REDIVIDER

REDIVIDER
Ikatan dan Pertemanan!


__ADS_3

Aku menghela nafas “hah kamu ini, yasudah aku mau kembali ke perpustakaan kota, ada buku yang harus ku baca untuk refrensi tulisanku” Bye laura!”.


“Tunggu dulu yotta! Ada yang inggin aku bicarakan denganmu, ini serius” ia berlari menghampiriku. Saat aku berbalik ke arahnya, Tiba-tiba ia tersadung batu dan jatuh tepat di pangkuanku saking tiba-tibanya sampai tubuh kita terjatuh ke matras tanah di situh.


posisi aku di bawah dan dia di atas, Dengan bibirnya yang menempel di bibirku,


”Chuup, ciuman pertamaku dengan gadis ini.. lembut sekali bibirnya dan berasa seperti rasa krim stobery” dalam batinku berkata.


selang jeda waktu beberapa detik kita berdua kaget terdiam sesaat karna ciuman itu.


“belum sempat aku meminta maaf,


laura mengatakan terlebih dahulu “Maafkan aku yotta,itu tadi gk sengaja” sabil kedua tanganya menutup bibirnya dan Akupun kaget melihat wajahnya yang merona karna malu. Sebenarnya itu juga ciuman pertama bagi laura.


“Aa..aku juga minta maaf laura, karna tidak sigap menangkapmu saat terjatuh tadi, sampai terjadi hal ini.” Sahutku.


“Ti..tidak apa-apa yotta, lagi pula itu salahku juga,Oh iyah.. sekarang aku ingin bicara serius denganmu tolong ikuti aku.” Sahutnya Dengan suara gugup dan terbata-bata .


Ia langsung memegang tanganku dan menarikku ke suatu tempat.


“Ehhh ,tunggu ,tunggu laura, kamu inggin membawaku kemana?”


“Nanti aku beri tau, sudah ayok ikut aku saja dulu” dengan wajah serius dan tajam menatapku.


Karna penasaran juga ,Aku hanya menurut dan mengikutinya.


Laura mengajakku pergi sedikit jauh ke tepian hutan. Semak-semak yang berjejer rapat terlihat menghalangi perjalanan kami. Pohon yang menjulang tinggi dengan daunnya yang rindang menghalau sinar matahari yang masuk. Kami terus berjalan hingga aku melihat sinar matahari dari kejauhan.

__ADS_1


Aku terkejut dengan apa yang aku lihat sekarang. Lubang besar menganga yang cukup dalam diameter yang aku perkirakan sekitar 10 meter terpampang nyata disana. Hutan terlihat rusak berat. Pantas saja sinar matahari dapat masuk.


Laura mengambil gambar dengan kameranya. “Sebenarnya aku telah menemukan lubang ini sekitar 2 hari yang lalu ketika terjadi tragedi itu.”


Seketika aku bergidik ngeri memutar kembali kejadian tersebut. Lubang ini tak jauh dari tempat biasanya aku kunjungi. Lubang ini juga tak jauh dari letak Creaturs yang pernah aku temui. “Mengerikan sekali, apa Creaturs yang membuat lubang ini?”


“Aku tidak tahu sepertinya terjadi perkelahian hebat mengingat kerusakan yang sangat parah pada hutan ini. “Laura mengedikkan bahunya padaku, dengan begitu hubungan kami sedikit menjadi lebih dekat dan akrab”.


{next time}


Setelah pemeriksaan ketat, yotta melangkah menuju MIU yang jaraknya sekitar beberapa blok dari pintu gerbang kawasan Gold. Sepanjan perjalanan banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan merendahkan.


Yotta tampak acuh melanjutkan perjalanan. Dia melenggang masuk ke dalam kelas dengan sopan mengucapkan salam.


Tatapan intimidasi guru langsung diterimanya ”Selama ini kamu kemana aja tuan Yotta?” Bu guru Lawrence berkata dengan juteknya.


“Saya sakit bu” yotta cengengan tidak jelas memperliatkan barisan giginya yang putih menutupi kebohongannya.


Pelajaran dimulai sedangkan yotta hanya terus menulis ide yang tiba-tiba muncul di kepalanya.


Bel istirahat'pun berbunyi. Seluruh murid berhamburan keluar kelas. Pondok memang seperti sekolah. Hanya saja karena evolusi, nama sekolah sudah tidak di pakai lagi melainkan Menggunakan nama singkatan dari cabang fasilitas bio-tecnologi yang beralih fungsi menjadi pusat pembelajaran (MIU).


Yotta hanya duduk asyik dengan dunia menulisnya.


“Hey yott?, kamu gk makan apah?” sahut Fani dan Dimas teman sebangku yotta yang dari tadi terus memperhatikannya .”Kayaknya enggak dulu deh.” Yotta tersenyum kikuk menghadapi teman-temannya itu.


“Temenin gue makan ayok..” Dimas dan fani membujuknya dengan merangkul pudak yotta. Sedangkan yotta yang tadi asik menulis mulai menuruti kemauan teman-temanya itu.

__ADS_1


Kantin MIU ini menang luas. Banyak makanan lezat disajikan disana. Tentu dengan harga yang lezat pula. Maklum Fasilitas MIU ini berada di kawasan Gold yang terkenal dengan tempatnya orang berduit.


Jika saja yotta masih seperti dulu, dia tidak akan segan makan di kantin. Namun dengan kondisi ekonomi yang sedang terpuruk saat ini, yotta mengurungkan niatnya itu.


Yotta mengambil tempat yang paling ujung.


Tak lama kemudian dimas dan fani datang menghampirinya dengan membawa tiga paket makanan class A yang tentunya mahal sekali.


“udah gk usah di tolak, aku tau kamu lagi laper saat ini.” Lagi pula dimas yang traktik ko” sahut fani. “Terimakasih.” Yotta tersenyum manis yang di balas dengan senyuman serta anggukan kecil kedua sahabatnya itu.


Dimas dan fani tau latar belakang yotta karena dulu kedua orang tua mereka pernah bekerja sama dengan paman yotta dalam penelitian pemerintah.


Mereka juga tau bahwa sekarang kodisi perekonomian keluarga yotta sedang terpuruk.


Yotta berbincang dengan kedua sahabatnya itu seputar tragedi yang terjadi di kawasan Bronze kemarin. Kemudian loncat berbicara tentang motif yang menyebabkan yotta tidak masuk sekolah.


Sahabtnya tersebut memang memiliki satu pikiran dengan yotta. Jika Mereka itu sudah di pertemukan seperti saat ini, pasti akan terjadi obrolan yang seru diantara mereka.


Saat sedang menikmati makanannya, baju yotta disiram sengaja dengan kuah makanan sehingga menyebabkan baju itu bau dan bernoda.


“Wow, anak korupsi telah masuk. Kau harus menerima hukuman dariku karena telah tidak ada selama ini.” Laki-laki itu menyeringai seram.


“Hey Sialan, apa yang kau lakukan terhadap sabatku?!” sahut Dimas dengan amarah sambil menarik kerah baju orang itu ke atas.


Lalu yotta melerai mereka berdua fani pun menatapnya dengan tajam kepada laki-laki tidak sopan itu.


Yotta sadar betul akan posisinya yang sedang terpuruk oleh rumor dan gosip yang merendahkan keluarganya itu, jika ia membuat masalah terhadap anak-anak itu ,ia hanya akan membuat pamannya dalam kesulitan.

__ADS_1


Yotta meminta dimas dan fani untuk tenang dan bersabar, dan mencoba mengerti keadaannya....


#Tobe Continue:


__ADS_2