
Yotta berjalan menyusuri koridor sendirian. Dia terus asik dengan buku di tanggannya saat ini bahkan sedari tadi yotta tidak sadar banyak murid yang melihatnya dengan tatapan aneh.
Entah kebetulan atau takdir di ujung koridor yotta bertemu dengan laura.
“Hey?! Yotta aku tak menyangka bisa bertemu kamu di sinih, apakah kamu murid di salah satu cabang pondok ini. Bagaimana bisa?” sahut laura memanggil yotta.
“Hmm Oh iyah, aku menimba ilmu juga di MIU ini, maaf aku belum menceritakan latar belakangku padamu, karena mungkin aneh bagimu seorang warga dari wilayah Silver bisa bersekolah di pondok Wilayah Gold”.
Balas yotta dengan tetap membagi konsentrasinya antara membaca dan berbicara dengan laura.
Mereka berdua pun berjalan bersama sambil mengobrol ringan. Laura pun tidak menanyakan lebih lanjut tentang latar belakang yotta. Ia menahan rasa penasaranya karena melihat yotta yang enggan membicarakan latar belakangnya itu.
Tanpa di sadari mereka berdua terlalu jauh berjalan menuju area dalam fasilitas MIU yang murid biasa takut untuk melangkah ke wilayah itu. Karena di sanah ada sekumpulan anak dari sebuah oraganisasi yang cukup berpengaruh di Varost. Bisa di bilang anak dari mafia.
“Hey kalian?!, apa yang kalian lakukan di area terlarang ini?!” seketika orang berbandan besar dan kekar menghadang di depan dan belakang mereka menutupi jalan keluar dan masuk.
“Aduh Gawat, saking asiknya membaca dan mengobrol aku tidak menyadari telah menginjakan kaki di area Asing ini” sahut yotta dalam hati.
Laura pun kaget dengan keadaan saat ini karena sedari tadi dia asik menggoda dan bertanya pada yotta. “Yotta?! Bukankah ini gawat sekali?, tanpa di sadari kita datang ke tempat yang salah dan berbahaya”.
Tiba-tiba Kedua tangan besar salah satu pria yang sedang menghadang mendekap laura. Pria itu membekamnya dengan sapu tangan yang telah di beri obat bius, laura yang sedang memberontak lama-kelamaan mulai lemas dan mereka memaksa membawanya pergi. Yotta yang melihatnya pun tak tinggal diam dan berusaha menyelamatkan laura.
Yotta mendaratkan pukulan tanggannya ke beberapa orang yang berada di situh, sayangnya ia kalah jumlah dan Ntah kenapa yotta tiba-tiba merasa pusing dan kesakitan di pundaknya, ternyata salah satu teman dari pria tadi sudah memukul tengkuk yotta dari belakang dengan keras memakai tongkat Bat baseball.
Yotta pun pingsan seketika setelah memberikan perlawanan untuk menyelamatkan laura.
{Beberapa jam Pun berlalu}
“Duh.. Awww.. Mataku berat sekali, dan kepalaku sangat pusing” yotta bergumam. Saat kedua matanya terbuka telihat samar-samar Laura sedang terduduk terikat di kedua tangan dan kakinya mulutnya pun di sumpal lakban kiri dan kanannya ditemani pria-pria besar dan seram menatap tajam padaku dan pada laura dan aku melihat pria yang mengenakan seragam persis seperti kami berdua kenakan.
Yaitu seragam Siswa MIU. Ahhh.. aku ingat dia... dia adalah orang yang sengaja menumpakan kuah ke seragamku di kantin waktu itu .
Akupun sadar bahwa tangan dan kakiku juga di ikat mulutku pun tersumpal lakban.
__ADS_1
Aku melihat sekeliling, aku seperti berada di sebuat kendaraan yang sedang melaju, di lihat dari interiornya ini sebuah MobileWorker(sebuah kendaraan lapis baja, yang di gunakan untuk keluar masuk, area sheild. dengan kata lain kendaraan tempur angkut personel)
Ntah kami berdua mau di bawa kemana, yotta sangat kasihan dan tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat laura merintihkan air mata karena sangat ketakutan.
Tiba lah kendaraan ini di sebuat area luas di luar perlindungan Shield tepatnya di Area Terbengkalai bekas markas militer. Setelah di turunkan dari kendaraan.
kami berdua di bawa ke tengah lapang yang di sekelilingnya menjulang tembok besar setinggi 5meter menutupi lapang itu.
“Ini seperti area latihan mereka bertarung” sahutku di dalam hati sambil berfikir.
Hanya ada 3 orang yang berdiri disanah, karena sebagian lagi telah pergi mengunakan Mobileworker ntah kemana hanya menurunkan kami di lapang senyap ini.
Nampaknya ketiga orang itu menuggu sesuatu. “Dalam hati aku bersyukur bahwa laura berada di dekatku, dan mereka tidak melakukan hal yang tidak-tidak padanya, walaupun keadaan kami ber dua masih terikat.”
Salah satu pria itu menghapiri kami, lalu ia melepaskan lakban yang menutupi mulutku.
“Hey! Kamu orang kampung, anak dari seorang Koruptor.. masih ingat denganku? Orang yang waktu itu sengaja mengehinamu di kantin sekolah..
Haha, sekarang rasakan ini..” sebut saja [Gruls] ia seumuran dengan ku namun memiliki koneksi dengan mafia, karna ayahnya adalah bos salah satu mafia yang ada di Varost...
“Sialan!... Apa yang inggin kau lakukan Kepada kami..” jawab yotta berteriak setelah terkena pukulan..
“Anak miskin tidak pantas untuk berada di kawasan Gold. Di sinih juga tidak menerima keluarga dari orang menjijikan yang korupsi seperti paman bodohmu itu.” Gruls tersenyum sinis melihat yotta yang mengeram.
lalu ia menyuruh salah satu pria yang berawakan besar seperti bodyguarnya itu melepaskanku dan menantangku bertarung..
”Hey!, Ku Beri kau 1 kesempatan, coba kalahkan pengawalku ini lalu aku akan melepaskan bidadari kecil cantikmu ini..
“Ini mungkin kesempatanku untuk membalikan keaadan” dalam hati yotta.
Sambil tersenyum kecil di hati.
Pria besar itu pun menjauh sedikit memberi ancang-ancang seperti siap bertarung. Gruls yang menyuruh salah satu pengawalnya itu bertarung denganku.
__ADS_1
“Sialan kau Gruls..! Bukannya dirimu sendiri yang maju melawanku.. kau malah bersembunyi di balik bodyguardmu itu..” gerutu yotta dalam hati sambil menatap tajam ke arah Gruls.
Mau tak mau yotta bersiap dengan kuda-kuda tegap seperti seorang petinju,
“Aku bersyukur masih mengigat baik bela diri ajaran paman. Dulu aku menganggap semua itu hanya membuang waktunya. Namu kini Yotta merasakan manfaat dari ajaran pamannya tersebut.” Secepat mungkin yotta meredakan amarahnya.
Yotta tau dengan amarah yang membara tidak akan dapat berfikir dingin untuk keluar dari masalah ini.
Pria besar dan kekar itu pun mulai berlari menyerang ke arah yotta dengan terus membabi buta menghajar yotta.
Sepertinya dia tidak memandang perbedaan ukuran dalam melancarkan pukulan kerasnya. Yotta yang masih sempat bisa menghindar pun tekena satu pukulan di wajah yotta, berhasil membuatnya terhuyung ke belakang..
“Sialan!!”
Yotta berdiri kesusahan dengan keseimbangan tubuhnya yang mulai terganggu. Sedangkan Gruls tersenyum senang melihat yotta di hajar oleh pengawalnya itu.
Di sisi lain, “Sudah Cukup Hentikan!!!.. Kumohon Jangan sakiti dia Lagi..!!” Laura yang sedari tadi Berteriak dan menagis tak tahan melihat yotta di hajar habis-habisan oleh pria besar itu terduduk terikat di bawah tembok sisi lapang.
“Cepat Habisi dia!” sahut Gruls di belakang meneriaki pengawalnya itu.
Ketika Pria besar itu berbalik kebelakang menaggapi permintaan Gruls, Yotta mengambil kesempatan untuk membalas pukulan pria besar itu.
Dia menendang keras bagian belakang kepala pria itu hingga orang itu terjatuh.”Bruggg.. What the ****!” Gerutu Pria besar itu yang kini mencium tanah.
”Hey bodoh,Jangan biarkan Ia lolos” Grus berkata ke salah satu bodyguardnya yang berdiri di sampingnya. Yotta pun bergegas berlari ke arah laura dan dengan cepat melepaskan tali yang mengikatnya lalu berlari meniggalkan Gruls dan kawananya.
Yotta mendobrak pintu pagar lapang dengan mudahnya yang telihat sudah rapuh itu karena sudah lama tidak di gunakan. Mereka berdua berhasil menjauh dari area itu dan berlari ke area Hutan di sekitar lapang tadi.
Mereka berhenti Ketika sudah di anggap aman di tengah hutan jauh dari kejaran Gruls dan Gengnya itu.
“Apa kamu baik-baik saja Laura? Maafkan aku yang sudah menyeretmu ke dalam masalah ini”. Yotta bertanya dengan halus kepada laura..
“Iyah aku baik-baik saja..bagaimana denganmu aku melihat darah mengalir keluar dari betis kakimu akibat tergores besi pagar tadi.
__ADS_1
#Tobe continue: