REDIVIDER

REDIVIDER
Hari Sial ku!


__ADS_3

“Yotta Slyvana Survivor Lv F : [test 1 \= 1000kg], [test 2 \= 15,0detik], [test 3 \= 135], [test 4 \=400]”!!!


Semua mata memandang kearahku dari kejauhan, sepertinya mereka juga melihat hasil testku, sebagian dari mereka memandangku dengan wajah kasihan, sebagian lagi memandangku dengan tatapan merendahkan dan sebagian yg lain bahkan tidak perduli.


Kusandarkan tubuhku pada pohon besar dibelakangku, Aku merasa diriku tidak berguna waktu itu.


“Survivor level-E? Mungkin setara dengan membunuh bayi Creatur yang bisa kulakukan dengan tingkatan serendah itu!”


Andai saja Senjata pedang Elite ku ada, tapi Clara yang menyitanya dariku, ia berkata tidak boleh bergantung pada sebuah benda..


“Ha...aahh..Payahnya diriku..” Aku merasa sangat putus asa hari itu, beberapa saat kemudian aku mendengar suara tawa dari kejauhan, saat kuarahkan mataku untuk melihat dari mana suara itu datang, ternyata suara tawa itu berasal dari tiga orang yang memukuliku sebelumnya.


“Haruskah aku kembali ke kamar?” Aku bertanya dalam hati, namun sebelum pertanyaanku terjawab suara Jendral Ben terdengar dari kejauhan.


“Seluruh Peserta Berkumpul!!” suaranya terdengar hingga seluruh sudut markas.


“Tap..tap..tap..”


Seluruh peserta latihan berlari ke barisan mereka masing-masing, langkah kaki mereka menimbulkan suara yang khas. Aku berjalan dengan santai ke tempatku berbaris sebelumnya, aku berdiri di bawah pohon yang tidak jauh dari lapang pelatihan, jadi aku bisa mencapai barisanku tanpa berlari.


...


Mata Jendral Ben memandang keseluruh barisan peserta latihan, ke kanan, kemudian ke kiri, yang mengejutkan adalah matanya terhenti ke arahku dan memandangku tajam.


“Oh Gawat.. Matilah aku, Ben terlihat sangat marah dan kecewa padaku, Walapun kita sahabat di luar sanah berbeda dengan di sinih, ia menjadi orang Super Sadis dan mengerikan karna Tugasnya Mendidiku!” pikirku,sambil menelan ludahku sendiri dan keringat mulai menetes di punggung dan dahiku, sedang mata Jendral tertuju padaku seluruh peserta lain tentunya menyadari tatapan mata Jendral juga, Firastku gak Enak baget nih, makin bertambah buruk.


“Kalian yang telah menjalani test akan dibagi kedalam masing-masing tim, setiap tim terdiri dari 4 orang.” Diluar dugaan Jendral Ben kemudian menarik tatapannya dari diriku dan melihat kearah peserta lain, dan mulai menjelaskan informasi selanjutnya.


“Huahh Fewww” Aku bernafas lega memikirkannya, entah mengapa tubuhku terasa lemas saat Jendral Ben melihat kearahku.


“Lihat Jam pada tangan kalian, jam itu juga berfungsi sebagai alat Navigasi dan identifikasi Creaturs, beberapa diantaranya telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Hunters kita, salah satunya adalah Mr.Gilbert yang menjadi pemandu kalian dirumah sakit.”

__ADS_1


“Alat itu akan otomatis menunjukan informasi tentang Creatus yang kalian temui dimana saja, namun, kalian harus berhati-hati kepada spesies-spesies Creaturs yang belum teridentifikasi karena kita belum mengetahui kekuatan mereka. jam tersebut juga secara otomatis akan merekam kecepatan, kekuatan dan berbagai informasi yang kalian sampaikan saat bertarung melawan Creaturs. Tentunya kalian akan mendapat hadiah dari markas Hunters untuk setiap spesies Creaturs yang berhasil diidentifikasi.”


(wow, Aku baru tau bahwa Creaturs Bermacam-macam jenisnya dan Level kekuatanya, hal ini tidak pernah di jelaskan di buku manapun yang pernah ku baca, ku fikir mereka semua sama. Mahluk mengerikan yang Hanya bisa membunuh dan memangsa manusia) gumam yotta dalam hati.


“Selanjutnya adalah rec-Drone, Rec-Drone adalah robot otomatis yang akan merekam jumlah Creaturs yang kalian bunuh beserta tingkat masing-masing Creatus, semakin banyak dan tinggi tingkatan mahluk yang kalian bunuh maka Ranking kalian akan naik. The Hunters telah menyiapkan berbagai macam peralatan khusus yang dibuat terbatas bagi mereka yang berhasil meraih Ranking teratas.


“Jendral Ben menjelaskan secara Detil mengenai informasi dasar yang dibutuhkan para peserta latihan.”


dan kedua orang di situh adalah Ben Adkinson and Clara frotsfire saat pertamakali Rec-Drone diluncurkan.


“Untuk saat ini hanya itu informasi yang bisa saya sampaikan, informasi lainnya kalian bisa mendapatkannya melaui jam di tangan kalian,. Survivor! Bubar” Jendral ben membubarkan pasukan, sebuah perintah yang sudah dari tadi aku tunggu.


“Sebentar! Khusus untuk Yotta Slyvana, kau tinggal ditempat!” Belum sempat bergembira karena test awal selesai, aku sudah harus bersedih karena firasat buruk-ku tadi terbukti benar.


“Hadeuhh,Sial! Firasatku terbukti” ujarku dalam hati, perasaanku bercampur aduk, antara binggung, kesal dan takut.


Peserta yang lain melihat kearahku perihatin.


“Betul, malang betul nasibnya, sudah di bully oleh senior, dan juga mendapatkan nilai test yang buruk” Seorang disebelahnya menimpali.


.....


“Lapor pak! Peserta Yotta Slyvana siap menerima perintah pak!” Aku berdiri dihadapan Jendral Ben sambil memberikan hormat militer.


“Baiklah! Ikuti Aku!”katanya singkat sambil berjalan menjewer telingaku.


“Aww...awww... Ben.. sakit.. ini..Rasanya mau copot...” melihat responnya aku semakin binggung, namun aku ikut dan menurut saja ke arah fasilitas penelitian.


{Fasilitas Penelitian}


Gedung besar yang terlihat megah dan dipenuhi senjata berteknologi tinggi terpampang disetiap sudutnya, gedung itu terlihat seperti markas besar yang ada di ibukota varost, mataku melihat setiap detil bangunan tersebut, dengan cepat seluruh informasi dan jumlah senjata telah aku hafalkan dan ingat.

__ADS_1


“Shing.. Shing..” Pintu baja tebal dihadapanku terbuka secara otomatis, tepat di belakangnya terdapat dua orang pasukan dengan badan tinggi tegap, melihat kehadiran Jendral Ben, kedua orang tersebut dengan sigap memberi hormat.


“Selamat sore pak!” ucap kedua orang tersebut, seraya mengangkat tangan kanan mereka secara bersamaan.


“Ya” jawab Jendral Ben singkat, kedua orang tersebut tidak terlihat terganggu dengan cara Jendral menjawab mereka, aku lihat kembali raut muka mereka berdua seperti menahan tawa, jelas karena melihat aku sedang di jewer oleh Jendral mereka.. setidaknya sudah 10-11 meter berjalan menjauh, telingaku mendengar obrolan mereka.


”Apa-apaan itu,hahahaha, apa itu adik jendral ben yang berbuat ulah, sampai di jewer seperti itu?” keduanya tertawa kecil menertawakan diriku.


“Ahk.. sial!..Di hadapannya aku diperlakuan seperti anak kecil.. awas kau ben..”memaki ben dalam hati yotta.


....


Sudah lepas tangan Jendral ben dari telingaku, tiba-tiba jendral ben berhenti di depan sebuah Koridor, aku merasa binggung sangat jelas bahwa kami belum sampai ketempat tujuan kami, namun dia berhenti. Jendral kemudian menekan tembok besi didepannya, kemudian muncul sebuah alat Scanner tempat men’scan sebuah kartu.


“Eh?! Darimana munculnya?”kataku terkejut sambil mengusap telingaku yang memerah, dan sekaligus kagum atas kemajuan teknologi yang sampai saat ini baru pertama kali ku lihat.


“Melakukan Scan” beberapa saat kemudian, terdengar suara aneh entah dari mana datangnya yang datang bersamaan sinar laser X-ray yang kemudian melakukan Scanning wajah Jendral Ben dan Wajahku.


“Data diterima! Selamat datang Jendral Ben Adkinson dan Prajurit Yotta Slyvana! Mohon memasuki lift dalam 3..2..1..”


Bersamaan dengan suara itu Jendral bergegas masuk dan aku mengkutinya dari belakang.


“Whinggss!”


Lift itu meluncur dengan kecepatan tinggi kebawah tanah, kecepatannya mencapai 150km/jam. Jantung rasanya inggin copot saat itu.


“Wowww!! Gila!! Apa lagi ini!” Ucapku seraya lift dengan cepat menuju inti bumi, 1 menit kemudian lift berhenti.


“Dengan kecepatan 150km/jam, selama 1menit, setidaknya kita berada 5 kilometer di bawah tahan” Dengan cepat otakku berkarkulasi, ini belum pernah terjadi sebelumnya dan aku merasa sungguh aneh dengan pengalaman ini.


#Tibe Continue:

__ADS_1


__ADS_2