REDIVIDER

REDIVIDER
Perintah Mundur dan Penberontakan!


__ADS_3

“Jendral!!!” Aku dan ketiga wakilnya berujar bersamaan, Jendral ben menutup matanya dengan senyuman diwajahnya, dia selalu berkata mati di medan perang memiliki kebanggaan tersediri, banginya mati di medan perang lebih baik daripada mati karena penyakit.


Belum sempat kami meratapi kematiannya terdengar ledakan besar menghantam tanah, dan dinding shield yang mulai hancur roboh diikuti ribuan Creaturs yang menerobos masuk, bersamaan dengan pasukan Udara dan pesawat pembom mulai menyerang ke wilayah kami berdiri.


“Boom!! Boom!! Boom!! Duarrr!!” Ledakan misil dan rokket menghatam tanah.


Seluruh pasukan baru yang berdiri di barisan paling depan langsung terlibat dalam pertempuran, jeritan dan teriakan para survivor yang terluka dan raungan Creatus terdengar begitu keras.


“Ahhkk! Tidakkk!! Tolong!!! Selamatkan aku!!! Kiahhhhhh!!!”


“Roarrr!!!, Groarrr!!! Boom!! Duarrr!!”


“Jax!! Ricco!! Bawa jasad Jendral Sejauh yang kalian bisa, dan Kuburkan dengan layak, tempat ini akan berubah menjadi tempat pembantaian!!” Dion berdiri sambil merentangkan tombak besar ditangannya, mereka bertiga adalah anak asuh sang Jendral ben.


Jax dan ricco mengangguk sambil mengangkat jasad Jendral ben dan berjalan kearah sebaliknya dari pintu masuk dan bayangannya menghilang dibalik kerumunan perajurit.


“Hunters!! Dengarkan perintaku!! Hunuskan Pedang dan Senjata kalian!!”


“MARI BALASKAN DENDAM KITA UNTUK JENDRAL !!!” Dion berteriak, sambil berlari kearah ratusan ribu Creatus yang menerobos masuk dihadapannya di ikuti Puluhan ribu pasukan di belakanya, terlihat butiran airmata disudut matanya. Dion merupakan anak pertama yang mendapat arahan sang Jendral, pada waktu itu umurnya hanyalah 18tahun.


Benar-benar sudah menjadi lautan api, Banyak sekali Creatus yang Mati hancur karena ledakan bom dari serangan pesawat bomber dan Pesawat tempur Drone, bengitu pula para Survivor dan Tentara yang terkena ledakan, terkaman (gigitan), serta tebasan cakar tajam para Creaturs.


Aku yang sedari tadi terduduk karena melihat pemandangan mengerikan ini, mulai menghapus butiran air mata di kelopak mataku, dan memerintakan dinda dan Celion untuk mundur, sesaat setelah melihat banyak pesawat kargo mulai mendarat di lapangan pelatihan untuk mengevakuasi tentara, warga sipil dan Para Survivor pemula.


Sedangkan aku mulai kehilangan kesabaran, dan amarah merasuki seluruh pikiranku, kedua Senjata Pedang Jendral ben yang ku pegang telah melayang di atas kepalaku dan berputar seperti perisai yang melindungi kepalaku. Aku berlari kearah sekumpulan Creaturs itu berusaha menaiki tembok besar untuk menyerang mereka dari atas tembok.


“MATI KAU MONSTER KEPARAT!!!..”

__ADS_1


“Goarrrr!!!.. Goarrr!!! Ahhhhkkk Tolong...!! Tidakk!!!..”


Raungan Monster dan Jeritan para Tentara serta Survivor Menggema di telinggaku, situasi sudah mulai sangat kacau banyak sekali rekan-rekanku terbunuh di hadapan mataku. Aku rasa ini bukan lagi medan pertempuran tapi sudah mengarah ke pembantaian.


“Prajurit..!! Semuanya Mundur...!! Mundur ke parimeter tembok pertahanan terakhir!!” Aku berteriak keras memerintahkan para prajurit yang tersisa mundur menyelamatkan diri. Aku pun berlari dengan tergesah-gesah menghindari ledakan dan puing-puing pesawat yang berjatuhan di atas kepalaku menuju tembok pertahanan terakhir, sesampainya di depan pintu gerbang tembok yang di baliknya adalah camp warga sipil dan lapangan pelatihan kami tadi.


Terlintas di pikiranku rasa bersalah karena lari dari medan perang meninggalkan dion dan ribuan tentara lainnya..Maafkan aku Dion..!!...


{Front Main Gate Wall Defense}


Melihat Gerumunan Tentara dan Survivor saling dorong dan memaksa masuk ke arah pintu Gerbang utama.


Langkahku terhenti.. “Ada apah?.. Kenapa kalian berkumpul di sinih?.. Cepat kita harus masuk ke dalam!!” tanyaku henran menghujani pertanyaan kepada seorang perajurit yang terduduk sambil menutup telingga dengan kedua tanggannya dan meringis ketakutan.


“Mati.. Mati... Kita Pasti akan Mati..!! Mereka Menutup Gerbang utama dan menembaki perajurit yang memaksa masuk kedalam” prajurit itu membalas perkataanku sambil meringgis mengigil ketakutan.


Bepp!!! Bepp!!..


Tiba-tiba Suara panggilan dari jam tanggan ku berbunyi, ini dari sahabatku Fani yang sedang menghubungiku.


”Iyah Fani ada apah? Kalian dimana?” tanyaku dengan nada khawatir.


“Gawat Yotta! Para Senior Keparat itu Memberontak dan mereka mulai Menembaki para warga serta membakar camp dan rumah warga sipil, Mereka juga yang menutup Gerbang utama, sekarang Aku dan Dimas sedang berlindung di dalam rumahmu bersama paman lim dan laura. Kami tidak bisa keluar karena di hadang oleh Para pemberon......”


Beep!!.. Beppp!!


Tiba-tiba sambungan panggilan kami terputus..

__ADS_1


“Fani..??.. Fani..?.. Ahhhk Sial Kenapa Koneksinya Terputus!!!” sentak ku kepada jam yang ada di tanggan kananku.


Aku harus bisa masuk dan menyelamatkan Keluarga serta Sahabat-sahabatku , Jika aku menerobos masuk lewat Gerbang utama pasti Para pemberontak itu tidak akan membiarkanku masuk.


“bagaimana ini.. Ahkkk Sial.. Siall... Kep*r***...” Nada kesalku membentak.


Aku melihat dinda dan Celion berlari menghampiriku, Bagaimana ini yotta, kami gagal memasuki gerbang utama, kalau terus begini kita bisa mati di habisi Oleh para Creaturs yang semakin mendekat itu, Aku berusaha memutar otakku bekerja memikirkan sesuatu hal agar bisa menemukan jalan keluar dari kondisi kritis ini..


Lalu terlintas Ide di benakku, Setelah melihat tali kawat yang ada di pinggang Celion, Hey Dinda aku memiliki ide ,dan mungkin ini akan berhasil.


Kalau tidak salah dinding pertahanan ini tingginya sekitar 25meter bukan, baiklah ayo kita coba..


“PRAJURIT..!! jika kalian masih menyayangi nyawa kalian Dengarkan AKU!!.. Dan JAUHI GERBANG UTAMA..!! Bergerak ke sisi lain tembok” Teriakku kepada prajurit yang tersisa di luar tembok pertahanan, Mereka pun mengganguk setuju dan mulai mendengarkan apa yang ku perintahkan.


“Dengar.. Mungkin ada beberapa Rekan kalian yang membawa tali kawat baja di pinggangnya, Gunakan itu!.. Mungkin benar kalau kita tidak bisa melompati tembok tinggi ini” yotta menjelaskan sambil memukul menuju ke arah tembok.


Dan sudah pasti kita juga tidak mungkin bisa meruntuhkan atau menghacurkan tembok baja yang di perkirakan setebal 7/8meter ini, TAPI...!!! Akan beda hasilnya jika kalian inggin saling bekerja sama.


Kita para Survivor memang memiliki kekuatan di atas normal dan kemampuan luar biasa, tapi tetap saja tubuh kita tidak berbeda jauh dengan manusia normal kita memiliki berat badan yang sama jadi kalian pasti mengerti maksudku.


“1 hal yang perlu di Inggat, di balik tembok itu pun bahaya masih mengancam nyawa kalian semua, karena di kabarkan Terjadi pemberontakkan oleh para senior survivor..Jadi berhati-hatilah Sesampainya kalian di balik tembok”


“Celion berikan kawat baja itu.. aku akan tunjukan caranya.. Karena kamu adalah survivor dengan kekuatan Lv D angkatlah tubuhku dan lemparkan ke atas sanah dan aku akan menarik kalian naik melewati tembok” yotta menunjuk jarinya ke atas tembok.


“NICE IDE Yotta..!!” Dinda memujiku dan mengikuti arahanku. Sekitar 5 menit berlangsung selesai memberi pengarahan dari yotta , para prajurit mulai bergerak melewati tembok dengan cara yang terbilang gila dan nekat.


........

__ADS_1


#Tobe Continue:


__ADS_2