. suara gemuruh langkah kai segerombolan kawanan besar Creaturs terdengar dari kejauhan, jumlah mereka sangat mengejutkan, lebih dari 500rb Creaturs bergerak dengan cepat kearah Shield benteng pertahanan kota tersebut.
“Roarrr..! Roarrr!!.. Roarrr!!..”
Segerombolan Creaturs sedang menuju Kota..
Monster-monster itu mengaum dan meraung dengan keras, beberapa mahluk yang berkururan sangat besar bahkan menghancurkan pohon-pohon yang dilewatinya. Pergerakan mereka tidak dapat dihentikan, mereka terbagi menjadi beberapa kawanan, sesuai dengan jenis spesiesnya masing-masing.
“Wiuww..! Wiuww! Wiuww!”
Belum sempat menyelesaikan perkataan, sang kapten wanita dan seluruh peserta pelatihan lainnya di kejutkan suara alarm darurat yang berbunyi begitu keras. Sontak seluruh prajurit menjadi panik dan menimbulkan kekacauan dibarisan prajurit.
Ribuan prajurit Survivor senior berlarian keluar barak, sebagian dari mereka yang sedang berlatih di lapangan pelatihan bergegas mengambil perlengkapan mereka masing-masing.
“Kepada Seluruh pasukan bersiap Untuk Berperang! Ini bukan latihan, Sekali lagi ini bukan latihan!”
Dalam kebingungan dan kegaduhan, pengeras suara di seluruh sudut markas memberikan pengumuman yang mengejutkan.
__ADS_1
Sang kapten wanita tentunya lebih siap dari seluruh prajurit baru, yang mungkin belum pernah melihat darah dan pembunuhan, sang kapten dengan sigap menenangkan kekacauan dengan suara lantang dan keras.
“Dengarkan!! Hai Kalian, Mahluk Penakut dan Bodoh!!!”
“Hentikan kekacauan ini dan Kembali kebarisan! Berdiri diluar barisan dan hanya kematian yang menuggu kalian!”
Sang kapten Wanita berteriak dengan keras, amarah bercampur dalam suaranya. Wajahnya yang sebelumnya dingin dan tenang, kini berubah menjadi serius dan seram, mendengar teriakan sang kapten seluruh pasukan kembali kebarisan, sebagian dari mereka tidak sabar untuk berperang, sementara beberapa dari mereka gemetar dan ketakutan.
Sambil memandang dengan tatapan dingin kearah kerumunan pasukan baru, sang kapten meneriman pengumuman detail dan perintah melaui alat pendengaran pada telinganya.
“Rec-Drone menemukan ratusan Ribu Creaturs sedang bergerak, berjarak 30 menit dari pangkalan!”
Suara dibalik alat pendengaran itu terdengar serak dan bernada tinggi, wajah sang kapten wanita berubah karena ucapan atasannya itu.
“Pak! Mohon pertimbangan Ulang! Dan Konfirmasi dari Komandan Clara Frostfire, Mereka semua pasti akan mati bila kita melakukan hal itu!”
“DIAM!!!” Komandan sedang melakukan rapat penting antar perwakilan negara sekarang, dan otomatis kami mengambil alih sebagai Mentri pertahan negara ini!, Jangan Membantah ini Perintah!!”
......
“Ada apa ini? Creaturs Menyerang?” Pikirku, jantungku mulai berdegup kencang. Perasaan ku Bercampur antara takut, penasaran dan sedikit tertantang.
__ADS_1
“Namun bukankah ini hal biasa bagi mereka? Mengapa mereka terlihat begitu gugup?” pikirku sambil memandang ke arah para prajurit yang berlalu-lalang membawa perlengkapan perang mereka.
“Untuk Regup 1 sampai regup 15 total = 25ribu prajurit kalian sekarang adalah batalyon 013, Segera Berkumpul di pintu masuk pangkalan, Sisanya Pergi ke Dalam bungker utama!” Aku yang berada di Regup 12 tentu harus ikut berkumpul.
“Cepat Berbaris dengan teratur dan persiapkan diri kalian!” sang kapten wanita memberikan perintah sambil memimpin pasukan, lalu berjalan ke arah dinding Shield yang melindungi pangkalan Perang.
Sesampainya di pintu masuk pangkalan, ku temukan puluhan ribu pasukan survior dan non’survivor berdiri di pintu masuk pangkalan dan memberikan jalan kepada batalyon 013(yang hanya terdiri dari para Prajurit baru) untuk maju kebarisan paling depan. Melihat hal itu sudah dapat kutebak maksud dari hal itu, Mereka ingin mengorbankan batalyon pasukan baru ini, karena dari segi kekuatan batalyon ini tidak lebih berharga dari para batalyon senior yang rata-rata memiliki kekuatan fisik level C dibandingkan mereka batalyon yang baru terbentuk kurang dari 1 bulan ini tentunya tidak terlalu berharga.
“Sial! Seharusnya aku tahu mereka hanya memikirkan dirinya sendiri!”
“Apa yang harus kulakukan?!” Aku yang Sedang terhanyut dalam rasa panik dan takutku, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dari kejauhan.
“Yotta?!” Jendral Ben dan Batalyon yang dipimpinya berjalan kearahku dengan terburu-buru.
“Beep!” jam di tangan Jendral di aktifkan dan membuka transmisi suara..
“Perhatian pada Pusat AirForceArmy, ini Jendral Kalian Ben adkinson.. Segera luncurkan bantuan Udara ke base pangkalan pelatihan di area Antropolist, saya ulangi Segera luncurkan bantuan Udara ke base pangkalan pelatihan di area Antropolist” sahut Jendral Ben, memanggil Pasukan utamanya, lalu mengakhiri panggilannya.
“Beep!” jam dinonaktifkan.
Tobe Continue:
__ADS_1