REDIVIDER

REDIVIDER
Inilah Hidupku!


__ADS_3

Hidup adalah perjuangan. Itu sudah aku sadari sejak masih anak-anak. Bahkan sebelum aku tumbuh dewasa. Aku berjalan mengikuti aliran sungai. Bunyinya gemercik seakan membawa aku ke alirannya.


Pepohonan juga melambai sejak tadi. Angin membawa nada harmoni yang terasa merdu di telinga. Burung’pun ikut bernyanyi mengikuti nada tersebut. Pagi ini sungguh pagi yang cerah.


Oh iya, perkanalkan namaku yotta Sylvana. Mereka memangilku yotta. Sylvana yang berarti hutan dari bahasa latin dan yotta yang berarti kebahagiaan dalam bahasa jepang kuno.


Andai saja aku masih bisa bertemu kedua orang tuaku, aku akan berterima kasih karena telah memberiku nama yang sangat begitu indah dan bermakna. Kita tau bahwa hutan merupakan paru-paru dunia. Tanpanya dunia akan hancur serta menggangu keseimbangan kehidupan.


Contohnya sekarang, hutan telah menipis dan dunia diambang kehancuran setelah dampak perang dunia ke 3.


Aku tinggal bersama pamanku yang bernama Lim Sylvana. Dia orangnya baik dan penyayang. Berkatnya aku tidak terlalu memikirkan kasih sayang kedua orang tua.


Dia juga sangat berwibawa dan memiliki jabatan yang penting di pemerintahan sebelum peristiwa itu menghancurkan semuanya.

__ADS_1


Aku berjalan menghampiri bangku kosong yang terlihat lusuh. Kayunya telah bolong tanda bukti kepemilikan rayap. Warnanya terlihat memudar sejak terakhir kali aku melihatnya.


Baiklah dengan menghelakan nafas, aku akan mencoba merangkai kembali peristiwa yang telah terjadi sebelumnya.


Aku dilahirkan di dunia yang berbeda dengan gambaran buku sejarah yang aku pelajari. Disebutkan di dalamnya manusia hidup dengan damai.


Hanya daerah tengah yang memiliki konflik berkepanjangan. Manusia dengan sifat otoriternya hanya mementingkan kepentingan sendiri. Berbagai paham tersebar di seluruh dunia. Perang dingin telah berlangsung antara gagasan Karl Marx dengan John Locke. Demokrasi yang menjadi titik tengahnya.


Namun itu dulu. Ketika hutan masih bisa bernafas dengan tenang walaupun asap kebakaran hutan di tenggara membuat perihnya mata. Ketika sungai masih mengalir seperti darah yang berserir kencang pada urat nadi.


Sekarang hanyalah keindahan maya. Manusia terkurung dengan bodohnya dalam sangkar yang bernama Shield Barier. Bahkan burung saja bisa tertekan jika tidak melihat alam. Apalagi manusia yang di takdirkan untuk bersama-sama.


Aku kadang iri dengan mereka yang di anggap monster. Manusia yang tekena radiasi nuklir sehingga bervolusi dan memiliki kesempatan untuk melihat dunia luar. Sungguh ketidaksempurnaan yang sempurna.

__ADS_1


Pamanku memiliki jabatan yang strategis di pemerintahan. Oleh karenanya sejak kecil aku tinggal di daerah Utara Perbatasan Negara Varost dan Lighemton, Kota Laurent, Milik negara Varost, di setiap Kota yang di kelilingi oleh DOOM Shield Barrier terbagi menjadi tiga area yaitu : Gold, Silver, Bronze.


Area Gold adalah Kawasan Elite khusus Wali kota dan pejabat pemerintah. Di daerah itulah aku dapat mengenyam pendidikan. Selain kawasan gold, terdapat kawasan silver untuk pengusaha dan orang kaya. Setelah itu terdapat kawasa bronze untuk orang menengah ke bawah.


Setiap kawasan memiliki tinggkat keamana yang berbeda untuk menghalau serangan Creaturs dan kawasan Gold-lah yang paling kuat.


Pemerintah sama bejatnya dengan Creaturs yang mereka anggap ancaman dunia. Rakyat jelata di biarkan begitu saja tanpa perhatian sedikitpun.


Mereka di kekang oleh pembodohan yang tak kunjung berakhir. Bagaimana bisa mendapatkan kedamaian dunia jika mengurus rakyat kecil saja tidak becus.


Ini nyata mataku melihat semuanya. Telingaku dapat mendengar rintihan penderitaan mereka. hidungku dapat mencium aroma ketidak adilan.


Bahakan lidah mereka sudah kering untuk sekedar merengek meminta keadilan pemerintah. Tak ada bedanya manusia sudah berevolusi. Sifat binantang masih melekat pada diri mereka. aku bersyukur bisa berada disini. Walau dengan jalan yang menyakitkan. Setidaknya aku masih bisa membela keadilan dengan kemampuan yang aku bisa.

__ADS_1


#tobe cintinue:


__ADS_2