REDIVIDER

REDIVIDER
Serangan Dan Kepanikan "Bagian I"


__ADS_3

Aku terbangun hari itu dan langit sudah hitam pekat, bintang terlihat lebih terang dari biasanya, semakin lama ozon semakin menipis dan membuat malam menjadi lebih gelap dan berbahaya dari sebelumnya.


Aku memalingkan wajahku ke arah kanan dan kiri, mencari seseorang untuk mendapatkan penjelasan, masih teringat jelas pertarungan yang sebelumnya terjadi, dan mengapa Ben Tega meng'ijinkan ketiga anak buahnya menghajarku habis-habisan.


“Creakk” pintu besi terbuka secara perlahan, seraya dua sosok manusia berjalan kedalam ruangan, jendela kamar itu terbuka dan angin malam berhembus melaluinya.


“Hallo!” Dokter Sarah menyapaku seraya berjalan masuk berdampingan dengan Jendral Ben. Ben yang berjalan di sebelahnya nampak seperti biasa, dingin dan misterius.


“Jendral! Mengapa kau membiarkan ketiga pria itu menghajarku!” Belum sempat dokter Sarah menyapaku, kuhujani Orang yang ku anggap sahabat itu, Jendral Ben dengan pertanyaanku, Aku bertanya dengan nada kesal dan marah. Lucu memang jika sedang di puncak marah, Aku melupakan rasa takut dan aku dapat berbicara dengan Biasa(Seperti ke sesama teman) pada jendral ben yang harusnya tidak begitu.


“DIAM!” Jendral Ben menghentakku dengan bentakkan keras, mendengar itu aku tidak takut dan tetap menatap tajam sambil marah.


“Tidakkah Kau Belajar?! Aku ingin membuatmu tau apa itu rasanya bertarung diantara hidup dan mati! Kau harus sadar, Dunia dimana kita tinggal sekarang sudah berubah, bukanlah dunia dimana keadilan bisa dinikmati semua orang. Didunia ini yang kuatlah yang Benar! Dan mereka yang lemah selalu salah dan akan menjadi korban!”


“Namun diluar dugaanku kau hampir membunuh tiga anak buahku! Seharusnya kau juga menyadari itu! Bahwa kita manusia, adalah mahluk yang menjadi kuat saat tekanan datang, dan hal itu juga untuk mengajarkanmu disiplin.” Ben Adkinson Berteriak sambil menjelaskan segala sesuatunya, Aku hanya terdiam, memang benar bila dia memberitahukan aku sebelumnya tentulah aku tidak akan merasa bahwa itu hanyalah latihan.


“baiklah Jendral, lalu apa yang harus kulakukan?” Setelah hatiku lebih tenang, aku dapat menentukan keputusan dengan lebih baik.


“Berlatih! Namun kita harus melakukannya secara rahasia, mereka tidak boleh mengetahui kemampuanmu menyerang menggunakan Gelombang EMP(Elekro Magnetic Pulse) itu adalah salah satu kunci keberhasilan kita.


...

__ADS_1


Yotta berlatih pada hari esoknya, program latihannya sangat Ekstrim, pagi hari hingga jam 2 siang ia harus melatih fisiknya terus menerus tanpa henti, kerap kali ia terjatuh karena kelelahan namun terus ia berusaha berdiri lagi. Ingatannya akan perkataan Jendral ben dan kenyataan tentang dunia dimana hanyalah yang kuat yang bisa terus hidup seakan menyadarkan dia.


“Terus berlari!” Jendral ben berteriak sambil memandang yotta dari kejauhan, yotta yang berlari sambil membawa beban seberat 500kilogram. Jendral ben juga terlihat berlatih, di kedua tangannya terlihat barbel seberat 10 ton. Bergantian dia mengayunkan tangan kiri dan kanannya.


Setelah beberapa hari berlatih bersamanya, yotta baru mengetahui bahwa Jendral Ben menggunakan dua Senjata Dug Weapon(Senjata Elite Khusus) berbentuk pedang besar.


Yotta selanjutnya berlatih menggunakan barbel 500kilogram di kedua tangannya, bergantian dia melakukannya mengikuti cara sang Jendral latihan. Latihan yang Jendral ben berikan sangat sederhana dan mudah ditiru namun mengejutkan adalah latihannya sungguh efektif.


Latihan yang paling dibenci yotta adalah latihan sparring(bertanding) dengan ketiga orang anak buahnya itu, namun kali ini yotta di larang menggunakan serangan EMP nya ,dan hanya boleh menggunakan kemampuan fisik saja.


Setelah melakukan fisik dia harus pergi ke Laboratorium bersama dokter Sarah  untuk mempelajari banyak hal, seperti pembuatan senjata, pengolahan daging dan darah mahluk Creaturs, dan juga mengenai hasil penelitian tentang telekenesis.


Pil-pil yang diberikan oleh jendral ben sangat berharga, dan itu merupakan simpanannya untuk meraih tingkatan Survivor Level A namun ia memberikannya kepada yotta.


Aku merasakan tubuhku sudah bertambah kuat, ku aktifkan jam pada pergelangan tangan kiriku :


“Beeep!”


“Menunjukan laporan hasil latihan terakhir” Dilayar hologram terpampang hasil latihanku kemarin.


“Yotta Slyvana Survivor Level D, [test 1 \= 2000kg], [test 2 \= 10,4 detik] [test 3 \= 92], [test 4 \= 400].”

__ADS_1


Perih di hatiku karena latihan yang kejam serta berat yang kulalui rasayanya terbayar oleh perubahan yang juga aku alami.


Ben benar, kerja keras dan proses , tidak akan pernah membohongi kita. Dan selalu akan ada jalan bagi mereka yang mau berusaha.


“Beeep!”


Masih dalam lamunanku, tiba-tiba muncul pesan dari jam tangan milikku, seperti sebelumnya Komandan Clara memberikan informasi pemanggilan bagi semua prajurit baru agar berkumpul di lapang pelatihan.


Siang itu matahari tepat berada diatas kepala, bahkan suhunya mencapai 50 drajat Celcius, suhu tersebut dapat dengan mudah membuat manusia normal pingsan karena dehidrasi dan pusing kerena panas terik yang menyerang kepala.


Pemanasan global menjadi salah satu faktor penyebab utama dari iklim dan keadaan lingkungan yang rusak, sementara itu Ratusan Ribu prajurit biasa dan Survivor baru, dari seluruh penjuru negara Varost berkumpul dan berbaris dengan rapih di lapangan yang sangat besar setara dengan 4 lapang bola jika disatukan.


“Perhatian!”


Seorang Kapten perempuan berbadan tegap berdiri diatas podium, sambil berteriak keras, suaranya menggema hingga barisan paling akhir dari barisan prajurit itu.(gk pake spiker loh, kebayang ratusan ribu orang jika ada di satu tempat sedang berjajar dan berbaris, akan sepanjang apa barisannya.)


“Lalu Muncul Hologram Raksasa dari arah depan barisan, menampilkan wanita berparas yang sangat cantik yang sudah sangat ku kenal” saat itu juga sluruh manusia yang ada di sanah serentak memberikan Hormat! Tanpa kecuali Aku.


“Perkenalkan Saya adalah Komandan Tertinggi The Hunters, Clara Frostfire. Saya ucapkan Selamat untuk Para Pejuang Baru yang telah Bergabung di kemiliteran, Dan Karena Waktu Pelatihan dasar kalian telah selesai, dan Pembagian pangkat kalian akan segera di sesuaikan dengan masing-masing kemampuan fisik kalian, dan Inggat! kalian harus tunduk dan mengikuti perintah dari mereka yang memiliki Pangkat lebih tinggi! Perintah bagi kalian adalah Mutlak, Melanggar berarti Mati!... Sekian!” Sebelum menutup hologram raksasa itu Seluruh manusia yang hadari mengatakan “Yes, Mam!” dengan lantang dan serentak! Sambil memberi hormat (lalu hologrampun di tutup).


Lalu di lanjut oleh Kapten wanita tadi memberikan arahan lebih lanjut kepada ratusan ribu prajurit baru.

__ADS_1


#Tobe Continue:


__ADS_2