
“Tulisan kamu semakin bagus ya. Semakin tajam dan menusuk. Lama-lama jika kamu seperti bisa di tangkap oleh petugas keamanan. Bahkan yang lebih parah bisa bertemu dengan Creaturs.”
Sahut Gadis berparas Cantik memakai satu set setelan kasual itu memecah konsentrasi yotta yang tengah menorehkan tinta pada kertasnya. Dia mendaratkan tubuhnya tepat di samping yotta.
“Aku Cuma iseng nulis doang kok. Siapa juga yang mau cari masalah?” bantah yotta malas terhadap Gadis yang memang sering di temuinya di kawasan Silver dimna dia tinggal saat ini.
“Siapa sih yang gk tau tajamnya tulisan dari Amarock?” pancing Gadis itu kepada yotta. Yotta terhentak dan menatap Gadis itu dengan tajam jika di artikan “Bagaimana bisa tau nama pena ku?”.
“Aku gak sengaja liat tulisan kamu kemarin dan disana ada kata Amarock. Jadi aku simpulkan kalo yang menulis semua artikel itu kamu”. Gadis itu berbicara lancar sedangkan yotta beku tak bisa mengelak lagi.
“Aku janji ko gak akan kasih tau siapa-siapa tentang ini. ngomong-ngomong , nama aku Laura Hilton.” Gadis itu tersenyum manis sambil mengulurkan tanggan yang langsung di jabat oleh yotta dengan muka yang sedikit memerah karena malu.
“Yotta Sylvana... Panggil saja Yotta.” Yotta kemudian melanjutkan aktivitasnya tadi. Tak lama kemudian terdengar suara jepretan poto di dekatnya. Yotta mengangkat kepala menemukan Laura tengah memposisikan kamera untuk mengabadikan dirinya yang sedang menulis.
“Hei, kalau mau poto bilang dulu. Dasar Tante-tante lancang!” yotta mendelik kesal melihat tingkah laku Gadis didepannya.
Tak terima dirinya dipanggil dengan embel-embel Tante, Laura mengaktifkan flash dan terus menerus menekan tombol shutter berulangkali mengakibatkan kilauan cahaya yang membuat yotta tidak nyaman.
“Laura, hentikan!! Mata aku sakit. Ini gak lucu.” Yotta terus menghalangi cahaya flash dengan mengunakan kedua tangan nya.
__ADS_1
Dengan kesalnya Laura pun berkata “Apa aku terlihat tua bagimu tuan yotta? Asal kau tau, umurmu sama dengan umurku.
Jika kau memanggilku dengan sebutan Tante maka kau juga seorang Om om kan!” Dengan raut wajah cemberut Laura memberhentikan kegiatannya tersebut.
“Terserahlah apa maumu. Ide yang ada di kepalaku jadi hilang gara-gara tingkah laku bodohmu itu.” Yotta memberenggut kesal. Dia beranjak pergi meniggalkan Gadis yang bernama Laura Tersebut tanpa pamit.
Yotta melangkahkan kakinya ke suatu daerah. Gang kecil serta gerbang pemisah wilayah dengan menunjukan akses izin dia lalui untuk sampai menuju rumahnya. Rumahnya memang tidak terlalu bersar mengingat dirinya tinggal di kawasan daerah Silver. Namun tidak juga bisa di bilang kecil. Nampak bunga angrek menghiasi setiap sudut halaman rumanya. Di sela-sela nya terdapat kolam kecil berisikan ikan yang beruntungnya yotta bisa lihat.
Binatang peliharaan sangat langka dan perlu izin yang rumit jika ingin mendapatkanya bahkan jika itu se’ekor ikan. Kebanyakan mereka berada di daerah konservasi alam daripada di lingkungan rumah.
“Paman, yotta pulang!!” teriak yotta seperti biasanya jika dirinya sudah menginjakan kaki di rumah. Paman langsung menyambutnya jika ada. Semuanya sudah menjadi ritual yang sulit untuk tidak dilakukan.
“kamu darimana aja?” Paman Lim bertanya kepada yotta sembari menyiapkan makan siang untuknya. Menu hari ini adalah kare dan beef stick yang yotta sukai. Makanan ini patut yotta syukuri karena dia hanya bisa makan dua kali sehari mengingat kondisi ekonomi keluarganya kini yang sedang sedikit terganggu.
“habiskan makananmu dulu baru berbicara. Nanti jam 1 siang paman akan bekerja di Kantor miss Rose (Sebuah perusahaan kecil yang memproduksi Pakai’an). Kamu jangan lupa hari ini ada kegiatan belajar di MIU yang ada di kawasan Gold.” paman Lim berbicara tegas namun terselip kasih sayang didalamnya.
MIU menjadi tempat menimba ilmu di zaman ini. Sekolah sudah tidak ada lagi. MIU memiliki jam yang lebih Banyak dan cenderung berpusat ke militer dalam melaksanakan pendidikan. Negara lebih memusatkan kepentingan militer daripada suber daya manusianya.
Dahulu Paman Lim memiliki pekerjaan yang mapan sebagai kepala departemen riset teknologi Negara Varost. Namun kini dirinya sudah tidak bekerja lagi.
__ADS_1
Dia di isukan terlibat korupsi besar dengan penggelapan vaksin nima untuk survivor. Yotta yang sudah tau tabiat pamanya itu menyangkal semua berita tersebut. Walaupun kini beritanya sudah menyebar di sluruh penjuru wilayah Varost dan pamannya menjadi bulan-bulanan maki’an warga.
Sekarang Lim bekerja sebagai Administrasi sebuah Perusahaan kecil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama yotta.
Yotta menggaguk lalu meminum air untuk melegakan kerongkongannya. Satu hentakan kaki dia beranjak untuk merapihkan buku dan memasukannya kedalam tas.
Sebenarnya dia malas untuk pergi ke MIU. Yotta lebih tertarik untuk pergi ke perpustakaan pusat yang berada di kawasan Silver. Dia memiih untuk belajar otodidak ketimbang menimba ilmu di MIU. Semua pengetahuan yang didapat dari buku-buku yang dibacanya di tempat itu.
Yotta mengurungkan niatnya untuk pergi ke MIU. Dia lebih tertarik untuk membolos menghabisakan waktunya sekedar duduk menikmati alam di pinggir Shield tepatnya di kawasan Bronze(garis terluar Pertahanan Kota). Jika sudah seperti ini pastilah ide untuk menulis akan cepat mengalir.
Di saat sedang menulis, suara sirine diiringi dengan cahanya berwarna merah berbunyi.
Yotta hanya menatap kagum cahaya tersebut. Sebelumnya dia tidak pernah bertemu dengan cahaya sepeti itu. Yotta menajamkan penglihatnnya untuk mengetahui darimana suara dan cahaya itu berasal.
Namun di saat itu juga, dia melihat sosok asing berjalan ke arahnya. Dia telihat menggeram. Suaranya berat menggema. Kulitnya seperti pahatan batu berwarna ke abu-abu'an, ternyata yotta bertatap muka dengan Mahluk itu. Dia menyeringai seram melihat yotta yang sedang berdiri sendirian.
Oh tidak! Yotta baru mengigat sosok tersebut. Dia mahluk yang pernah di bacanya saat berada di perpustakaan pusat. Dia yang sering di panggil Creaturs.
Tunggu, dia pemakan manusia bukan? Yotta meneguk ludahnya ketika mengingat semua tentang mahluk itu. Tubuknya bergetar ketakutan. Kakinya tak dapat bergerak mematung di tempat. Dia memejamkan matanya dan pasrah ketika Creaturs bergerak cepat dan melompat ingin menerkamnya.
__ADS_1
“Arrrggghhh...” teriakan Yotta terdengar sebelum dirinya telah hilang Kesadaran.................
#Tobe continue: